Deklarasi Jurnalis Jawa Barat Warnai Family Gathering Kapolda Jabar Bersama Insan Media

oleh
Deklarasi Jurnalis Jawa Barat Warnai Family Gathering Kapolda Jabar Bersama Insan Media
Salasatu keseruan acara Family Gathering Kapolda Jabar bersama Insan Media di Bandung, Jumat (30/11/2018).

BANDUNG, sorotindonesia.com,- Kapolda Jabar Irjen Pol Drs Agung Budi Maryoto, M.Si., didampingi Wakapolda Jabar Brigjen Pol Drs Supratman, PJU Polda Jabar serta jajaran Bid. Humas, selenggarakan kegiatan family gathering bersama dengan insan media yang dilaksanakan di GH Universal, Jl. Setiabudi, Kota Bandung, Jumat (30/11/2018).

Kegiatan yang diawali dengan makan siang bersama ini, dihadiri oleh sekitar 100 orang jurnalis dari media elektronik televisi, media online dan cetak, sahabat polisi, pemerhati kekerasan kepada anak, serta undangan lainnya.

Keseruan dalam acara ini adalah saat panitia melombakan beberapa games yang diikuti oleh para jurnalis dan peserta lainnya. Termasuk saat masuk ke agenda hiburan dan juga pengundian doorprize.

Membuka sambutannya pada acara tersebut, Kabid Humas Polda Jabar Kombes Pol Trunoyudo Wisnu Andiko menjelaskan, “Kegiatan Family Gathering tersebut untuk meningkatkan keakraban dan silaturahmi jajaran Polda Jabar dengan jurnalis. Tentunya dengan Bidang Humas yang selalu berkoordinasi dan komunikasi berkaitan dengan kinerja kepolisian di Satwil Polda Jabar,” ungkapnya.

Dilaporkan oleh Kabid Humas, “Sekitar 52 persen warga Jawa Barat terkoneksi dengan internet, dari angka itu sekitar 40 persennya pengguna aktif media sosial. Dalam perkembangan dunia informasi tersebut, dari seluruh pengguna itu apabila ada informasi yang kurang baik atau kekerasan, juga yang sifatnya hoaks, maka sejumlah 40 persen pengguna media sosial yang ada itu terpaparkan hoaks”.

Kabid Humas menerangkan lebih lanjut, “Melihat perkembangannya, kita perlu meningkatkan hubungan dengan jurnalis, yang sifatnya bagaimana melakukan penyelenggaraan, pembinaan, dan juga yang perlu diketahui secara edukasi tentang kebenaran informasi data yang ada di masyarakat,” terangnya.

Giliran Kapolda Jabar menyampaikan arahannya di kegiatan tersebut, mengaku bangga atas kebersamaan dalam suasana kekeluargaan di acara itu. “Hal ini tentunya tidak mudah diwujudkan kalau seluruh yang hadir disini tidak memiliki komitmen yang sama dalam membangun bangsa Indonesia yang kita cintai bersama,” ucap kapolda mengawali.

“Saya sependapat, media dalam menyajikan informasi harus kritis, tajam, juga terpercaya serta akurat. Tetapi timing-nya kadang informasi itu harus ditunda satu hari karena kita paham betul situasi dinamika seperti pada proses Pilkada, beberapa kejadian yang belum tentu semuanya benar yang dikenal dengan berita hoaks yang menjurus kepada tindak pidana yang diatur dalam Undang-Undang ITE,” kata Kapolda.

Lebih lanjut dijelaskan oleh Kapolda, “Saya merasa terbantu karena yang muncul (hoaks dan ujaran kebencian) di media sosial begitu kencang, tetapi justru rekan-rekan media elektronik, cetak dan online yang membantu, sebagai cooling system-nya dinamika selama pilkada. Jadi, silahkan diberitakan tetapi ada jalan keluarnya sehingga betul-betul kita dinginkan suasana kalau suhu politik meningkat, dan itu wajar dalam pesta demokrasi,” tutur Kapolda.

“Selanjutnya, pesta demokrasi sekarang dalam tahapan kampanye Pilpres, kebetulan ada dua pasangan calon, maka secara logika masyarakat Indonesia termasuk Jawa Barat dan Kota Bandung terbelah dukungannya menjadi dua kelompok. Dan itu legal,” jelas Kapolda.

Kapolda menekankan, “Yang perlu kita wujudkan adalah rasa persatuan dan kesatuan sesama masyarakat Jawa Barat, itu jauh lebih penting,” pesan Kapolda. “Pilihan berbeda adalah hak politik, tetapi guyub dan rukun yang harus kita teruskan dan jaga, sehingga proses pembangunan di Jawa Barat berkelanjutan. Potensi konflik harus kita sama-sama stop dan sama-sama kita hindar,” tekannya.

Kapolda Jabar Irjen Pol Agung Budi Maryoto di gelaran Family Gathering bersama insan media
Kapolda Jabar Irjen Pol Drs. Agung Budi Maryoto, M.Si.

Dipenghujung arahannya, Kapolda juga mengingatkan, “Potensi-potensi dengan kemajuan IT ini, munculnya banyak di media-media sosial. Maka sudah kewajiban kita (kepolisian) apalagi rekan-rekan jurnalis agar wajib ber-tabayun, mengontrol dulu benar atau tidak, jika benar silahkan saja di share ke grup-nya, saudaranya, temannya atau tetangganya. Tetapi jika informasi itu tidak atau belum tentu benar, maka jangan lupa ada delik, ada tindak pidana yang dipersangkakan, apabila baru belakangan ketahuannya namun keburu ke share, tapi itu potensi menghasut, potensi memfitnah, potensi terjadinya konflik, maka kepolisian juga tidak segan-segan melakukan upaya hukum untuk melindungi masyarakat yang lainnya,” pungkas Kapolda mengingatkan.

Deklarasi Jurnalis Jawa Barat Di Acara Family Gathering Bersama Kapolda Jabar

Sebelum para jurnalis dan peserta lainnya ikut menikmati kemeriahan beberapa lomba dan games yang disiapkan pada kegiatan family gathering tersebut, dilaksanakan acara pembacaan serta penandatanganan Deklarasi Jurnalis Jawa Barat dalam rangka Pileg dan Pilpres 2019 yang aman, damai dan sejuk di Jawa Barat.

Deklarasi yang berisi 5 (lima) poin itu diserukan oleh seorang perwakilan dari jurnalis, Arief, dan diikuti oleh segenap insan media yang hadir.

Isi dari deklarasi tersebut, sebagai berikut;

  1. Menolak segala bentuk politisasi yang dapat memecah belah persatuan Negara Kesatuan Republik Indonesia,
  2. Menolak segala pahan radikalisme, terorisme, intoleransi di lingkungan jurnalis sebagai upaya menjaga dan merawat NKRI,
  3. Menolak kegiatan yang bersifat provokatif, menghasut, ujaran kebencian, hoax atau berita bohong serta isu-isu SARA dalam pelaksanaan Pileg dan Pilpres 2019,
  4. Akan bekerja secara profesional sesuai kaidah-kaidah jurnalisme Indonesia dalam rangka mendukung Pileg dan Pilpres 2019,
  5. Mendukung Polri dalam menciptakan situasi Kamtibmas yang aman, damai dan sejuk selama pelaksanaan Pileg dan Pilpres 2019.

Deklarasi Jurnalis Jawa Barat di acara family gathering bersama Kapolda Jabar 

[St]

Comments

comments