Pembibitan Pohon Sektor 10 Satgas Citarum, Berbuat Untuk Berbagi

oleh -

sorotindonesia.com, BANDUNG,- Meski bukan Sektor khusus untuk pembibitan pohon, namun wilayah Sektor 10 Satgas Citarum memiliki lahan pembibitan pohon seluas kurang lebih satu hektare yang terletak di Cisameng, Rajamandala, Kabupaten Bandung Barat.

“Kita mempunyai lahan pembibitan pohon, luasnya sekitar satu hektare, lokasinya di Cisameng,” kata Komandan Sektor 10 Satgas Citarum Harum, Kolonel Khusnul Khuluq, saat diwawancarai usai kegiatan evaluasi dan lokakarya tahun ke-2 Citarum Harum di Mason Pine Hotel, Padalarang, beberapa waktu lalu.

“Selain bibit pohon keras, juga ragam bibit pohon buah-buahan,” jawab Kolonel Khusnul Khuluq saat ditanya oleh wartawan.

Menariknya, pembibitan pohon ini hasilnya tidak hanya digunakan untuk penanaman di wilayah tugas Sektor 10 saja, melainkan juga dibagikan kepada pihak lain yang membutuhkan.

“Pohon-pohon yang kita bibitkan, kita berikan kepada yang membutuhkan. Ini kan bukan berbuat untuk sektoral, tapi berbuat untuk semuanya. Jadi, bila ada yang membutuhkan, silahkan ambil, tidak ada masalah,” ucap Kolonel Khusnul Khuluq.

“Sekarang yang sedang kita galakkan adalah bibit pohon mahoni,” tambahnya.

Dituturkan oleh Kolonel Khusnul Khuluq lebih lanjut, “Kita membibitkan sendiri pohon itu atas inisiatif kita di Sektor 10, tanpa biaya. Karena kita peduli dengan keluhan-keluhan warga Bandung terhadap lahan-lahan kritis,” ujarnya.

Alhamdulillah, sejauh ini dalam pekerjaan pembibitan pohon, tidak ada kendala berarti. Kita kerjakan dengan hati, insya Allah apa yang dikerjakan berjalan dengan lancar,” harapnya.

Pembibitan Pohon Sektor 10 Satgas Citarum, Berbuat Untuk Berbagi
Dansektor 10 Satgas Citarum Harum, Kolonel Kav Khusnul Khuluq. [Foto/dok. Istimewa]
Persoalan Umum Wilayah Sektor 10 Satgas Citarum Harum

Sesuai amanat dari Perpres No. 15 tahun 2018 tentang Percepatan Pengendalian Pencemaran dan Kerusakan DAS Citarum, target yang ingin diwujudkan dalam program Citarum Harum ini adalah selama 7 tahun.

Permasalahan yang terjadi di Sungai Citarum sepanjang kurang lebih 290 Km dari hulu hingga ke hilir ini adalah antara lain lahan kritis, alih fungsi hutan, limbah industri, sampah, sedimentasi, bangunan liar, kotoran hewan dan tinja, keramba jaring apung, dan sebagainya.

“Di Sektor 10 tidak ada limbah industri, yang utama adalah sampah organik dan anorganik juga kebiasaan BAB (buang air besar) sebagian warga masyarakat,” ungkap Dansektor 10 Satgas Citarum, Kolonel Khusnul Khuluq.

“Untuk menanggulangi sampah, kita sudah berkoordinasi dengan desa-desa untuk membuat tempat penampungan sampah sementara. Kita juga menggandeng Karang Taruna untuk memberdayakan sampah-sampah yang kemudian dibuat kerajinan dan barang yang bermanfaat,” terang Kolonel Khusnul Khuluq.

“Trend kita sekarang adalah mereka yang masih BAB langsung ke aliran sungai,” ujarnya.

“Kadang ada yang rumahnya bagus, tapi BAB ke selokan. Ini kita lagi edukasi, kita ajak mereka memahami bahwa BAB sembarangan itu sama dengan menari-nari di atas penderitaan orang lain,” tegas Kolonel Khusnul Khuluq.[St]

Comments

comments