Sebuah Pertimbangan Tentang Sosok Cagub Aceh Muzakir Manaf

cagub aceh muzakir manaf
cagub aceh muzakir manaf

Tokoh Eks Panglima GAM ini akan maju lagi menjadi Cagub Aceh pada Pilkada Aceh 2017. Pilihan tergantung anda masyarakat Aceh. Namun inilah beberapa pertimbangan yang mendasar untuk memilih Pemimpin yang membawa kepada situasi dan kondisi yang damai dan aman serta meningkatkan  kesejahteraan masyarakat khususnya di Aceh.

 

 

Banda Aceh — Pesta demokrasi/pilkada untuk pemilihan gubernur Aceh 2017  yang baru tidak lama lagi akan segera dimulai. Dari calon-calon yang ada salah satunya adalah Wakil Gubernur Aceh saat ini yaitu Muzakir Manaf, yang diusung dari Partai Aceh. Muzakir Manaf dipastikan akan disandingkan dengan calon wakil gubernur Aceh, T.A. Khalid yang merupakan salah satu kader dari Partai Gerindra.

 

Sebagai masyarakat Aceh yang nantinya terlibat dalam pemilihan kepala daerah tersebut tentunya pasti akan menimbang-nimbang, siapa calon gubernur dan calon wakil gubernur yang cocok saat ini dalam membangun Aceh, lima tahun mendatang. Dalam menentukan sosok yang tepat tentu masyarakat Aceh harus memiliki pengetahuan dasar terhadap sosok tersebut, agar masyarakat tidak salah pilih, sehingga propinsi Aceh dalam maju dan berkembang lebih baik lagi. Didalam tulisan ini kami mencoba ingin membantu masyarakat Aceh melihat sosok calon gubernur Aceh, Muzakir Manaf yang diusung oleh Partai Aceh yang akan maju dalam pesta demokrasi/pilkada 2017 mendatang.

 

Kekuatan Dan Kelemahan

Kekuatan :

  • Pada pemilu 2014 yang lalu Partai Aceh menjadi adalah partai dengan perolehan suara terbanyak (35,80%)
  • Jumlah parlemen di DPR Aceh, Partai Aceh memiliki 29 kursi dari 81 kursi.
  • Dalam upaya pemenangan calon gubernur Muzakir Manaf pada pilkada 2017 mendatang ada kurang lebih 16 organisasi relawan yang mendukung Muzakir Manaf – T.A.Khalid antara lain yaitu : Rakan Mualem, Gerakan Rakyat Dukung (Gardu) Mualem, Sahibul Mualem, Laskar Cut Nyak Dien, Pelajar Mualem Anti Narkoba, Rakan Muda Mualem, Suara Rakyat Aceh (SURA), Pongni Mualem, Komando Mualem, Rakyat Meurehom Keu Mualem, Balai Aliansi Ceuding Ayu, Barisan Petani, Nelayan Aceh pendukung Mualem, (PNA-PM), Gerakan Rakyat Dukung Mualem (Geradum), Wareh Mualem, Sahabat Maulem dan Brigade Becak Aceh 3 Sagoe.

 

Kelemahan :

 

