Jernih Dan Ada Ikan Hidup Di Bak Indikator IPAL, Satgas Citarum Buka Lokalisir Saluran Limbah PT CSP Rancaekek

oleh
Jernih Dan Ada Ikan Hidup Di Bak Indikator IPAL, Satgas Citarum Buka Lokalisir Saluran Limbah PT CSP Rancaekek

Sumedang, sorotindonesia.com,- Dansektor 21 Satgas Citarum Kolonel Inf Yusep Sudrajat beserta jajaran melaksanakan kegiatan pengecekan ulang ke IPAL PT Central Sandang Prima (CSP), Jl. Raya Rancaekek, Kabupaten Sumedang, Senin (1/10/2018).

Pengecekan oleh Dansektor ini dihadiri juga oleh Kabid P2HL DLH Kabupaten Sumedang, Budi, dan staf. Serta ikut disaksikan oleh perwakilan dari elemen masyarakat dan awak media.

Sebelumnya, lubang saluran pembuangan limbah PT CSP sempat dilokalisir oleh Sektor 21 Satgas Citarum dengn cara dicor, karena hasil pengolahan limbah perusahaan produk tekstil tersebut dibuang ke aliran sungai dalam kondisi yang kurang optimal. Pengecoran dilakukan pada sekitar akhir bulan Juli 2018.

Pengecekan yang dilaksanakan oleh Dansektor hari ini, merupakan tindak lanjut dari kunjungannya pada tanggal 27 Agustus 2018 lalu. Namun kala itu kondisi hasil olahan limbahnya didapati masih kurang bersih. Selain itu, pihak PT CSP sedang melakukan trial untuk proses recycle limbah.

Menariknya, hasil olahan limbah dari PT CSP kini sudah jernih, dan ada ikan hidup di bak outlet IPAL (Instalasi Pengolahan Air Limbah) serta bak indikator, diantaranya tampak hidup jenis ikan koi, ikan mas dan ikan nila serta tanaman air eceng gondok.

Ini membuat pejabat DLH Kabupaten Sumedang yang ikut hadir terlihat takjub. “Ini menjadi satu kebanggaan buat kami, meski parameter warna belum diatur dalam standar baku mutu, tapi perusahaan sudah bisa seperti ini, jernih,” kata Budi.

Dijelaskan oleh Budi, “Saat mengikuti rapat dengan LHK RI, memang kedepannya akan ada parameter tambahan warna yang lebih ketat. Ya mungkin seperti ini, dan diberlakukan di seluruh Indonesia,” jelasnya, sambil menunjuk ke sampel air hasil olahan limbah PT CSP.

Budi, Kabid P2HL Dinas Lingkungan Hidup saat ikut dalam kegiatan pengecekan ke PT CSP Rancaekek bersama dengan jajaran Sektor 21 Satgas Citarum
Budi, Kabid P2HL Dinas Lingkungan Hidup Kabupaten Sumedang

“Ternyata bila pabrik sudah ada keinginan untuk berbuat, ternyata bisa. Ini keuntungan buat kami di Kabupaten Sumedang bekerjasama dengan Dansektor 21 Satgas Citarum. Sehingga bagi kami juga lebih mudah untuk membina pabrik,” tutur Budi.

“Perusahaan di kawasan Rancaekek umumnya membuang limbah bermuara ke Sungai Citarum, sehingga kami akan mengikuti aturan main yang disarankan oleh Dansektor. Kalau limbah dikeluarkan pabrik sudah jernih kan jadi lebih bagus, terlebih parameternya ada ikan yang hidup (di bak kontrol outlet),” tambahnya.

Di tempat yang sama, Direktur PT CSP, Andri, saat diwawancara oleh wartawan terkait pembenahan pengolahan limbahnya selama dilokalisir menyebutkan, “Kami menggunakan dua konsultan, saya pikir dengan lebih dari satu hasilnya akan lebih baik. Dan ternyata memang hasilnya bisa lebih baik,” ungkap Andri yang juga mengakui perusahaannya sudah mampu melakukan recycle limbahnya sebanyak 50 persen dari kapasitas terpasangnya sebesar 1.200 meter kubik.

“Kami juga berkomitmen untuk menjaga kualitas hasil olahan limbah yang sudah bersih ini, dan mudah-mudahan bisa menjadi contoh untuk perusahaan-perusahaan yang lain,” sebut Andri.

Pernyataan dari Andri ini dituangkannya juga dalam selembar surat komitmen untuk mengelola limbahnya dengan baik dan mendukung program Citarum Harum.

Di tengah kegiatan, Dansektor 21 Kolonel Inf Yusep Sudrajat bersama dengan Andri secara simbolis dengan disaksikan oleh DLH Kabupaten Sumedang, elemen masyarakat dan awak media, membongkar cor yang menutup lubang saluran pembuangan limbah PT CSP. [St]

Comments

comments