Satgas Citarum Sektor 21 Sidak Limbah Pabrik Di Cimahi

oleh
Sidak Dansektor 21 Satgas Citarum Kolonel Inf Yusep Sudrajat ke PT Sansan Saudaratex Jaya Cimahi
Sidak Dansektor 21 Satgas Citarum Kolonel Inf Yusep Sudrajat ke PT Sansan Saudaratex Jaya, Kota Cimahi, Sabtu (25/8/2018).

CIMAHI – Dansektor 21 Satgas Citarum Kolonel Inf Yusep Sudrajat beserta anggota Subsektor 21-13 Cimahi, laksanakan sidak terkait limbah di 5 perusahaan tekstil dan meminta pihak manajemen pabrik untuk melakukan percepatan perbaikan dalam mengelola limbah agar tidak mencemari aliran sungai, diiringi pembuatan surat pernyataan berisi komitmen yang ditandatangani petinggi perusahaan. Pabrik yang disidak itu antara lain, PT Mewah Niagajaya, PT Duta Warna, PT Sansan Saudaratex Jaya, PT Blessindo, dan PT Long Sun.

“Pabrik yang kita lakukan sidak hari ini berdasarkan hasil temuan anggota satgas dilapangan beberapa hari yang lalu, limbah yang masih belum maksimal keluar dari outlet pembuangan pabrik,” ujar Kolonel Inf Yusep Sudrajat, Sabtu (25/8/2018).

Dari lima pabrik yang disidak, Dansektor 21 mendapatkan komitmen dari 3 pemilik pabrik, “Untuk Blessindo dan Duta Warna, pemilik sedang tak berada di lokasi. Besok tetap akan kami sidak lagi,” tegasnya.

Sementara, ketika melakukan sidak dan pengecekan ulang di PT Mewah Niagajaya, Mr Lee selaku Direktur perusahaan mengakui sejauh ini terus berupaya melakukan perbaikan dan pembenahan, baik secara teknis dan penambahan infrastruktur pengolahan limbah. “Kami masih belum menemukan formulasi yang tepat dalam pemberian dosis chemical (kimia-red), karena produksi pencelupan sifatnya fluktuatif, selalu berubah-ubah,” kilahnya.

Di tempat berbeda, Gunaras Danubrata selaku Direktur PT Sansan Saudaratex Jaya menandatangani surat pernyataan dan disaksikan oleh tim IPAL dan Harry Danubrata Manager Bisnis Improvement & Development. Pihak perusahaan mengakui pada saat tim satgas temukan limbah yang cenderung berwarna putih keluar dari saluran pembuangan IPAL, ada kesalahan formula (trial by error) saat melakukan uji cobq pada treatment chemical.

Melalui Harry Danubrata mengatakan dirinya akan mendukung program Citarum Harum, dirinya juga merasa berterimakasih kepada satgas karena telah membantu dalam mengawasi semua pabrik dalam pencemaran limbah, khususnya yang dilakukan terhadap perusahaannya.

“Saya sangat mendukung apa yang diinginkan satgas untuk mengembalikan ekosistem dan kelestarian sungai, untuk itu saya selaku penanggung jawab dalam pengembangan, termasuk dalam pengelolaan limbah telah menyiapkan pembangunan infrastruktur secara menyeluruh, demi kebaikan perusahaan dan lingkungan,” jelasnya.

Yang terakhir, PT Long Sun Tekstil, berdasarkan pengecekan output air limbah dan hasilnya masih kurang memenuhi standar, Dansektor 21 memberikan tenggat waktu hingga 7 hari kedepan agar warnanya jernih sesuai yang diharapkan yakni sejenis air mineral. [*]

Comments

comments