SAJAK-SAJAK SATU JUNI

oleh
1 juni lahirnya pancasila (http://mfianggoro.blogspot.co.id)
1 juni lahirnya pancasila

 

 

 

Sajak-Sajak¬† Satu Juni…

Oleh : Maszwin Sang Pengembara

kartunmi-231x300

 

Lembaran buku usang kini telah tiada..

Sebab rekayasa sang penista jaman..

Butir-butirnya lama tak terdengar di jagad persada..

Karna bilur-bilur nestapa tlah tertoreh di kedalaman…

 

 

Bahkan bicara soal moral kini dianggap ketinggalan..

Bahkan bercerita soal pekerti dianggap tabu..

Diiyakan benar padahal salah dan keliru..

Ditiadakan salah padahal benar membanggakan..

 

Tak ada landasan untuk berpijak..

Tak ada pilihan untuk beralasan..

Apakah ini sudah akhir jaman..

Padahal anak perawan sudah beranjak..

 

Masih ingatkah ketika ia dikumandang rumuskan..

Oleh para Bapak-bapak bangsa..

Masih ingatkah karena memang sudah ada sejak Sumpah Gajah Mada..

Lantas turun menurun hingga berkobar semangat satu perjuangan..

Satu Juni…

Saat kepak-kepak Garuda melambung tinggi di langit nusantara..

Sementara kuku dan tajinya mencengkram kuat pita indah bhinneka tunggal ika..

Dengan kalung ¬†“lima dasar” di dada membentengi..

 

Sanggupkah ia bertahan di seantero semua doktrin dan agama…

Kenyataan sudah sekedar membuktikan..

Betapa Palapa tidak diganyang oleh Gajah Mada..sampailah nusantara…

Hingga monumennya ada kalimat sakti terpahatkan..

 

Sanggupkah ia tetap menyebar nilai kemanusiaan tanpa membenci..

Sehingga kata adil itu tetap beradab…

Sehingga Persatuan terjalin mesra tanpa peduli..

Sehingga Mufakat itupun juga indah terpahat..

 

Ingatkah wahai garuda kecil..

Akan hari lahirmu..

Ketika dulu tertatih-tatih diantara lilin-lilin kecil..

Yang Kelak Menjadi sayap dan paruhmu..juga ekormu..

 

Satu Juni..

Tak kan pernah mati..

Jika kita mau mengerti..

Atau Kita mau meniti..

 

Satu Juni ..

Tak kan pernah pupus

Kalau kita mau rapih membungkus

Agar Tidak Terjerumus…

 

 

Ini bukan sekedar syair pujangga yang syarat dengan kalimat indah ..

Atau Kata-kata perayu gadis manis agar ia berdecak kagum akan pesonanya..

Melainkan sebagai lebih dari sekedar Penggedor Tembok Kebisuan..

Bahwa Kehadirannya tetap dibutuhkan, dulu..kini dan masa depan..

Demi.. satu nama ..satu cerita Indonesia yang utuh dan Jaya….

 

(MSP.SII) 27/05/16 17:3

 

Comments

comments

Tentang Penulis: baihaqi

“katakan yang benar meskipun pahit akibatnya..”