Sektor 21 Satgas Citarum Buka Lokalisir Saluran Limbah PT Nisshinbo

oleh
Sektor 21 Satgas Citarum Buka Lokalisir Saluran Limbah PT Nisshinbo
Dansektor 21 Satgas Citarum Kolonel Inf Yusep Sudrajat dan Presdir PT Nisshinbo Indonesia, Cimahi, membuka secara simbolis cor yang menutup lubang pembuangan limbah perusahaan tersebut disaksikan oleh Dansubsektor 21-13 Mayor Inf Mamin Masturi beserta jajaran, warga, elemen masyarakat dan awak media, Selasa (2/10/2018).

Cimahi, sorotindonesia.com,- PT Nisshinbo Indonesia yang sempat heboh karena lubang pembuangan limbahnya dilokalisir oleh Dansektor 21 Satgas Citarum Kolonel Inf Yusep Sudrajat dengan cara dicor karena ada hasil olahan limbah yang berbentuk lumpur terbuang ke Sungai Cisangkan yang merupakan anak Sungai Citarum, serta kegiatan bersih-bersih sungai yang dilaksanakan oleh presiden direktur hingga stafnya sebagai wujud tindakan tanggung jawab terhadap lingkungan, hari ini lokalisir tersebut diizinkan untuk dibuka, Selasa (2/10/2018).

Pumbukaan cor di ujung saluran pembuangan limbah ini dilakukan secara simbolis oleh Presiden Direktur PT Nisshinbo, Mr Takamori, bersama Dansektor 21 Kolonel Inf Yusep Sudrajat.

Dansektor 21 Satgas Citarum Kolonel Inf Yusep Sudrajat mengecek kolam ikan sebagai parameter indikator di outlet IPAL PT Nisshinbo Indonesia. Selasa (2/10/2018).
Dansektor 21 Satgas Citarum Kolonel Inf Yusep Sudrajat mengecek kolam ikan sebagai parameter indikator di outlet IPAL PT Nisshinbo Indonesia. Selasa (2/10/2018).

“Hari ini kegiatan kita adalah membuka cor-coran lubang pembuangan limbah PT Nisshinbo Indonesia. Perusahaan ini tanggal 17 September 2018 lalu kita tutup lubang pembuangan limbahnya karena pada tanggal 15 September 2018 kedapatan membuang lumpur limbah ke Sungai Cisangkan ini. Jadi, selama dua minggu PT Nisshinbo ini, kita lihat bersama, sudah melakukan pembenahan pada treatment IPAL-nya (Instalasi Pengolahan Air Limbah),” terang Yusep kepada wartawan saat berada di lokasi pembukaan cor-coran didampingi Mr Takamori.

Ditambahkan oleh Yusep, “Tidak ada batas waktu untuk setiap pabrik yang kita tutup lubang pembuangan limbahnya. Lebih cepat melakukan pembenahan IPAL, tentu akan lebih cepat untuk dibuka kembali. PT Nisshinbo butuh waktu selama dua minggu, kita sudah cek, air pengolahan limbahnya sudah cukup bening, ikan mas juga hidup, sehingga dengan kondisi itu tidak membahayakan lagi ekosistem yang ada diluar. Makanya hari ini kita buka agar pabrik bisa beroperasi lagi seperti biasa,” jelasnya.

“DAS Citarum kondisinya ada kerusakan, sehingga dalam Perpres No.15 tahun 2018, tugas kita adalah mengembalikan ekosistem. Artinya, semua pabrik harus membuang hasil olahan limbahnya ke sungai dalam kondisi yang clear, bening dan bisa menghidupi makhluk hidup,” tegas Yusep. “Itu yang kita tekankan,” ujarnya.

Kolonel Yusep juga berpesan kepada pihak manajemen PT Nisshinbo agar meningkatkan kualitas hasil olahan limbahnya. “Hasil hari ini tolong ditingkatkan, sedikit lagi ke bening. Dan jika saya temukan pabrik ini membuang lagi limbahnya dalam kondisi kotor, saya akan tutup kembali saluran pembuangan limbahnya. Silahkan untuk di recycle semua atau dengan cara apa,” pesannya dihadapan elemen masyarakat dan awak media.

Dansektor 21 Satgas Citarum Kolonel Inf Yusep Sudrajat didampingi Presdir PT Nisshinbo saat wawancara dengan wartawan di lokasi pembukaan cor
Dansektor 21 Satgas Citarum Kolonel Inf Yusep Sudrajat didampingi Presdir PT Nisshinbo, Mr Takamori, saat wawancara dengan wartawan di lokasi pembukaan cor. Selasa (2/10/2018).

Pada kesempatan wawancara terpisah dengan pihak manajemen PT Nisshinbo yang langsung dijawab oleh Mr Takamori, bahwa selama lubang pembuangan limbahnya ditutup oleh Satgas Citarum ada beberapa fasilitas IPAL yang dibenahi. “Beberapa fasilitas kita tambah, equalisasi, sand filter karbon aktif, dan qualifier. Selain itu aerasi ditambah kapasitasnya, masih dalam proses, dari 2500 meter kubik menjadi 4000 meter kubik,” terangnya, yang disampaikan oleh manajemen bagian lingkungan, Suwarsa, sebagai penterjemah. “Investasi yang dianggarkan dalam pembenahan IPAL sebesar Rp 3 milyar,” ungkapnya.

Ditambahkan, pihak manajemen belum merasa puas dengan hasil yang dicapai dalam proses pengolahan limbah saat ini meski hasilnya sudah cukup bersih, “Kita belum puas, dan akan terus memperbaiki baik dari proses hingga fasilitasnya,” pungkasnya.

Presdir PT Nisshinbo Indonesia, Mr Takamori, bersama dengan staf manajemen saat memberikan keterangannya kepada wartawan. Selasa (2/10/2018).
Presdir PT Nisshinbo Indonesia, Mr Takamori, bersama dengan staf manajemen saat memberikan keterangannya kepada wartawan. Selasa (2/10/2018).

Akhir kegiatan, dilaksanakan penandatanganan surat pernyataan komitmen yang dibuat oleh manajemen PT Nisshinbo untuk konsisten membuang hasil olahan limbahnya dalam kondisi yang bersih ke aliran sungai dan mendukung Program Citarum Harum. [St]

Comments

comments