Satgas Citarum Sektor 21 Tutup Lubang IPAL PT Natatex Prima

oleh -
Satgas Citarum Sektor 21 Tutup Lubang IPAL PT Natatex Prima

sorotindonesia.com, SUMEDANG,- Jajaran Sektor 21 Satgas Citarum menutup saluran pembuangan IPAL PT Natatex Prima, Jl. Raya Bandung-Garut, Kabupaten Sumedang, dengan cara dicor menggunakan adukan semen, Sabtu (12/10/2019) pagi.

Penutupan ini dilakukan karena dari hasil patroli jajaran Subsektor 21-15/Sumedang dini hari sebelumnya sekitar pukul 03.30 WIB, perusahaan tekstil yang bergerak di bidang dyeing dan spinning ini ditemukan membuang hasil olahan limbahnya ke media lingkungan dengan kondisi hitam pekat, berbau dan panas.

Kondisi pembuangan hasil olahan limbah dari IPAL PT Natatex Prima, Kabupaten Sumedang, saat ditemukan oleh patroli Satgas Citarum Sektor 21 Subsektor 15, Sabtu (12/10/2019) dini hari, dengan kondisi berwarna hitam, berbau dan panas.

Dipimpin Pasiminlogops Sektor 21, Letda Inf Saniyo, penutupan ini berlangsung sekitar satu jam, disaksikan langsung oleh HRD & Umum PT Natatex Prima, Andrie, serta elemen masyarakat dan awak media. Tampak air di saluran out fall sebelum dilakukan lokalisir, masih berwarna kehitaman.

“Kegiatan hari ini, kita Sektor 21 melakukan penutupan saluran air limbah PT Natatex Prima. Karena berawal dari laporan warga dan temuan Subsektor Sumedang tadi dini hari,” kata Dansektor 21 Satgas Citarum Kolonel Inf Yusep Sudrajat melalui Pasiminops Letda Inf Saniyo kepada wartawan seusai kegiatan penutupan.

“Pas tadi pagi itu, kita temukan bahwa pembuangan air limbahnya hitam pekat dan berbau,” terangnya.

Untuk itu, lanjut Saniyo, kita ambil tindakan agar menjadi pembelajaran bagi perusahaan-perusahaan lainnya tidak mencoba membuang limbahnya secara sembunyi-sembunyi.

“Kita tentunya akan terus mengawasi dengan cara berpatroli dengan waktu yang tidak tetap,” ujarnya lagi mengingatkan.

Lokalisir lubang saluran pembuangan limbah ini, sambungnya, tidak dilakukan secara tiba-tiba tanpa sosialisasi terlebih dahulu kepada pihak industri.

“Satgas Citarum sejak awal sudah sering mengingatkan, baik secara lisan maupun dengan komitmen-komitmen agar semua industri dapat mengelola IPAL (Instalasi Pembuangan Air Limbah) dengan baik, khususnya di wilayah tugas Sektor 21. Karena TNI dalam hal ini memiliki tugas untuk mengembalikan secepatnya ekosistem di DAS Citarum,” terangnya lagi.

Menanggapi penutupan saluran pembuangan IPAL oleh jajaran Satgas, Andrie mewakili pihak perusahaan mengaku bisa menerimanya.

“Kita akan berkoordinasi dengan pihak Satgas, apabila memang ada yang harus dibenahi, diperbaiki, ataupun ada kelalaian dari pihak kami,” kata Andrie.

Dilanjutkan oleh Andrie, “Kita, PT Natatex berkomitmen untuk prinsipnya segera memperbaiki. Dan ada sarana prasarana yang mungkin belum lengkap, kami akan lengkapi sekarang,” lanjutnya.

Terkait ditemukannya pembuangan limbah pada malam hari dari perusahaannya ke media lingkungan, dijawab oleh Andrie, “Ada kemungkinannya karena malam kurangnya pengawasan (internal), untuk itu SDM-nya akan segera kita perbaiki terutama untuk malam hari, agar meminimalisir unsur kelalaian,” jawabnya.

Andrie juga menyebutkan bahwa untuk kepentingan IPAL, pihaknya sudah melakukan pembenahan sejak lama.

“Kita sudah melakukan pembenahan IPAL sebetulnya sejak dahulu, bahkan pernah mendapatkan Proper. Cuma mungkin kebutuhan juga meningkat, ada perubahan-perubahan, kita juga kurang lebihnya harus mengikuti,” ungkapnya.

“Kedepan mungkin kita akan menambah fasilitas pengolahan limbah secara biologi,” tambahnya.

PT Natatex Prima ini sendiri, dijelaskan oleh Andrie, memiliki jumlah karyawan sekitar 200 orang yang terbagi menjadi 3 shift. [St]

Comments

comments