Sederet Tokoh Ulama Dan NU Tersinggung, Karena K.H Ma’ruf Amin Dihina

oleh -
kh maruf1
kh maruf1

Dengan nada bicara meninggi, Ahok juga keberatan lantaran Ma’ruf sempat tidak mengakui pernah bertemu Agus Harimurti Yudhoyono dan Sylviana Murni pada 7 Oktober 2016 atau tanggal sesudah kejadian dugaan penistaan agama terjadi.”Artinya saudara saksi sudah tidak pantas jadi saksi karena sudah tidak objektif lagi. Ini sudah mengarah mendukung paslon nomor satu. Ini jelas sekali tanggal 7 Oktober,” kata Ahok.

  • Jakarta-SII–  Keterangan Ketua MUI (Majelis Ulama Indonesia) yang juga Ro’is Aam PB NU (Pengurus Besar Nahdatul Ulama)K.H Ma’ruf Amin yang menjadi saksi pada sidang Ahok ke-8 Selasa 31/1/2017 di Kantor Kementan, Jl. R. Harsono Jakarta Selatan, dibantah oleh Ahok dan tim pengacaranya.

“Artinya saudara saksi sudah tidak pantas jadi saksi karena sudah tidak objektif lagi. Ini sudah mengarah mendukung paslon nomor satu. Ini jelas sekali tanggal 7 Oktober,” kata Ahok dengan nada tinggi.

Ahok menilai, Ma’ruf telah mengungkapkan kesaksian tidak benar. Ahok dan tim kuasa hukumnya akan melanjutkan ke proses hukum. Dia ingin membuktikan tim kuasa hukumnya memiliki bukti kuat Ma’ruf memiliki hubungan dengan paslon nomor urut satu.

Pernyataan Ahok dengan nada tinggi tersebut membuat tersinggung para tokoh ulama dan warga NU.

Kekecawaan Din Syamsuddin (Dewan Pertimbangan MUI)

Menurut Din Syamsudin H. Ma’ruf Amin dicecar dengan aneka pertanyaan , juga ada kata-kata yang keras. Kemudian ada lagi, ketika Kiai Ma’ruf dituding menerima telepon dari SBY. Menurutnya perkataan Ahok itu sarkastik dan tidak manusiawi.

“Tuduhan yang bernada sarkastik tersebut sangat menghina Ketua Umum MUI dan jajaran MUI di seluruh Tanah Air. Sebenarnya, peradilan yang meminta kesaksian Ketua Umum MUI pada persidangan Ahok sebagai tersangka penista agama tidak manusiawi karena berlangsung lama sekali, sekitar tujuh jam, berbeda dengan perlakuan atas saksi-saksi lain yang hanya satu sampai dua jam, padahal KH Ma’aruf Amin sudah sepuh,” beber Ketua Dewan Pertimbangan MUI Din Syamsuddin dalam keterangannya, Rabu (1/2).

Lagi pula pertanyaan-pertanyaan pengacara Ahok berbelit-belit dan menyinggung urusan pribadi. Padahal, kata Din, saksi hadir sebagai Ketua Umum MUI yang seharusnya difokuskan pada permintaan klarifikasi pendapat keagamaan MUI tentang penistaan agama oleh Basuki Tjahaja Purnama.”Bukan mutar-mutar pada hal yang tidak relevan,” tegas Din.

Menurut Din, kemudian adanya soal percakapan telepon tersebut, dan sangat diyakini kebenarannya oleh Ahok dan tim pengacaranya, menunjukkan bahwa mereka tahu atau memiliki pengetahuan tentang kejadian itu. Hal ini justru potensial membawa masalah hukum bagi Ahok sendiri.
“Pertanyaan yang harus mereka jawab, dari mana dia tahu adanya percakapan telepon tersebut. Karena dia meyakini ada, maka berarti dia atau timnya patut diduga melakukan penyadapan secara ilegal. Kalau pengetahuan dan keyakinannya bersumber dari badan resmi negara, semisal BIN atau Mabes Polri, maka dapat dianggap adanya pembocoran rahasia negara, atau adanya kesan bahwa lembaga-lembaga negara ikut campur dalam proses hukum dan atau proses pilkada untuk memenangkan calon gubernur tertentu. Kalau ini benar adanya, maka itu merupakan pencideraan demokrasi dan proses peradilan terhadap Ahok akan dinilai tidak adil dan tidak berkeadilan,” urai Din.
 
Kecewanya Aa Gym

Tanggapan bersentimen negatif datang juga dari kyai kondang KH Abdullah Gymnastiar yang akrab disapa Aa Gym. Aa Gym dalam kicauan twitternya dan instagramnya pada Rabu (1/2/2017) .  Aa Gym melampiaskan rasa kecewanya yang mendalam melihat perlakuan kubu Ahok ini, dengan menuliskan tanggapannya di akun twitternya.

