Luar Biasa, Pabrik Ini Ternyata Bisa Keluarkan Olahan Limbah Yang Bening

oleh
Luar Biasa, Pabrik PT Sinar Pangjaya Mulia Ternyata Sudah Keluarkan Olahan Limbah Yang Bening
Dansektor 21 Satgas Citarum Kolonel Inf Yusep Sudrajat membuka secara simbolis cor di lubang pembuangan limbah milik PT Sinar Pangjaya Mulia, Cimahi, Sabtu (6/10/2018).

SOROTINDONESIA.COM, Cimahi,- PT Sinar Pangjaya Mulia, perusahaan produk tekstil yang berlokasi di Jl. Mahar Martanegara, Kota Cimahi, akhirnya bisa bernafas lega setelah lubang pembuangan limbahnya diizinkan untuk dibuka oleh Dansektor 21 Satgas Citarum Kolonel Inf Yusep Sudrajat, Sabtu (6/10/2018).

“Sektor 21 hingga saat ini masih melakukan tugasnya, sekarang masuk ke PT Sinar Pangjaya Mulia yang pada tanggal 8 September 2018 lalu ditutup lubang pembuangan limbahnya,” kata Dansektor dihadapan wartawan. Sebelumnya Dansektor beserta jajaran melaksanakan sidak ke dua pabrik di Jl. Cibaligo dan Jl. Industri.

Dansektor yang saat wawancara didampingi oleh Eddy Sukandar, direktur perusahaan tersebut, menyebutkan bahwa meski lubang pembuangan limbahnya ditutup, tapi pabrik selama ini tidak berhenti berproduksi. “Perusahaan ini ternyata tetap berproduksi, hanya produksinya diturunkan, serta air olahan limbahnya sebagian di recycle,” terangnya.

Ditambahkan oleh Dansektor, “Setelah cor di lubang pembuangan limbah dibuka, silahkan berproduksi lagi secara normal. Kita lihat sendiri, air olahan limbahnya sudah jernih seperti air minum dalam kemasan, plus ikannya juga hidup disitu. Artinya air ini sudah boleh keluar di aliran sungai masyarakat, karena tidak merusak lingkungan,” tambahnya.

“Kita berharap ini dipertahankan terus oleh Pak Eddy selaku pemilik PT Sinar Pangjaya Mulia,” pesan Dansektor.

Selanjutnya dikatakan oleh Dansektor kepada Eddy Sukandar,”Kami selaku Satgas Citarum Harum, khususnya Sektor 21, mengucapkan terima kasih atas usaha-usaha bapak, tentu satu bulan (masa ditutup saluran pembuangan limbahnya) bukan waktu yang sebentar, banyak cost yang dikeluarkan atau potensi yang hilang begitu saja, tapi demi masyarakat dan Citarum Harum, tetap diperjuangkan,” ucap Dansektor.

Dansektor 21 juga mengimbau kepada seluruh rekan-rekan yang memiliki pabrik, mudah-mudahan ini bisa dijadikan pembelajaran, “Segera saja berbuat dan berbenah agar tidak terjadi lagi kerugian-kerugian yang bisa dialami pabriknya,” imbaunya.

Parameter Dansektor 21 Satgas Citarum Harum ini kepada semua pabrik yang telah dikunjungi ada 2, air hasil olahan limbah jernih dan selanjutnya ada ikan hidup di kolam dekat lubang pembuangan limbah yang menuju ke aliran sungai. Satu kesempatan Dansektor menerangkan alasannya dengan parameter tersebut, jika limbah yang keluar ke aliran sungai masih berwarna, dikuatirkan masih menyisakan lumpur limbah yang ikut terbuang.

Menanggapi penjelasan dari Dansektor 21 Kolonel Yusep, Eddy Sukandar menerangkan, “Saya berterimakasih kepada Dansektor, dengan ditutupnya saluran pembuangan limbah, kami bisa instropeksi diri, di mana kelemahan-kelemahan pada proses IPAL ini yang kemarin sudah maksimal (overload), hingga pada momen ini kita memperbaiki seluruh fasilitas. Kebetulan ditutup, kita ada waktu perbaikan, kita kuras lumpurnya, kemarau ini juga bisa kita manfaatkan. Selama sebulan ini kita berproduksi sambil melakukan recycle, sehingga fasilitas IPAL kami sekarang jauh lebih maksimal,” urai Eddy Sukandar.

Ditambahkan oleh Eddy, “Kita dapat juga informasi-informasi dan masukan, seiring dengan waktu ditemukan sistem treatment yang bisa meningkatkan kualitas air libah. Kedepannya saya akan maksimalkan juga untuk menjaga kualitas yang sudah dicapai,” tandasnya.

Selanjutnya, seusai pengecekan IPAL dan pembukaan cor di saluran pembuangan limbah, Dansektor meminta komitmen dari pihak perusahaan PT Sinar Pangjaya Mulia untuk konsisten menjaga kondisi hasil olahan limbahnya. [St]

Direktur PT Sinar Pangjaya Mulia menyerahkan surat komitmennya untuk mendukung program Citarum Harum kepada Dansektor 21 Kolonel Inf Yusep Sudrajat
Direktur PT Sinar Pangjaya Mulia, Eddy Sukandar, menyerahkan surat komitmennya untuk mendukung program Citarum Harum kepada Dansektor 21 Kolonel Inf Yusep Sudrajat, Sabtu (6/10/2018).

Comments

comments