Reorganisasi Batalyon Infanteri, Wujudkan Satuan Tempur TNI AD Handal

oleh -
Reorganisasi Batalyon Infanteri, Wujudkan Satuan Tempur TNI AD Handal

BANDUNG,- Teknologi militer yang terus berkembang, taktik bertempur yang handal serta dilengkapi alutsista yang modern akan menjadi modal utama dalam meningkatkan kekuatan sistem pertahanan. Modernisasi di tubuh TNI AD ini membutuhkan pasukan TNI AD yang modern dan siap tempur.

Berdasarkan kebijakan Kasad TNI Jenderal TNI Andika Perkasa bahwa pembangunan kekuatan TNI AD utamanya diarahkan agar dapat melaksanakan tugas pokok yang sinergis melalui pembangunan Integrated Armed Forces, beliau (Kasad) berharap terciptanya totalitas kinerja melalui pengoptimalan sumber daya manusia.

Untuk menjawab kebijakan tersebut, pada hari Kamis (9/05/2019) bertempat di gedung Ganesha Kodiklatad telah dilaksanakan Uji Teori II tentang perubahan Orgas Yonif Raider ROI 95.

Dankodiklatad Letjen TNI A.M Putranto, S.Sos.
Dankodiklatad Letjen TNI A.M Putranto, S.Sos.

Dankodiklatad, Letjen TNI AM. Putranto, S.Sos., selaku pimpinan Rapat menyampaikan bahwa batalyon Infanteri sejatinya harus memiliki taktik bertempur yang handal, didukung dengan personel yang mumpuni serta mampu menggunakan alutsista yang modern.

Dalam paparannya, Ketua Pokja Kolonel Inf Heli Tachedjadi, S.H., menyampaikan bahwa telah disusun konsep reorganisasi perampingan orgas batalyon Infanteri yang selaras dengan modernisasi alutsista, dan perlengkapan perorangan yang mutakhir serta tipologi wilayah. Dengan diusulkannya konsep ini, diharapkan dalam pelaksanaan tugas dimasa yang akan datang meskipun batalyon Infanteri minim dalam struktur organisasi, tetapi kaya akan fungsi sehingga selalu memiliki kesiapan operasional untuk digerakkan kapan saja.

Harapan kedepan dengan dilakukannya perampingan jumlah personel di Batalyon Infanteri dapat diimbangi dengan perubahan sistem persenjataan yang lebih modern, lebih efisien dalam hal rantai komando dan memiliki kemampuan mobilitas yang lebih cepat.****

Penerangan Kodiklatad

Comments

comments