Sungguh buruk perangai yang tak menghormati orang yang lebih tua, apalagi ulama yang dituakan oleh majelis ulama, di negeri ini,” tegasnya.

twitter aagym thd Ahok
twitter aagym thd Ahok

Selain itu, dia juga menuliskan;

 “Demi Alloh, tak rela KH Ma’ruf Amin, guru/orang tua/ulama kami, pimpinan MUI yang amat kami hormati cintai, direndahkan dan diancam siapapun,” bebernya.
 
instagram aagym thd Ahok
instagram aagym thd Ahok
 
 
Kalangan NU

Demikian juga Sikap ceroboh Ahok juga mendapat kecaman dari  mantan Ketua Mahkamah Konstitusi (MK) Mahfud MD. Sebagai warga NU, Mahfud kecewa dengan ucapan Ahok yang menyudutkan Ma’ruf ulama besar yang sangat dihormati oleh warga NU. ‎

Sy bkn tokoh NU tp sy warga jam’iyyah NU sejak bayi. Sy trsinggung atas hardikan Ahok thd KH Makruf Amin. Sy ikut protes sbg warga NU,” kicau Mahfud MD dalam akun Twitter pribadinya, @mohmahfudmd  Rabu (1/2/2017).

Kalau tak percaya kesaksian KH Makruf Amin, kan ada tata caranya. Nyatakan itu di kesimpulan atau di Pleidoi,” jelasnya.

Ia juga menjawab sejumlah pertanyaan follower di akun Twitter soal penyadapan terhadap KH Ma’ruf Amin. “Sy tak prnh ikut2 aksi pesnistaan agama. Tapi soal K. Makruf menerima telepon dan tamu di PBNU, apa hubungannya dgn fatwa MUI? Kok disadap?”

Ketua Bidang Antarlembaga PW GP Ansor DKI, Redim Okto Fudin, dalam keterangan mengatakan Rabu (1/2) melecehkan Ketum MUI Ma’ruf Amin.Redim menilai, tuduhan Ahok dan pengacaranya yang menyebut Ma’ruf menutupi latar belakangnya sebagai Wantimpres era SBY sangat tendensius. Menurutnya, jabatan itu sengaja tak ditulis karena sudah tidak diemban lagi.

“Saya melihat sikap dan perlakuan Ahok dan tim pengacara Ahok terhadap Kiai Ma’ruf Amin sebagai Rais Am PBNU di persidangan sangat kasar, sarkastik, melecehkan, dan menghina marwah NU. Apalagi pengacara, intimidatif. Kami tidak terima”, ujar  Redim Okto Fudin.

Ucapan Ahok yang menyebut Ma’ruf Amin tidak obyektif juga dinilai melecehkan. GP Ansor akan menggandeng kader NU kelompok lain untuk konsolidasi. “Pengacara Ahok telah menabuh genderang perang dengan NU. Ente jual ane beli. Kiai Ma’ruf adalah pimpinan tertinggi NU dengan puluhan juta pengikut. Kami akan catat ini sebagai pelecehan tak terkira pada warga NU,” ujarnya, geram.

“Kami konsolidasi dengan seluruh kader muda NU, termasuk Banser. Kami hormat pada ulama kami. Kami akan buat perhitungan”, pungkasnya.

Berita Terkait:

SBY Klarifikasi Terkait Perkembangan Politik Saat Ini

Habib Rizieq: Tim Kuasa Hukum FPI Telah Mendaftarkan Pra Peradilan Terkait Dugaan Kasus Di Polda Jabar

Wahid Institute



Lain halnya,  seorang putri K.H Abdur Rahman Wahid, yang memberikan komentarnya antara lain bahwa semestinya pihak Ahok lebih bersikap bijak dalam menyikapi KH. Ma’ruf Amin. Saat ini, ucap putri Presiden ke-4 RI Gus Dur itu, begitu banyak aksi tuntut-menuntut yang terjadi dan menyebabkan energi bangsa habis di tengah jalan. Padahal begitu banyak persoalan bangsa yang harus dihadapi sehingga seluruh elemen masyarakat hendaknya bersatu padu agar bisa menuntaskannya.

“Kami berharap agar baik Pak Ahok maupun pengacaranya mengurungkan niat untuk membawa Kiai Ma’ruf Amin ke pangadilan menyangkut kesaksian beliau hari ini,” ujar Yenny di Jakarta, Selasa (31/1/2017).

Menurut Yenny, ada sejumlah alasan kenapa ia meminta Ahok untuk tak memperkarakan kesaksian Ma’ruf Amin. Salah satunya agar kerukunan bangsa tetap terjaga.

“Kami memahami bahwa menuntut ke pengadilan adalah hak yang dimiliki oleh setiap warga negara apabila merasa diperlakukan tidak adil oleh orang lain. Namun mengingat situasi kebatinan bangsa kita saat ini, sangat rentan terpecah belah. Alangkah eloknya kalau justru Pak Ahok menunjukkan sikap besar hati dan memilih pendekatan dialogis dengan pihak Kiai Ma’ruf Amin,” kata Yenny.

(ed by Bhq)

(Alams-Bhq)




Comments

comments