Sanksi Hukum Siap Menjerat Trigunawan Jika Bandel Buang Limbah Kotor

oleh
Sanksi Hukum Siap Menjerat Trigunawan Jika Bandel Buang Limbah Kotor
[Foto: Dok. El]

CIMAHI, sorotindonesia.com,- Perusahaan produk tekstil PT Trigunawan, Jl. Mahar Martanegara (Leuwigajah), Kota Cimahi, terancam dikenai sanksi hukum bila tetap membandel buang limbah cair dalam kondisi kotor ke aliran sungai.

Hal ini diungkapkan oleh Dansektor 21 Satgas Citarum Kolonel Inf Yusep Sudrajat saat melaksanakan pengecekan ke pabrik yang telah dilokalisir dengan cara dicor sebanyak dua kali saluran pembuangan limbahnya oleh jajaran satgas, Senin (5/10/2018).

“Kalau sekali lagi pabrik ini ditemukan membuang limbah kotor, saya pastikan akan menindak dengan mendorongnya ke pihak gakkum,” tegas Dansektor yang sedang meningkatkan pengawasannya terhadap industri yang berpotensi membuang limbah kotor ke sungai.

Pada kegiatan tersebut, tampak hasil olahan limbah dari PT Trigunawan sudah bening.

PT Trigunawan dicor saluran pembuangan limbah untuk kedua kalinya pada tanggal 15 Oktober 2018. Ketika itu sekitar pukul 01.00 WIB dini hari, diketemukan oleh Satgas Citarum Subsektor 21-13 Cimahi Selatan tengah mengeluarkan kondisi air hasil olahan limbah yang kotor.

Selain saluran pembuangan limbahnya dilokalisir, pada tanggal 23 Oktober 2018 perusahaan ini pun mulai dari pimpinannya dikenai sanksi sosial untuk ikut kerja bakti bersama Satgas Citarum Subsektor 21-13 membersihkan sampah di aliran sungai Cigugur (Sungai Cibaligo) dan sungai Cimuncang (Sungai Cimahi).

Pada kesempatan diwawancarai oleh wartawan, pimpinan PT Trigunawan, Andrew, mengakui jika saat dicor, pihaknya ada miscontrol. “Selain meningkatkan sistem pengolahan limbah, saya juga akan meningkatkan pengawasan terhadap SDM,” ujar Andrew terkait komitmennya untuk menjaga kualitas hasil olahan limbah yang dibuang ke aliran sungai.

Dansektor 21 Satgas Citarum Kunjungi PT Oriental Embroidery

Seusai melaksanakan kegiatan di PT Trigunawan, Dansektor 21 Kolonel Inf Yusep Sudrajat beserta jajaran berkunjung ke PT Oriental Embroidery, masih di Jalan Mahar Martanegara, Cimahi.

Dansektor yang baru pertama kali berkunjung ke perusahaan itu langsung mengecek IPAL, didampingi oleh Manajer Personalia, Johny Robianto dan Deston Sianturi.

Saat di outlet IPAL, tampak hasil olahan limbahnya cukup jernih namun masih sedikit keruh. Pada kesempatan tersebut, Dansektor meminta pihak perusahaan untuk meningkatkan hasil olahan limbahnya selama 7 (tujuh) hari yang dituangkan dalam surat pernyataan komitmen.

Dansektor 21 Satgas Citarum Sidak Ke PT Sama Indah

Kunjungan terakhir Dansektor siang ini adalah melaksanakan sidak ke PT Sama Indah, Jl. Baros No. 27, Cimahi.

Sama halnya dengan kunjungan sebelumnya, Dansektor mencermati proses produksi pabrik yang dikunjungi serta pengecekan langsung ke IPAL, mulai dari inlet hingga ke outlet IPAL, didampingi oleh Factory Manager PT Sama Indah, Aria Sungkono.

Disini Dansektor tampak cukup puas, karena hasil olahan limbahnya sudah jernih dan ikan sudah hidup di bagian outlet IPAL, sehingga sudah aman di buang ke aliran sungai.

Dansektor 21 Satgas Citarum Kolonel Inf Yusep Sudrajat menunjukkan sampel hasil olahan limbah PT Sama Indah
Dansektor 21 Satgas Citarum Kolonel Inf Yusep Sudrajat menunjukkan sampel hasil olahan limbah PT Sama Indah, Senin (5/11/2018).

Namun demikian, Dansektor meminta pihak pabrik untuk membuat komitmen yang dituangkan dalam surat pernyataan untuk mempertahankan kualitas hasil pembuangan limbahnya yang dibuang ke aliran sungai. [St|Rl]

Comments

comments