  • Sejumlah janji-janji pada waktu pilkada tahun 2012 dari pasangan Gubernur Aceh (Zaini Abdullah) dan Wakil Gubernur Aceh (Muzakir Manaf) yang terpilih, sampai saat ini belum terealisasi sebagaimana yang pernah mereka janjikan, salah satu janjinya yaitu pemberian cuma-cuma uang senilai 1 juta/bulan untuk setiap KK.
  • Pemilihan calon wakil gubernur yang akan mendampingnya, T.A. Khalid sangat kental hubungannya dengan adanya bantuan finansial dari Ketua umum Gerindra Prabowo Subianto kepada Muzakir Manaf. (Politik balas budi)
  • Muzakir Manaf selalu meminta kepada sejumlah investor untuk menanamkan modal di Aceh agar dapat meningkatkan pertumbuhan ekonomi, serta mengurangi pengangguran di Aceh, namun ia sendiri memiliki beberapa bisnis dan investasi diluar Aceh, sehingga hal ini sangat bertolak belakang.
  • Proyek-proyek pembangunan di Aceh sebagian besar dikuasai oleh politikus dari Partai Aceh. Banyak pemenang tender proyek-proyek pembangunan infrastruktur di Aceh dilakukan dengan cara yang tidak sehat, sehingga kualitas dari proyek-proyek tersebut sangat diragukan untuk dapat bertahan lama.
  • Sumber daya ekonomi tidak berpihak kepada kepentingan masyarakat Aceh, padahal banyak sekali dana yang digelontorkan dari Pemerintah Pusat, namun kehidupan rakyat Aceh masih terjebak dalam kemiskinan.
  • Muzakir Manaf memiliki 3 orang istri yang sah ( Marlina Usman, Salmawati dan Kiki), belum lagi sejumlah perempuan lainnya yang berada diluar Aceh. Dengan ketiga istrinya tersebut, hal ini dapat berpengaruh terhadap sejumlah fasilitas negara yang akan digunakan.
  • Kurang etika dalam berpolitik. Muzakir pernah melakukan propaganda hitam/mendiskreditkan Zaini Abdullah yang notabene beliau adalah atasannya sendiri. Itu juga dilakukan Muzakir kepada Irwandi Yusuf. Muzakir menyebut mereka “Aceh merana dibawah kepemimpinan dokter hewan dan dokter manusia“. Bagaimanapun juga pasangan Zaini Abdullah-Muzakir Manaf masih mempunyai tanggung jawab yang besar kepada rakyat Aceh, tetapi sebaliknya yang mereka tunjukan adalah mereka tidak bisa menjaga kewibawaan lembaga eksekutif.
Baca:   Ramos Horta Yakini Masyarakat Papua Masih Ingin Bersama NKRI

 

Peluang Dan Problema

 

Peluang :

Adanya dukungan dari Partai Politik yakni Partai Gerindra dan Partai PKS.

 

Problema :

  1. Adanya perpecahan dari Partai Aceh, yang mana ditandai dengan kehadiran dari Eks kombatan GAM antara lain : Zakaria Saman, Zaini Abdullah, dan Muzakir Manaf dimana mereka mencalonkan diri sebagai calon gubernur Aceh periode 2017-2022. Perpecahan dari mereka sangat mempengaruhi kepercayaan masyarakat Aceh terhadap Partai Aceh.
  2. Ada sebagian kader dan simpatisan dari Partai Aceh yang tidak menghendaki TA Khalid berpasangan dengan Muzakir Manaf, karena T.A.Khalid tidak berasal dari Partai Aceh.
  3. Adanya calon gubernur diluar Partai Aceh yang sudah berpengalaman dalam dunia birokrasi, sehingga mereka dapat menjadi kerikil tajam bagi Muzakir Manaf.
  4. Kemungkinan besar adanya keinginan masyarakat Aceh untuk memilih calon gubernur dari luar Partai Aceh, karena hasil kepemimpinan sekarang yang semuanya dari Partai Aceh, tidak memberikan perubahan yang berarti dalam bidang ekonomi, dimana tingkat kemiskinan di Aceh sampai saat sangat memprihatinkan.

 

Kiranya gambaran yang telah kami tuliskan diatas, dapat membantu masyarakat Aceh dalam menentukan siapa sosok yang cocok dalam memimpin Aceh lima tahun mendatang. (Untuk calon gubernur Aceh lainnya, akan segera kami tuangkan, agar informasi para calon gubernur Aceh serasa seimbang)

tim. SII

Comments

comments



Be the first to comment

Leave a Reply

Alamat email Anda tidak akan dipublikasikan.