Satgas Citarum Sektor 21 Lokalisir Pembuangan Limbah PT Rajawali Hiyoto

oleh -
Satgas Citarum Sektor 21 Lokalisir Pembuangan Limbah PT Rajawali Hiyoto
Temuan pembuangan cairan berwarna ke Sungai Cimahi yang berasal dari saluran PT Rajawali Hiyoto, Kota Cimahi, Kamis (12/9/2019) pagi.

sorotindonesia.com, CIMAHI,- Jajaran Sektor 21 Satgas Citarum Harum melaksanakan tindakan melokalisir saluran pembuangan IPAL perusahaan produk cat PT Rajawali Hiyoto, Jl. Industri II, Kota Cimahi, dengan cara dicor, Kamis (12/9/2019).

Lokalisir ini dilakukan karena perusahaan tersebut diketemukan telah membuang cairan berwarna ke arah Sungai Cimahi saat anggota Satgas Citarum Subsektor 21-13 sedang berpatroli sekitar pukul 08.30 WIB.

Kemudian dilakukan penelusuran ke dalam IPAL pabrik untuk memastikan sumber pencemaran tersebut berasal.

Setelah dilaporkan, Dansektor 21 Kolonel Inf Yusep Sudrajat memerintahkan jajaran Subsektor 21-13 untuk melokalisir dugaan sumber pencemaran tersebut, sekaligus didampingi oleh tim gabungan dari Ditreskrimsus Polda Jabar dan Dinas Lingkungan Hidup (DLH) Kota Cimahi untuk pengambilan sampel.

Selanjutnya, Pasiminops Sektor 21 Satgas Citarum, Letda Inf Saniyo, bersama jajaran melaksanakan pengecekan untuk melihat kondisi IPAL PT Rajawali Hiyoto.

Tampak di outlet IPAL perusahaan penghasil cat tembok merk terkemuka tersebut belum menerapkan yang menjadi parameter Satgas Citarum, yakni ada ikan mas atau ikan koi hidup di kolam indikator, sebagai penanda hasil olahan limbah yang dibuang ke media lingkungan aman bagi ekosistem.

Pengecekan outlet IPAL PT Rajawali Hiyoto oleh jajaran Satgas Citarum Sektor 21

Pada kegiatan pengecekan, pihak perusahaan sempat menyampaikan argumentasinya atas indikasi hasil temuan dan pertanyaan dari satgas.

Kegiatan berlanjut ke titik lokasi yang dilakukan pengecoran saluran. Tampak juga ada penggabungan antara saluran pembuangan limbah dan drainase yang menuju ke aliran sungai.

Dimintai tanggapannya terkait tindakan lokalisir saluran pembuangan hasil olahan limbah yang dilakukan oleh Satgas Citarum, manajemen PT Rajawali Hiyoto yang diwakili Compliance Manager, Wahyu Mubandono mengungkapkan, “Kejadian ini sangat tidak kami harapkan, kami komitmen terhadap lingkungan hidup, kami juga aktif di program-program Citarum Harum seperti pertemuan dengan gubernur, walikota, dan pemerintah daerah,” kata Wahyu.

Memang sistem sehebat apapun, menurut Wahyu, tidak lepas dari manusianya atau human error. “Masalah ini bisa dibilang human error yang sebetulnya tidak terlalu besar. Tetapi kami merasa ini juga harus diperbaiki, improve, kami komit akan perbaiki persoalan IPAL ini, dan saran tentang kolam ikan, kami janjikan mulai besok pagi sudah kami buat. Itu yang kami sudah buat adalah kolam untuk trial and error,” terang Wahyu.

Terpisah, Letda Inf Saniyo menjelaskan, “Kita melaksanakan patroli sungai di kawasan Jalan Industri ini, dan menemukan ada pembuangan yang diduga dari PT Rajawali Hiyoto, lalu kita telusuri,” jelasnya.

“Ada pernyataan dari pihak perusahaan bahwa itu bukan dari limbah, tetapi dari sisa pencucian mobil. Maka untuk tidak menjadi simpang siur, untuk melakukan tindakan kita berkomunikasi dengan konsultannya, apapun alibinya dari pihak perusahaan. Tapi yang jelas, menurut Pak Wahyu besok akan segera melakukan perbaikan IPAL sesuai dengan standar LH maupun satgas,” pungkas Letda Inf Saniyo.[St]

Comments

comments