Dukung Citarum Harum, PT Sansan Saudaratex Jaya Siapkan Investasi 10 Milyar Benahi IPAL

oleh
Dukung Citarum Harum, PT Sansan Saudaratex Jaya Siapkan Investasi Sebesar 10 Milyar Untuk Benahi IPAL

SOROTINDONESIA.COM, Cimahi,- PT Sansan Saudaratex Jaya berkomitmen untuk ikut mensukseskan program Citarum Harum dengan menyiapkan rencana anggaran sebesar Rp 10 milyar untuk membenahi IPAL (Instalasi Pengolahan Air Limbah). Anggaran ini akan digunakan untuk investasi alat serta penambahan kapasitas.

Hal tersebut diungkapkan oleh Harry Danubrata selaku Manager Bisnis Improvement & Development yang juga putra dari Direktur PT Sansan Saudaratex Jaya, Gunaras Danubrata, di pertemuan setelah dilaksanakan pengecekan IPAL antara jajaran manajemen dengan Dansektor 21 Satgas Citarum Kolonel Inf Yusep Sudrajat bersama perwakilan dari elemen masyarakat dan awak media di salasatu ruang rapat pabrik tersebut, Sabtu (1/9/2018).

Pengecekan IPAL dan air hasil olahan limbah PT Sansan Saudaratex Jaya oleh Dansektor 21 Satgas Citarum Kolonel Inf Yusep Sudrajat didampingi Harry Danubrata, Sabtu (1/9/2018).
Pengecekan IPAL dan air hasil olahan limbah oleh Dansektor 21 Satgas Citarum Kolonel Inf Yusep Sudrajat didampingi perwakilan manajemen PT Sansan Saudaratex Jaya, Harry Danubrata, Sabtu (1/9/2018).

Diakui oleh Harry pada pertemuan itu bahwa pihaknya masih belum optimal dalam pengelolaan limbah. “Dengan adanya isu Citarum Harum, saya jadi mengerti dan sadar, bahwa selama ini pengolahan limbah kami belum maksimal. Dibandingkan dengan perusahaan-perusahaan lain yang kami sudah survey, sebetulnya kami sudah memiliki fasilitas yang bisa dikatakan layak. Tapi entah bagaimana pengolahannya itu belum maksimal dan kurang memuaskan, maka dari itu kita bentuk tim khusus pada bulan April lalu untuk benar-benar fokus dan konsentrasi di masalah IPAL. Target saya ini bisa dibereskan buat sekarang dan selamanya,” jelas Harry.

“Kita ada fasilitas, meski demikian akan ada pengembangan-pengembangan lebih yang akan kita lakukan dengan bantuan dari konsultan,” tambahnya.

Lebih lanjut dijelaskan oleh Velia, Manager Dying dan Finishing, kapasitas IPAL dari perusahaan yang 90 persennya adalah garmen ini adalah sebesar 1.000 meter kubik. “Kami ada rencana menaikkan kapasitas IPAL kami, dari 1.000 meter kubik ke 3.000 meter kubik. Karena bagi perusahaan, untuk tekstil itu kedepannya bisa lebih daripada yang sekarang. Maka dari itu tekstil dari tahun kemarin kita sudah rancang untuk menaikkan kapasitas ditambah dengan kesiapan dari sarana dan prasarana. Selain itu juga manajemen washing akan diperbesar,” ungkap Velia.

Waldemar, konsultan IPAL PT Sansan Saudaratex Jaya yang ikut dalam pertemuan itu menerangkan langkah yang sudah dikerjakan selama satu minggu waktu yang diberikan oleh Dansektor untuk perbaikan kualitas hasil olahan limbah. Diterangkan di awal bahwa sistem yang digunakan dalam pengelolaan IPAL adalah biologi, fisika dan kimia. “Saya kenal dengan Pak Harry dari bulan April, pertama saya masuk kesini biologi sudah ada, hanya menurut saya alur prosesnya belum tepat. Lalu kita benahi, memang perlu waktu, jadi yang sudah dirubah dalam tanggap darurat sekarang adalah dari aerasi ada return sludge dan untuk yang proses kimia langsung ke lamela qualifier baru dibuang. Waktu lalu disatukan, makanya sering berubah-ubah hasilnya, bisa jernih dan kadang-kadang hitam, karena ada limbah dari bakteri (biologi) yang masih ikut kesitu.¬† Memang kapasitas terpasang sekarang 1.000 meter kubik, dan saya sarankan kepada owner untuk tidak mengolah lebih dari itu,” terangnya.

Diungkapkan lebih lanjut, “Satu minggu lalu Dansektor sudah ingatkan, hasilnya masih kurang jernih, memang untuk pasang sand filter masih perlu waktu. Kurang lebih setengah bulan. Kapasitas nantinya adalah 50 meter kubik per jam untuk meng-adopt yang ke 3.000 meter kubik agar sekalian untuk proses recycle yang rencananya akan dimanfaatkan salasatunya untuk di wash garmen. Tapi saat ini saya usahakan untuk tetap maksimal,” ungkap Waldemar sambil menunjukkan gambar struktur.

Saat ada pertanyaan kapan kira-kira penambahan fasilitas itu bisa selesai, dijawab oleh Harry, “Untuk WWTP (Waste Water Treatment Plant) ini rencananya 3 hingga 6 bulan kedepan, dengan nilai investasi kurang lebih Rp 10 milyar,” jawabnya.

Dansektor 21 Satgas Citarum Kolonel Inf Yusep Sudrajat, pada gilirannya menyatakan bahwa pihaknya hanya ingin perusahaan PT Sansan Saudaratex Jaya membuang limbah yang sudah bersih ke sungai. “Saya selaku Dansektor hanya ingin membuat komitmen dengan pemilik pabrik disini, minimal mengeluarkan limbah seperti ini,” kata Dansektor sambil mengangkat sampel botol plastik yang berisi air hasil olahan limbah. “Tapi harus bisa dimaksimalkan lagi, karena kita sudah ke banyak pabrik yang hasilnya lebih bagus dari hasil olahan limbah pabrik ini (PT Sansan),” pungkas Dansektor.

Diakhir pertemuan, dilaksanakan penandatanganan komitmen oleh Harry Danubrata mewakili manajemen, untuk tidak membuang limbah dalam kondisi kotor ke aliran sungai. [St]

Komitmen dan Surat Pernyataan dari PT Sansan Saudaratex Jaya

Comments

comments