Renungan Jelang Idul Adha

Renungan Jelang Idul Adha
Renungan Jelang Idul Adha

Renungan Jelang Idul Adha

Oleh Sufi Sang Musafir (SSM)

 

Fenomena Hewan Qurban

Sebentar lagi Idul Adha….Hari Raya Qurban.
Berkurban bagi yg “mampu” itu harus.
Kemampuan itu yg tahu dan bisa menjawab adalah kita sendiri.

Dan bila kisah ini dirasa bermanfaat bagi para sahabat, bagikan kpd sanak famili dan handai tolan …..

Seorang pedagang hewan qurban berkisah ttg pengalamannya:

Seorang ibu datang memperhatikan dagangan saya. Dilihat dari penampilannya spt-nya tdk akan mampu membeli. Namun tetap saya coba hampiri dan menawarkan kpd-nya, “Silahkan…, Bu…”

Lantas ibu itu menunjuk salah 1 kambing termurah sambil bertanya,

”Kalau yg itu berapa, Pak?”

“Yg itu 1.700 ribu, Bu,” jawab saya.

“Harga pasnya berapa?” tanya kembali si Ibuu.

“1.600 rb deh, harga segitu untung saya kecil, tapi biarlah…”

“Tapi, uang saya hanya 1.500 ribu, boleh ya, Pak?”, pintanya.

Waduh, saya bingung, karena itu harga modalnya, akhirnya saya berembug dgn teman sampai akhirnya diputuskan diberikan saja dgn harga itu kpd ibu tsb.

Saya pun mengantar kambing qurban sampai ke rumahnya. Begitu tiba di rumahnya, … Astaghfirullah…, Allahu Akbar…, terasa menggigil seluruh badan karena melihat keadaan rumah ibu itu.

Rupanya ibu itu hanya tinggal ber-3 dgn ibunya dan puteranya di rumah gubug berlantai tanah. Saya tidak melihat tempat tidur kasur, kursi ruang tamu, apalagi perabot mewah atau barang elektronik,. Yg terlihat hanya dipan kayu beralaskan tikar dan bantal lusuh.

Di atas dipan, tertidur seorang nenek tua kurus.

“Mak…, bangun Mak, nih … lihat saya bawa apa?” kata ibu itu kpd nenek yg sdg rebahan sampai akhirnya terbangun.

“Mak, saya sudah belikan emak kambing buat qurban, nanti kita antar ke masjid ya Mak….” kata ibu itu dgn penuh kegembiraan.

Si nenek sangat kaget, meski nampak bahagia, sambil mengelus-elus kambing, nenek itu berucap,

“Alhamdulillah…, akhirnya kesampaian juga kalau emak mau berqurban…”

“Nih Pak, uangnya, … maaf ya kalau saya nawarnya kemurahan, karena saya hanya tukang cuci di kampung sini. Saya sengaja mengumpulkan uang utk beli kambing yg akan diniatkan buat qurban atas nama ibu saya….”, kata ibu itu

Kaki ini bergetar, dada terasa sesak, menahan tetes air mata, saya berdoa,

“Ya Allah…, ampuni dosa hamba, … hamba malu berhadapan dgn hamba-Mu yg pasti lebih mulia ini, seorang yg miskin harta, namun kekayaan Imannya begitu luar biasa…”

“Pak, ini ongkos kendaraannya…”, panggil ibu itu.

”Sudah Bu, … biar ongkos kendaraanya saya yg bayar,” kata saya.

Saya cepat pergi sebelum ibu itu tahu kalau mata ini sudah basah karena tak sanggup mendapat teguran dari Allah yg sudah mempertemukan dgn hambaNya yg dgn kesabaran, ketabahan dan penuh keimanan ingin memuliakan orang tuanya…….

Untuk mulia ternyata tidak perlu harta berlimpah, jabatan tinggi, apalagi kekuasaan. Kita bisa belajar keikhlasan dari ibu itu utk menggapai kemuliaan hidup. Berapa banyak diantara kita yg diberi kecukupan penghasilan, namun masih saja enggan berkurban, padahal bisa jadi harga HP, arloji, tas, atau pun aksesoris yg menempel di tubuh kita harganya jauh lebih mahal dibandingkan seekor hewan qurban. Namun selalu kita sembunyi dibalik kata “tidak mampu” atau “tidak dianggarkan”.
Semoga bermanfaat …

Baca:   Nasib 177 WNI Yang Berhaji Melalui Filipina Akan Dideportasi

 

Amalan  Bulan Zulhijjah

.
Semoga kita semuanya selalu mendapat rohmat Allaah swt…

🎯 Sekedar mengingatkan bahwa: “Besok hari Sabtu, tanggal 03 September 2016 bertepatan tanggal 1 Dzulhijjah 1437 H.”

