Satgas Citarum Keruk Sedimentasi Kali Malang Cimahi

oleh -
Satgas Citarum Keruk Sedimentasi Kali Malang Cimahi

sorotindonesia.com, CIMAHI,- Jajaran Satgas Citarum Harum Sektor 21 Subsektor 13 bersama DPKP Kota Cimahi dan Kelurahan Melong, melaksanakan giat pengerukan sedimentasi di Kali Malang (Sasak Golkar) yang merupakan terusan Sungai Cibaligo anak Sungai Citarum, disepanjang RW 01 dan RW 02 Kelurahan Melong, Kecamatan Cimahi Selatan, Kota Cimahi, Sabtu (30/11/2019).

Pengerukan tersebut menggunakan 1 (satu) unit escavator dan 3 (tiga) unit dumptruck milik Pemkot Cimahi dan melibatkan sekitar 20 personil dari Satgas Citarum Sektor 21 Subsektor 13, DPKP Kota Cimahi, dan warga dari RW 01 dan RW 02.

“Panjang lokasi yang dikeruk 300 Meter dengan kedalaman sedimentasi mencapai satu meter,” kata Serka Lilik.

“Pekerjaan ini hasil kerjasama dengan stakeholder terkait dari Pemkot Cimahi dan Kelurahan Melong,” tambahnya.

“Mudah-mudahan dengan kegiatan pengerukan ini dapat mengurangi banjir yang sering dialami warga masyarakat di sekitar Sasak Golkar,” harapnya.

Selain pengerukan sedimentasi, juga dilakukan pembuatan sodetan yang tujuannya mengurangi luapan air dari terusan Sungai Cibaligo.

“Untuk mengurangi luapan air di terusan Sungai Cibaligo yang selama ini luapannya terhambat karena satu arah, dengan sodetan itu jadi mengalir ke dua arah, baik ke terusan Sungai Cibaligo yang mengalir ke Margaasih dan Kali Malang,” jelasnya. Sodetan tersebut sekitar 50 meter dengan lebar 3 meter, kedalaman yang ditargetkan 3 meter.

“Bila tidak ada halangan, sodetan ini direncanakan tuntas akhir Desember 2019,” ujarnya.

Warga Apresiasi Pekerjaan Pengerukan Di Kali Malang

Pekerjaan pengerukan yang digagas oleh Satgas Citarum Sektor 21 bekerjasama dengan Pemkot Cimahi dan Kelurahan Melong ini, mendapat apresiasi dari warga sekitar aliran sungai.

Seperti yang disampaikan oleh Ibu Momoh (67) warga RT 04 RW 02, yang rumah dan tempat usahanya berdekatan dengan Kali Malang.

“Saya senang dengan pengerukan ini, semoga tidak lagi banjir,” ujarnya.

Biasanya, tutur Ibu Momoh, bila hujan deras sering terjadi banjir.

“Kalau hujan, disini suka banjir walau cuma sebentar, dua atau tiga jam, tapi cukup mengganggu,” ungkap Ibu Momoh yang membuka usaha warung nasi di lokasi tersebut.

Ibu Momoh juga memberikan apresiasi dengan kehadiran Satgas Citarum.

“Saya sering melihat dari Satgas membersihkan sungai ini, yang memang suka banyak sampah. Apalagi sekarang sudah dikeruk. Semoga warga juga tidak membuang sampah lagi ke sungai,” harapnya.

Tampak di sekitar Kali Malang tersebut, beberapa bangunan rumah diberi pagar penahan banjir agar air tidak masuk ke dalam rumah.[St]

Comments

comments