Satgas Citarum Sektor 21 Tutup Saluran Pembuangan Limbah PT Mulia Lestari

oleh
Satgas Citarum Sektor 21 Tutup Saluran Pembuangan Limbah PT Mulia Lestari

CIMAHI,- Satgas Citarum Sektor 21 menutup lubang saluran pembuangan limbah pabrik milik PT Mulia Lestari di, Jl. Cibaligo, Kota Cimahi, Senin (9/7/2018).

Penutupan lubang pembuangan limbah pabrik yang memproduksi bahan tekstil kaos ini langsung dipimpin oleh Dansektor 21 Kolonel Inf Yusep Sudrajat beserta jajaran, disaksikan langsung oleh elemen masyarakat, komunitas dan awak media.

Menurut Dansektor, penutupan lubang pembuangan limbah ini dilakukan karena jajaran Satgas menemukan pada Minggu dini hari ada limbah yang dibuang dalam kondisi kotor. “Satgas Citarum menemukan pada hari Minggu dini hari pukul 01.55 Wib ada pembuangan dari PT Mulia Lestari, limbah yang masih kotor, hitam dan berbau. Setelah itu saya koordinasi untuk menutup lubang pembuangan limbahnya hari ini,” kata Kolonel Inf Yusep Sudrajat.

Limbah yang keluar dari PT Mulia Lestari yang ditemukan oleh jajaran Sektor 21 Satgas Citarum Harum pada hari Minggu dinihari dalam kondisi kotor, panas, dan berbau didalam gorong-gorong.

Ditambahkan oleh Yusep, “Saya sudah bertemu dengan pemilik pabrik, Pak Andrew, untuk mengecek sejauh mana pekerja limbah itu dan membuangnya lewat mana, kita akan telusuri itu, sehingga saat ini kita tutup saluran pembuangan limbahnya”. Dilanjutkan oleh Yusep,”Saya lihat, meski lubang pembuangan limbahnya ditutup, tetapi tidak berpengaruh terhadap produksi. Ternyata mereka sudah melakukan recycle limbahnya. Tetapi ini menyangkut kredibilitas perusahaan, jika ada limbah kotor yang keluar, harus segera ditemukan. Jangan lagi ada limbah kotor yang keluar dari pabrik,” tegasnya.

Satgas Citarum Harum Sektor 21 Tutup Lubang pembuangan limbah PT Mulia Lestari
Dansektor 21 Satgas Citarum Kolonel Inf Yusep Sudrajat (kanan) dan GM PT Mulia Lestari (kiri) saat wawancara dengan wartawan, Senin (9/7/2018).

Dikesempatan yang sama, Andrew, General Manager PT Mulia Lestari menyebutkan, “Kita dari manajemen masih menelusuri, darimana asal limbah kotor tersebut. Selama ini kita menyedot air sungai, karena air kita kurang,” jelas Andrew.

“Saya merasa lucu ada limbah yang keluar, nah ini tugas kami untuk menginvestigasi agar tidak terjadi lagi kedepan,” imbuhnya. “Kami sendiri baru tau tadi malam. Dan ini pelajaran bagi kita. Karena selama ini memang kita sudah recycle, 1.000 kubik per hari, dan kita pakai ulang semuanya,” terang Andrew.

“Prinsipnya, kami dukung Satgas Citarum, untuk bagaimana Sungai Citarum bisa lestari,” pungkasnya.

PT Mulia Lestari Kelola Limbah Sampai Bisa Diminum

Awak media sempat meninjau IPAL dan proses pengolahan limbah di PT Mulia Lestari, diterangkan oleh Satia Oktavianus selaku Wash Water Treatment Manager perusahaan tersebut, proses pengolahan limbahnya menggunakan sistem biologi, kimia dan fisika.

Tampak fasilitas IPAL yang tertata dengan rapi. Mekanisme yang digunakan diakhir pengolahan limbah adalah masuk kedalam RO unit. Saat dilakukan pengecekan di bak kontrol outlet, air limbah saat itu terlihat jernih, yang pada prosesnya kembali ke inlet.

Seorang karyawan PT Mulia Lestari menunjukkan contoh air limbah yang diambil dari hasil pengolahan akhir yang tampak sudah jernih kepada wartawan.

“Air dari proses pengolahan limbah yang sudah bersih ini sebagian kami salurkan ke dalam pabrik dan masuk kedalam proses Reverse Osmosis (RO) untuk langsung dapat diminum,” kata Satia. [St]

Comments

comments