Kucing-kucingan Buang Limbah, Satgas Citarum Tindak Dua Pabrik Di Jalan Industri Cimahi

oleh
Jajaran Satgas Citarum Sektor 21 dibantu elemen masyarakat saat menutup lubang pembuangan limbah PT Asatex, Jl. Industri, Kota Cimahi.
Jajaran Satgas Citarum Sektor 21 dibantu elemen masyarakat saat menutup lubang pembuangan limbah PT Asatex, Jl. Industri, Kota Cimahi, Sabtu (30/6/2018).

CIMAHI,- Satgas Citarum Sektor 21 tutup lubang pembuangan limbah di dua pabrik di Jalan Industri, Kota Cimahi, Sabtu (30/6/2018). Ke dua pabrik tersebut adalah PT Asatex dan Tanjung Harapan.

Tindakan yang dilakukan oleh Dansektor 21 Satgas Citarum Kolonel Inf Yusep Sudrajat beserta jajaran ini dikarenakan PT Asatex dan Tanjung Harapan diketemukan masih mencemari lingkungan dengan membuang limbah kotor ke aliran Sungai Cimahi. Padahal selain sudah diperingatkan oleh Dansektor, juga perusahaan-perusahaan yang berpotensi membuang limbahnya ke aliran sungai sudah berkomitmen dan deklarasi mendukung percepatan pengendalian pencemaran dan kerusakan DAS Citarum dihadapan Menko Maritim, Menristekdikti, JAM Intel Kejagung, Sesjen Wantannas, Kapolda Jabar, Pangdam Siliwangi, Gubernur Jawa Barat dan Ketua DPRD Jabar saat pertemuan beberapa waktu lalu di Trans Luxury Hotel, Kota Bandung.

Kegiatan penutupan lubang pembuangan limbah PT Asatex dan Tanjung Harapan kemarin, dipimpin langsung oleh Kolonel Inf Yusep Sudrajat dan dibantu elemen masyarakat dari LSM PMPRI, Relawan Bela Alam, Relawan Citarum Harum, Komunitas Sampurasun, dan turut disaksikan oleh Camat Cimahi Selatan Tuti Hestiantina serta Pj Kepala Kelurahan Utama Rati Jubaedah.

Jajaran Sektor 21 Satgas Citarum dari Subsektor 21-13 bersama dengan elemen masyarakat dan pemerintah setempat serta Polsek sebelum melaksanakan penutupan lubang pembuangan limbah PT Asatex, Sabtu (30/6/2018).
Jajaran Sektor 21 Satgas Citarum dari Subsektor 21-13 bersama dengan elemen masyarakat dan pemerintah setempat serta Polsek sebelum melaksanakan penutupan lubang pembuangan limbah PT Asatex, Sabtu (30/6/2018).

“Kami melaksanakan penutupan lubang pembuangan limbah PT Asatex hari ini, setelah pada tanggal 26 Juni 2018 lalu kedapatan mengeluarkan limbah yang hitam pekat. Saya yakin (limbah) itu tidak diolah dengan baik,” ujar Yusep saat diwawancara oleh wartawan di sela kegiatan.

“Jadi, kami melakukan penutupan agar limbahnya tidak mencemari lingkungan sesuai dengan tugas dan fungsi saya sebagai Dansektor Satgas Citarum Harum. Perpres Nomor 15 tahun 2018 mengamanatkan kepada kami untuk segera mengembalikan ekosistem yang ada di DAS Citarum, termasuk anak-anak sungai ini. Kami salasatunya melokalisir kerusakan lingkungan dan melokalisir sumber pencemaran,” jelas Yusep.

Dikatakannya lagi, “Kita mempersilahkan pemiliknya untuk untuk membuat atau mengelola IPAL-nya dengan baik, setelah clear¬†diharapkan perusahaan membuang limbahnya ke aliran sungai masyarakat dalam kondisi bersih. Dan tidak ada kucing-kucingan lagi dengan Satgas Citarum, komitmen itu yang akan kami minta kepada pemilik perusahaan,” tegasnya.

Diterangkan oleh Yusep lebih lanjut, “Perusahaan-perusahaan disini saya lihat masih kucing-kucingan, misalkan pagi dan siang limbahnya bagus, tapi malam mereka buang limbah kotornya. Atau pada saat hujan dia lepas limbah-limbah itu,” terangnya.

Yusep menekankan, “Untuk pembuang limbah itu kami tetap akan cari, untuk pemilik pabrik berkomitmen, mari kita kerjasama dengan Satgas Citarum dan tidak lagi kucing-kucingan untuk terwujudnya Citarum Harum,” ucapnya.

Ditemui wartawan dikesempatan penutupan lubang pembuangan limbah PT Asatex, perwakilan perusahaan, Usman, enggan berkomentar.¬† Begitu pula staf perwakilan Tanjung Harapan, Ara, “Nanti saja tunggu Pak Kevin. Sekarang beliau sedang berada diluar kota,” ujarnya.

Satgas Citarum Sektor 21 Sudah Tutup 16 Lubang Pembungan Limbah Pabrik

Semenjak bulan April 2018 hingga kini, tidak kurang dari 16 perusahaan sudah ditutup lubang pembuangan limbahnya oleh jajaran Sektor 21 Satgas Citarum.

Diungkapkan oleh Dansektor 21 Yusep Sudrajat, “Saya melaksanakan penutupan lubang pembuangan limbah pabrik ini sejak April, agar ekosistem tidak rusak. Ada 16 pabrik di Kabupaten Bandung dan Kota Cimahi,” ungkapnya.

Jumlah ini kemungkinan akan bertambah, karena fakta dilapangan jajaran Sektor 21 masih menemukan pabrik yang membuang limbah kotornya ke aliran sungai.

Namun demikian, dijelaskan oleh Yusep lagi, “5 pabrik lubang pembuangan limbahnya sudah dibuka kembali. Karena mereka sudah komitmen dan kita check limbahnya sudah tidak kotor. Tapi bila diketemukan membuang limbah kotor lagi, jajaran Satgas Citarum dan masyarakat yang ikut mengawasi, kita tidak segan untuk menutupnya kembali secara permanen,” pungkasnya. [St]

Comments

comments