Satgana PMI Gerak Cepat Laksanakan Pemetaan di Area Rawan Longsor

oleh

Semarang – Musim penghujan dengan curah hujan yang cukup tinggi membuat semua pihak meningkatkan kewaspadaan terhadap berbagai hal yang tidak diinginkan.Ā Satgana PMI (Satuan Tugas Siaga Bencana Palang Merah Indonesia), kemarin (08/01/2018), melakukan pemetaan kawasan yang diduga berpotensi longsor dan sudah dari beberapa bulan lalu mensiagakan para sukarelawan di posko siaga bencana.

Melalui radio komunikasi, semua laporan diterima secara langsung dan cepat. Warga hasil program pelatihan Sibat (Siaga Bencana Berbasis Masyarakat) dan terstruktur dalam KSB (Kelurahan Siaga Bencana) dengan leluasa menyampaikan setiap perkembangan yang ada. Di antaranya peristiwa yang terjadi di Deliksari RW 6 Sukorejo Gunungpati Semarang.

Endah (39) menyatakan bahwa tanah di sisi kanan depan rumahnya menurun (ambles) secara perlahan sejak bulan Desember, dan dua hari ini terlihat sangat jelas. Hal senada juga diungkapkan oleh tetangga Endah, Yusti (29) “RT 6 dan RT 5 yang kelihatan jelas ada retakan tanah,” ucap Yusti, perempuan yang mengikuti ibunya pindah ke tempat tersebut pada tahun 1992.

Hal tersebut dibenarkan oleh Ketua RT 6 Purwadi (56), “Tanah mulai terlihat ambles saat ada lindu (gempa) bulan lalu. Dari warga sudah berupaya untuk kerjabakti menambal tanah yang ambles, dan juga sudah dilaporkan ke kelurahan dan kecamatan. Dua hari lalu tanah ambles sekitar satu meter.” Kata Purwadi.

“Perwakilan dari kecamatan yang ke sini Pak Tomo. Tapi belum ada kabar lanjutan” lanjutnya. “Sejak kemarin ada KSB dan PMI yang datang (meninjau dan melakukan pemetaan) ke sini. Tadi malam saat hujan juga banyak yang berkumpul (siaga) di pos atas dan tadi pagi juga ada,” ungkap Purwadi saat ditanya perihal instansi yang bergerak mengantisipasi dalam hal tersebut.

Wakil Komandan KSR (Korps Sukarela) PMI, Ahmad Habib yang bertugas dalam melakukan pemetaan kawasan tersebut menyatakan bahwa tanah yang ambles lebih dari 80 cm. “Beberapa titik rawan longsor tersebut akan kami sampaikan kepada pimpinan agar segera ditindaklanjuti dan dikoordinasikan dengan pihak-pihak terkait untuk mendapatkan kejelasan tentang langkah-langkah yang perlu diambil,” terangnya.

Meski berbahaya dan menggangu aktifitas, sejauh ini hanya akses jalan saja yang sudah menunjukkan adanya retakan tanah. (AR Hidayat_Sorotindo)

Comments

comments