Ratusan Personel Tentara Kodam Siliwangi Serbu Situ Cisanti, Ada Apa?

oleh

BANDUNG – Lebih seratusan tentara dari Kodam Siliwangi sudah seminggu kebelakang diterjunkan ke Situ Cisanti Kecamatan Kertasari Kabupaten Bandung, ada apa?

Difasilitasi oleh Pangdam Siliwangi Mayjen TNI Doni Monardo, para wartawan berkesempatan meninjau Situ Cisanti, Kilometer 0 (nol) dari Sungai Ciatarum, sungai terpanjang di Jawa Barat, Minggu (3/12/2017).

Setelah sampai dilokasi, ternyata kehadiran seratusan lebih prajurit TNI AD dari jajaran Kodam Siliwangi ini tengah melaksanakan karya bhakti membenahi dan membersihkan kawasan Situ Cisanti yang konon sudah berusia 12 juta tahun ini dari tumpukan sampah plastik dan sedimentasi.

Langkah ini adalah bagian dari upaya memulihkan kembali kondisi Sungai Citarum yang akan dilaksanakan serentak di sungai sepanjang lebih dari 270 Km, dari Situ Cisanti hingga Muara Gembong Bekasi, dalam bingkai konsep kegiatan mengembalikan harum Citarum.

Para prajurit pejuang ekosistem di Situ Cisanti, tampak juga melakukan aktifitasnya di beberapa tenda yang didirikan. Baik untuk mempersiapkan makanan maupun beristirahat.

Para awak media dan warga masyarakat di Situ Cisanti, sore itu sekaligus menyaksikan pelaksanaan kegiatan penanaman tanaman Vetiver di sekitar bibir Situ/Danau yang dilakukan diantaranya oleh Kasdam Siliwangi Brigjen TNI JP Sembiring, Bupati Bandung Dadang M Nasser, dan Kepala BLH Jawa Barat H Anang. Penanaman vetiver ini seiring dengan penanaman bibit pohon sebelumnya di kawasan Situ Cisanti.

Kasdam Siliwangi Brigjen TNI JP Sembiring dan Bupati Bandung Dadang M Nasser menanam Vetiver di bibir Situ Cisanti, Minggu (3/12/2017)
Kasdam Siliwangi Brigjen TNI JP Sembiring dan Bupati Bandung Dadang M Nasser menanam Vetiver di bibir Situ Cisanti, Minggu (3/12/2017).

“Sekitar 50-100 meter keluar dari bibir Situ, itu sudah banyak yang menjadi kebun, pohon-pohonnya hanya yang terlihat di seputaran Situ,” terang Kapendam/III Siliwangi Kolonel ARH MD Ariyanto saat ditemui wartawan di lokasi kegiatan penanaman vetiver.

Lebih lanjut dikatakan oleh Kapendam, “Kita tidak melarang masyarakat untuk berkebun (tanaman jangka pendek), tidak, tapi kita edukasi dan carikan insentif. Bahkan dari keinginan Pangdam, masyarakat yang berada disini (hulu sungai) penghasilannya itu bisa dengan cara perkebunan yang lain atau peternakan yang hasilnya bisa dua kali lipat, ini kita (sedang) carikan solusi,” ucapnya.

Informasi yang dihimpun sorotindonesia.com, Sungai Citarum sepanjang 270 Km itu pada usulan yang disampaikan oleh pihak Kodam Siliwangi kepada pemerintah, akan dibagi menjadi kurang lebih 20 cluster yang masing-masing cluster mengelola 17-19 Km yang akan dipimpin oleh komandan satgas yang didalamnya secara bersama-sama ada unsur dari instansi, lembaga, ulama, pegiat lingkungan, akademisi, budayawan, sosiolog, dan lain-lain, direncanakan akan membangun kebersamaan dengan masyarakat bertugas untuk memulihkan kembali kondisi Sungai Citarum agar bebas dari predikat sungai terkotor dan bebas limbah serta target 5 tahun kedepannya bebas dari banjir. [*]

Comments

comments