🎯 Pahala dan Keutamaan 10 hari Pertama Bulan Dzulhijjah.
Hadits yang diriwayatkan oleh Ibnu Abbas ra bahwasanya Rasulullah saw bersabda :

📝 Hari 1 bulan Dzulhijah
Adalah hari di mana Allah swt mengampuni dosanya Nabi Adam AS. Barang siapa berpuasa pada hari tersebut, Allaah swt akan mengampuni segala dosanya.

📝 Hari 2 bulan Dzulhijah
Adalah hari di mana Allaah swt mengabulkan doa Nabi Yunus AS dengan mengeluarkannya dari perut ikan. Barang siapa berpuasa pada hari itu seolah olah telah beribadah selama satu tahun penuh tanpa berbuat maksiat sekejap pun.

📝 Hari 3 bulan Dzulhijah
Adalah hari di mana Allah swt mengabulkan doa Nabi Zakaria. Barang siapa berpuasa pada hari itu, maka Allaah swt akan mengabulkan segala do’anya.

📝 Hari 4 bulan Dzulhijah
Adalah hari di mana Nabi Isa AS dilahirkan. Barang siapa berpuasa pada hari itu akan terhindar dari kesengsaraan dan kemiskinan.

📝 Hari 5 bulan Dzulhijah
Adalah hari di mana Nabi Musa AS dilahirkan, barang siapa berpuasa pada hari itu akan bebas dari kemunafikan dan adzab kubur.

📝 Hari 6 bulan Dzulhijah
Adalah hari dimana Alloh swt membuka pintu kebajikan untuk Nabi-Nya, barang siapa berpuasa pada hari itu akan dipandang oleh Allaah swt dengan penuh Rahmat dan tidak akan diadzab.

📝 Hari 7 bulan Dzulhijjah
Adalah hari ditutupnya pintu jahannam dan tidak akan dibuka sebelum hari kesepuluh lewat. Barang siapa berpuasa pada hari itu Allah swt akan menutup tiga puluh pintu kemelaratan dan kesukaran serta akan membuka tigapuluh pintu kesenangan dan kemudahan.

📝 Hari 8 adalah hari Tarwiyah.
Barang siapa berpuasa pada hari itu akan memperoleh pahala yang tidak diketahui besarnya kecuali oleh Allah swt.

📝 Hari 9 adalah hari Arafah.
Barang siapa berpuasa pada hari itu puasanya menjadi tebusan dosanya setahun yang lalu dan setahun yang akan datang.

📝 Hari 10 adalah hari Raya Iedul Qurban. Barang siapa menyembelih Qurban, maka pada tetesan pertama darah Qurban diampunkan dosa dosanya dan dosa anak-anak dan istrinya.

Hakikat Qurban

Tatkala Ismail remaja diberitahu oleh Ayahnya Ibrahim bahwa ayahnya mendapat perintah Alloh swt untuk menyembelih dirinya, jawaban Ismail adalah, ” Kalau memang itu perintah Allah ayahanda, maka semoga diriku menjadi golongan orang yang ikhlas”, ungkapnya kepada ayahnya Ibrahim a.s.

Pembelajaran yang perlu digaris bawahi adalah bagaimana seorang ismail menjadikan perintah itu adalah harus diterima dengan ikhlas meskipun dengan resiko harus terbayar dengan nyawa sekalipun. Padahal ketika pisau tajam sudah di leher ismail, siap untuk menyembelihnya tiba-tiba Allah menggantikan nilai ikhlas ismail dengan seekor domba.

Hikmahnya adalah bahwa dalam mengarungi kehidupan yang syarat dengan suka dan duka hakikatnya adalah sudah kehendak Yang Maha Iradat. Bagi orang yang beriman harus belajar untuk menanam benih ikhlas itu di setiap relung-relung kejadian kehidupan, apakah senang ataukah duka sekalipun.

Semoga Allah swt menjadikan kita dapat selalu belajar memetik nilai keikhlasan di balik setiap peristiwa.

Aamiin Ya Robbal ‘alamiin.

Selamat Idul Adha 1437 H/2016

(bhq)

Comments

comments



Be the first to comment

Leave a Reply

Alamat email Anda tidak akan dipublikasikan.