Ridwan Kamil Butuh Calon Wakil Gubernur Yang Solid

oleh

BANDUNG – Kurang dari satu minggu lagi batas pendaftaran menuju calon Gubernur dan Wakil Gubernur Provinsi Jawa Barat untuk periode tahun 2018 yang diusung oleh partai politik akan ditutup. Namun dinamika politiknya saat ini masih berlangsung ketat.

“Ada yang menarik disini, keputusan Ridwan Kamil mengambil pasangannya sebagai calon wakil gubernur akan mempengaruhi keputusan dari partai-partai lainnya (partai pengusung calon lain). Demikian pula keputusan yang akan diambil oleh PDIP sebagai partai terbesar saat ini di Jawa Barat, akan sangat mempengaruhi keputusan partai-partai lain yang akan mengusung jagoannya,” ujar Dr. Agus Aribowo dari Parameter Konsultindo yang juga berprofesi sebagai dosen di Paska Sarjana Universitas Maranatha ini saat wawancara dengan awak media di Dafam Rio Hotel, Jl RE Martadinata, Kota Bandung, Jumat (5/1/2018).

Hasil kajian terakhir yang dilaksanakan oleh Parameter Konsultindo di bulan November 2017, menunjukan Ridwan Kamil leading dengan hasil 43,60 persen, disusul kemudian Deddy Mizwar dengan 20,70 persen, Dedi Mulyadi 7,30 persen, Sutrisno 5,20 persen, Aa Gym 4,80 persen, serta Dede Yusuf 4,30 persen. Dengan Margin of error 3 persen.

“Hasil survey kami sebetulnya menunjukan Ridwan Kamil memimpin, tapi saat ini masih tergantung pada kerja para calon dan mesin politik mereka dilapangan, hasil ini bisa saja akan berbeda jika masing-masing calon itu sudah ada pasangannya,” kata Agus Aribowo yang akrab disapa Ari.

Menurut Ari, untuk memenangkan kontestasi di Pilgub Jabar tidak cukup hanya bermodalkan personal branding, dibutuhkan satu mesin partai yang sangat kuat dan militan sampai ke wilayah terkecil. “Bicara kota atau kabupaten, personal branding mungkin bisa dominan daripada mesin parpol, tetapi di Pilgub kondisinya bisa berbeda,” terangnya.

“Sebagai contoh, Ridwan Kamil selalu leading di hasil survey, tapi mesin politiknya masih tanda tanya. Ia butuh wakil yang sangat pas dan solid. Kebutuhan suara di Pantura, ada H Sutrisno dari PDIP, di sentral Jawa Barat ada Iwa Karniwa (Sekdaprov), tapi di posisi sentral ini Ridwan Kamil juga sudah kuat, nah bagaimana dengan Pantura?,” ucap Ari.

Disebutkan oleh Ari, dari kajiannya, partai yang terbilang solid saat ini ada di PDIP dan PKS, soliditas mesin partai tersebut sudah terlihat dari tingkatan pusat sampai pada tingkatan desa.

Menjawab pertanyaan wartawan, Pertarungan di kontestasi Pilkada ini akan berpengaruh juga kedepannya pada Pileg dan Pilpres mendatang. “Pilkada adalah modal awal untuk di Pileg dan Pilpres, dan tentunya modal suara ini untuk dideterminasikan untuk Pileg dan Pilpres itu,” jawab Ari.[St]

Dr Agus Aribowo, M.M., saat wawancaranya dengan awak media terkait dengan kajian Pilgub Jabar di Dafam Rio Hotel, Jl RE Martadinata, Kota Bandung, (5/1/2018).
Dr Agus Aribowo, M.M., saat wawancaranya dengan awak media terkait dengan kajian Pilgub Jabar di Dafam Rio Hotel, Jl RE Martadinata, Kota Bandung, (5/1/2018).

 

Comments

comments