Ratusan Orang Hantarkan Jenazah Tata Sampai Pemakaman

oleh -
Ratusan Orang Hantarkan Jenazah Tata Sampai Pemakaman

SOROTINDONESIA.COM || Pekalongan, – Ratusan orang pelayat menyambut kedatangan jenazah Afni Fastabiq Strata Utama atau yang biasa disapa Tata, relawan PMI Kabupaten Pekalongan Jawa Tengah saat dikembalikan kepada keluarga.

Almarhum diterbangkan Jumat sore dari Lombok ke Jakarta dan dilanjutkan perjalanan darat menggunakan mobil jenazah PMI DKI Jakarta. Jenazah tiba di rumah duka pada hari, Sabtu (25/8/2018) dini hari tadi pukul 03.40 WIB, selanjutnya segera disholatkan dan langsung dimakamkan di pemakaman Gandarum, Kajen, Kabupaten Pekalongan.

Ketua Umum PMI, HM Jusuf Kalla melalui Ketua Bidang Relawan HM Muas, menyatakan kesaksiannya bahwa almarhum merupakan sosok relawan yang patut menjadi contoh. “Almarhum menjadi tauladan, dalam melaksanakan tugas kemanusiaan dan berbakti untuk bangsa. Semoga keluarga diberi kekuatan, ketabahan dan kesehatan, amin,” kata Muas saat menyerahkan jenazah kepada keluarga.

Menerima kedatangan, Bupati Pekalongan H Asip Kholbihi, mewakili keluarga mengungkapkan bahwa keluarga ikhlas menerima kehendak Allah. “Almarhum orang yang baik, bertanggungjawab dan pemuda penuh dedikasi, insya Allah khusnul khotimah, amin,” ucapnya yang juga diamini semua takziyin.

Turut menyambut dan mengantarkan hingga pemakaman, Wakil Bupati Arini Harimurti, Mantan Bupati Amat Antono, Ketua Bidang Relawan PMI Pusat HM. Muas, Ketua PMI Jateng H. Imam Triyanto, Kalakhar BPBD Jateng Sarwa Pramana, ribuan relawan Se-Jawa Tengah dan komunitas Grab Indonesia, serta beberapa komunitas lainnya.

Dedikasi

Sebagaimana diberitakan sebelumnya, Tata meninggal dunia ketika menjalani tugas kemanusiaan dalam tim PMI untuk Tanggap Darurat Bencana (TDB) gempa di Lombok. Kepergian Tata meninggalkan banyak kesan yang mendalam bagi banyak relawan dan keluarga. Entah berapa banyak tugas kemanusiaan yang telah dilaksanakannya dengan penuh dedikasi. Jasa dan dedikasinya layak dijadikan teladan bagi para relawan PMI.

Tata merupakan relawan yang tergabung dalam tim Water And Sanitation Hygiene (WASH), yang saat itu bertugas di Camp pengolahan air di Kecamatan Kayangan, Kabupaten Lombok Utara, Nusa Tenggara Barat. Mengolah dan mendistribusikan air bersih bagi warga terdampak gempa menjadi tugasnya bersama tim Wash.

Muhammad Afib, ayah almarhum mengatakan bahwa putra bungsunya tersebut jarang di rumah karena mengikuti berbagai kegiatan di PMI. “Tata sering tidak di rumah. Dia lebih sering dan aktif di PMI meski juga punya usaha sendiri,” tutur sang ayah mengungkap kebiasaan Tata dengan terbata.

Keluarganya tidak menyangka Tata pergi secepat ini, “Insya Allah kami ikhlas, dan melerakan kepergiannya saat mengemban tugas membantu saudara-saudara di Lombok yang terkena musibah. Kepeduliannya sangat besar, sehingga tidak memikirkan diri sendiri, termasuk usaha yang dirintisnya,” kata Afib yang saat ini menjabat Kepala Dinas Pemberdayaan Masyarakat dan Desa, Pemberdayaan Perempuan dan Perlindungan Anak dan Pengendalian Penduduk dan Keluarga Berencana Kabupaten Pekalongan.

Kepala Markas PMI Kabupaten Pekalongan, Adi Prabowo mengakui bahwa almarhum Tata merupakan relawan yang tidak kenal lelah dalam setiap kegiatan PMI. “Almarhum sosok relawan yang ringan tangan. Setiap kegiatan yang menjadi tugasnya, tidak mengenal lelah, dikerjakan dengan penuh tanggungjawab dan senang hati,” ungkapnya saat menghadiri upacara pemakaman di rumah duka, “Beberapa kali almarhum mengikuti pelatihan dan penugasan di luar daerah, sehingga beberapa teman yang pernah bekerjasama turut memberikan penghormatan terakhir di rumah duka,” kata Adi menegaskan.

Rasa kehilangan dirasakan pula oleh beberapa relawan senior di Pekalongan yang turut serta hadir. “Setiap kegiatan bantuan ke masyarakat, almarhum aktif dan menuntaskan tugasnya, tanpa memilih tugas apa yang diberikan,” kesan Budi Pepeng, relawan senior di Kabupaten Pekalongan.

Rumah duka dipenuhi oleh relawan PMI Se-Jateng dan luar Jateng, di antaranya Bantul-Jogja, Bali dan NTB, Juga Basarnas, PSC Pekalongan, relawan BPBD, Banser dan masyarakat. Hal ini mengingatkan akan petuah bijak yang mengajarkan ‘manusia mati meninggalkan nama’. Sebuah pemahaman yang dimaksudkan bahwa baik maupun buruk seseorang akan membuat namanya akan terkenang. Bakti, dedikasi dan jasa yang telah Tata persembahkan bersama PMI bagi pertiwi akan selalu terkenang. Tata, relawan PMI itu pergi dengan penuh iringan doa dan menyisakan kenangan dalam bagi para relawan. (arh)

 

Comments

comments