Salut, Tetap Razia Meski Di Hari Raya Idul Adha

oleh -
Salut, Tetap Razia Meski Di Hari Raya Idul Adha

SOROTINDONESIA.COM | Semarang, – Tim Penjangkauan Dinas Sosial (TPD) tetap melaksanakan patroli saat menjelang dan saat hari raya Idul Adha. Mereka seolah tak kenal lelah dan libur dalam menjaga ketertiban jalanan Kota Semarang dari Pengemis, gelandangan, dan orang terlantar (PGOT).

Rofi Andaryani (41) koordinator patroli malam mengungkapkan hal tersebut sebagai komitmen tim dalam tugas, semalam (22/08/2018).

“Kita patroli di hari libur ini karena memang sudah komitmen dari awal pembentukan jadwal,” kata Rofi, “jadi, walaupun libur ya tetap bertanggung jawab dan melaksanakan tugas patroli.” Imbuhnya.

Dari patroli sehari kemarin, Kunti Septijarini Inasanti atau Ina (46), sapaan akrabnya, menemukan lansia telantar yang hidup dengan cara mengemis di sebuah pasar ‘krempyeng’ (pasar yang buka dan tutup dalam waktu singkat). Diungkapkan olehnya, dalam usia 95 tahun Mamat, bukan nama sebenarnya, memiliki anak laki-laki dan perempuan, sementara istrinya sudah meninggal dunia, dalam pengkuannya, setiap hari Mamat tinggal bersama anak pertama di area pasar tersebut. Saat diketemukan, Mamat sedang duduk di depan kantor pos Johar.

“Menurut laporan yang kami terima, Mbah Mamat pengemis yang biasa beroperasi di seputar area tersebut,” kata Ina, “Saat ditanya memang tidak mengaku dan hanya mengatakan sedang jalan-jalan saja,” imbuhnya, “Untuk mendapatkan keterangan lebih lanjut kami bawa ke panti, dan saat diperiksa petugas panti. Darinya didapati berbagai barang bawaan dan uang receh sejumlah 675.000 hasil dari meminta-minta. Menurut penuturannya, sebagian hasil mengemis diserahkan pada anaknya.

Dari temuan tersebut, TPD masih akan mendalami kasus tersebut. TPD perlu mendapatakan keterangan yang jelas terkait dengan memberikan uang pada anaknya sebagaimana pengakuan Mamat.

 

Berikan Tanggapan

Menanggapi hal tersebut, Ina berharap setiap kegiatan terkait penjangkauan disertai sosialisasi hukum,

kekerasan dalam rumah tangga, eksploitasi anak maupun hukum sosial.

Salah satu anggota TPD lainnya, Achmad Taufik (26) menyayangkan kondisi yang ada, “Masih banyak pelaku pengemisan jalanan yang sebenarnya bukan asli warga Kota Semarang,” ungkapnya, “Mereka meminta-minta di Semarang dan itu menjadi mata pencaharian mereka,” sambungnya.

Menurutnya, Pemkot (Dinsos) Semarang perlu kembali membuka komunikasi dan berkoordinasi dengan Dinsos Kabupaten/Kota lain dan bahkan Propinsi untuk dapat seiring sejalan dalam mencari solusi pengentasan kemiskinan agar mereka tidak lagi menjadi pengemis di jalanan. Hal ini, kata ia, menjadi salah satu poin yang perlu disampaikan oleh TPD pada Dinsos. (arh)

Comments

comments