Dansektor 21 Citarum Dorong Pengembangan Bank Sampah

oleh -
Dansektor 21 Citarum Dorong Pengembangan Bank Sampah

sorotindonesia.com, BANDUNG,- Dansektor 21 Satgas Citarum Harum Kolonel Inf Yusep Sudrajat, S.IP, M.Si., dorong anggota dan warga masyarakat yang berada di wilayah tugasnya di Kabupaten Bandung, Kabupaten Sumedang dan Kota Cimahi untuk mengembangkan dan memanfaatkan bank sampah untuk mengurangi volume sampah yang dibuang.

Hal tersebut dikatakan Kolonel Yusep saat diwawancarai awak media seusai kegiatan evaluasi tahun ke 2 Citarum Harum di Mason Pine, Kota Baru Parahyangan, Kabupaten Bandung Barat, (10/10/2019).

“Sekitar 2.000 ton sampah dari Bandung Raya dikirim setiap harinya ke lokasi TPA Sarimukti, sedangkan produksi sampah setiap harinya sekitar 6.000 ton. Selisihnya masih dibuang atau diolah manual oleh masyarakat. Masih ada yang dibuang ke sungai dan bantarannya, tepian jalan atau sawah, dan sebagainya,” kata Dansektor mengawali wawancara.

Dansektor 21 Satgas Citarum Kolonel Inf Yusep Sudrajat bersama Dansektor 10 Satgas Citarum Kolonel Kav Khusnul Khuluq saat menyampaikan keterangannya terkait dengan dorongan pengembangan bank sampah, (10/10/2019).

“Untuk membuat kota dan kabupaten di Bandung Raya ini bagus dan bersih, kita berharap mulai dari rumah sampah ini dikelola, mana organik dan mana anorganik. Sampah organik bisa diarahkan untuk kepentingan yang bisa mengelolanya jadi bermanfaat, lalu yang anorganik bisa dimanfaatkan oleh masyarakat dengan cara dijual,” kata Dansektor.

Dansektor juga memaklumi dengan kondisi kegiatan sehari-hari warga masyarakat, sehingga mendorong jajaran Subsektor Satgas Citarum di wilayahnya untuk proaktif membantu masyarakat untuk bisa mengembangkan bank sampah dari mulai tingkatan RW.

“Jika sudah ada bank sampah, teknisnya bisa disepakati, apakah warga yang mengantarkan sampahnya yang telah dipilah itu ke tingkatan RT atau RW atau bagaimana. Minimal nanti hasilnya bisa jadi tabungan buat keperluan keluarga,” terang Dansektor.

Bank sampah ini, lanjut Dansektor, ada beberapa tempat yang sudah beroperasi. Tapi volume serapan dan jumlahnya masih terbilang kecil dibandingkan luasnya Bandung Raya.

“Saya sebagai Dansektor berinisiatif, saya ada 18 Subsektor, dalam satu bulan ini harus membuat percontohan bank sampah di Subsektor. Sehingga kalau di Subsektor itu sudah jalan, saya akan mengundang para tokoh warga untuk berbagi cara. Karena kalau kita hanya menghimbau tanpa ada contoh, akan banyak hambatan yang akhirnya tidak jalan-jalan,” harap Dansektor 21 ini.

“Kalau sudah ada hasilnya, lumayan sebetulnya, warga menyetorkan sampah ke bank sampah, harganya berapa, kemudian ditulis ke semodel buku tabungan, yang hasilnya nanti bisa diambil setiap saat,” urai Dansektor.

Dansektor juga berharap di satu wilayah yang sudah terdapat bank sampah untuk bisa bersinergi.

“Ya, tentunya untuk daerah yang sudah terdapat bank sampah, kita akan gandeng,” pungkasnya.[St]

Comments

comments