RSHS Bantah Abaikan Nadira

oleh
Humas RSHS, dr Nurul Wulandhani
dr Nurul Wulandhani, saat memberikan keterangan kepada wartawan, Rabu (8/11/2017).

BANDUNG – Nadira (10) putri dari pasangan Rahmansyah dan Erni yang kini sedang menderita gangguan jantung, sampai saat ini masih ditangani dan dalam pantauan medis di RS Hasan Sadikin (RSHS), Kota Bandung.

Penjelasan itu disampaikan oleh humas RSHS dr Nurul Wulandhani, saat ditemui oleh awak media di seputaran Jl Pelajar Pejuang, Kota Bandung, pada hari, Rabu (8/11/2017).

Dijelaskan oleh Nurul, “Secara fisik kondisinya selalu dipantau oleh dokter, pemeriksaan (Nadira) memang semuanya bisa dilakukan di RSHS, tapi sebagai rumah sakit pusat rujukan se-Jawa Barat, sehingga ia masuk pada daftar antrian 300-an untuk mendapatkan tindakan medis lebih lanjut,” terangnya.

Dilanjutkan oleh Nurul, “Nadira kondisinya masih terpantau baik, artinya belum masuk ke antrian yang perlu mendapatkan tindakan segera, bahkan menurut informasi yang kami terima, Nadira juga saat ini masih bersekolah,” ujarnya.

Menurut Nurul, dari urutan nomor antrian yang dipegang pasien Nadira, kemungkinan penanganannya dalam waktu kurang dari 6 bulan. “Saat ini pasien masih melakukan kontrol, dan kondisinya selalu terpantau,” ucapnya.

Humas RSHS, dr Nurul Wulandhani
dr Nurul Wulandhani, saat memberikan keterangannya kepada wartawan, Rabu (8/11/2017).

Saat ditanya tentang kabar dokter RSHS yang menangani Nadira menyuruh orang tua Nadira yang merupakan peserta BPJS untuk melakukan tindakan operasi ke RS lain dengan meminta biaya Rp 90 juta, kabar itu dibantah keras oleh Nurul, “Informasi itu tidak benar sama sekali. Jadi tentunya kami akan melakukan hak jawab pada media yang telah memberitakannya,” tegas Nurul.

Ditemui terpisah, orang tua Nadira menerangkan kepada wartawan bahwa pemberitaan yang beredar saat ini tentang pelayanan dokter di RSHS terhadap anaknya adalah tidak benar.

Rahmansyah, ayah Nadira menerangkan, “dokter di RSHS yang menangani Nadira sama sekali tidak pernah menyuruh atau menyebutkan angka agar putrinya bisa dilakukan tindakan segera di RS yang lain, beliau justru memberikan edukasi kepada kami. Angka (Rp 90 juta) itu menurut informasi dari RS yang lain yang kami sudah tanya,” terangnya.

Didampingi oleh Erni, istrinya, Rahmansyah saat diwawancara oleh wartawan menjelaskan, “Kesempatan ini kami mengucapkan terimakasih kepada pihak RSHS maupun BPJS yang sudah membantu termasuk memberikan informasi kepada kami. Jadi kami bisa tau dengan sejelas-jelasnya dan sedetil-detilnya mengenai kondisi putri kami,” jelasnya.

Rahmansyah bersama istrinya mengungkapkan harapannya, putri kesayangan mereka dapat tertangani dengan baik dan Nadira bisa beraktifitas kembali secara normal. [St]

Comments

comments