Prodia Akan Luncurkan Layanan Pemeriksaan Nutrigenomics

oleh -
Prodia Akan Luncurkan Produk Pemeriksaan Nutrigenomics
Konferensi pers Prodia terkait Seminar Nasional untuk awam dengan tema Get Nutrified? Ask Your DNA! yang menghadirkan dr David Budi Wartono (kanan), Reskia Dwi Lestari dan Riska Widyasari, di Hotel Grand Tjokro, Bandung, Sabtu (23/3/2019).

Kenali Kebutuhan Nutrisi Tepat Bagi Tubuh dengan Prodia Nutrigenomics

BANDUNG,- Laboratorium klinik terkemuka tanah air, Prodia, berencana akan meluncurkan produk layanan pemeriksaan Nutrigenomics pada bulan Juni 2019 mendatang. Layanan tersebut adalah untuk mengetahui efek nutrisi terhadap gen, serta interaksi antara gen dan nutrisi yang berkaitan kesehatan, sehingga dapat digunakan sebagai baseline dan guidance untuk melakukan gaya hidup yang sesuai.

Hal tersebut diungkapkan oleh Riska Widyasari saat gelaran konferensi pers seminar nasional untuk awam bertemakan Get Nutrified? Ask Your DNA! yang diselenggarakan di Hotel Grand Tjokro, Jl. Cihampelas, Kota Bandung, yang juga menghadirkan pembicara, dr David Budi Wartono, AAM, ABAARM., serta Marketing Communication Manager Prodia, Reskia Dwi Lestari, Sabtu (23/3/2019).

“Layanan tersebut adalah yang pertama di Indonesia,” jelas Riska.

“Akan lebih aman jika pemeriksaan DNA dilakukan oleh brand lokal kita,” tambahnya.

Dijelaskan lebih lanjut oleh Reskia, “Pentingnya untuk mengetahui kebutuhan tubuh agar dapat memilih dengan tepat makanan ataupun jenis kegiatan fisik yang sesuai dan hal tersebut dapat dilakukan dengan pemeriksaan Prodia Nutrigenomics, salahsatunya rangkaian pemeriksaan Prodia Genomics,” jelasnya.

“Prodia Nutrigenomics cukup dilakukan sekali seumur hidup, dan bisa dilakukan kapanpun,” ungkapnya.

Jumlah kebutuhan nutrisi yang dibutuhkan setiap orang berbeda berdasarkan kondisi tubuh masing-masing, namun yang utama adalah berdasarkan gen dalam tubuh. Gen berpengaruh pada sifat, fisik, kesehatan dan respon tubuh terhadap berbagai macam nutrisi.

Tidak hanya kebutuhan nutrisi yang berbeda, akan tetapi jenis serta jumlah olahraga setiap orang juga berbeda. Nutrisi dan latihan fisik dengan porsi yang sama, belum tentu memberikan efek yang sama bagi setiap orang, hingga risiko penyakit yang berbeda.

Untuk itu Prodia menyadari pentingnya mengedukasi masyarakat tentang kebutuhan nutrisi setiap individu yang berbeda satu sama lain. Sehingga dengan mengetahui kebutuhan nutrisi apa yang tepat untuk tubuh dapat menjaga kesehatan dan mencegah timbulnya beragam risiko penyakit, salasatu edukasi tersebut adalah melalui seminar.

“Seminar Nasional awam ini akan hadir di 22 kota di Indonesia, yakni Banda Aceh, Yogyakarta, Batam, Bandung, Pekanbaru, Semarang, Lampung, Medan, Jakarta, Balikpapan, Makassar, Samarinda, Manado, Denpasar, Surabaya, Padang, Bogor, Palembang, Solo, Banjarmasin, Malang dan Cirebon,” pungkas Reskia.

Pada kesempatan konferensi pers itu, dr David Budi Wartono, AAM, ABAARM., mengatakan bahwa makanan ”sehat” pun bisa menyebabkan sensitivitas dan jenis makanan tertentu akan memiliki risiko yang berbeda untuk setiap orang terhadap penyakit tertentu.

“Makanan cepat saji misalnya, akan mengaktifkan potensi sel kanker, sedangkan makanan yang mengandung gula tinggi punya risiko terjadinya peradangan. Hal ini tentu akan menimbulkan risiko penyakit yang berbeda dengan orang yang sukanya makan buah, sayur, dan minum air putih,” jelas dr. David.

Tentang PT Prodia Widyahusada Tbk.

Laboratorium klinik Prodia didirikan pertama kali di Solo pada 7 Mei 1973 oleh beberapa orang idealis berlatar belakang pendidikan farmasi. Sejak awal, Bapak Andi Widjaja beserta seluruh pendiri lainnya tetap menjaga komitmen untuk mempersembahkan hasil pemeriksaan terbaik dengan Iayanan sepenuh hati.

Sebagai pemimpin pasar, sejak 2012 Prodia merupakan satu-satunya Iaboratorium dan klinik di Indonesia dengan akreditasi College of American Pathologists (CAP). Sehingga kualitas hasil tes dari laboratorium Prodia sejajar dengan laboratorium internasional.

Pada 7 Desember 2016, Bursa Efek Indonesia (BEI) meresmikan pencatatan saham perdana Prodia sebagai emiten ke-15 di tahun 2016, dengan kode saham ”PRDA”. Dalam aksi korporasi itu, Prodia telah menawarkan saham perdana sebanyak 187,5 juta lembar saham. Dengan demikian, dana yang diraih dari penawaran umum perdana saham (IPO) perseroan mencapai sebesar Rp1,22 triliun.

Hingga saat ini, Prodia telah mengoperasikan jejaring Iayanan sebanyak 294 outlet, termasuk 146 laboratorium klinik di 34 provinsi dan 123 kota di seluruh Indonesia, beberapa diantaranya merupakan Prodia Health Care (PHC) yakni Iayanan wellness clinic yang berbasis personalized medicine serta specialty clinics yang terdiri dan’ Prodia Children’s Health Centre (PCHC), Prodia Women’s Health Centre (PWHC) dan Prodia Senior Health Centre (PSHC).

Prodia selalu mengembangkan tes-tes pemeriksaan terbaru serta melengkapi jenis tes dan pane! pemen‘ksaan kesehatan agar dapat melayani kebutuhan pemeriksaan kesehatan masyarakat Indonesia yang semakin hari semakin meningkat. Saat ini, terdapat kurang lebih 700 jenis tes pemeriksaan kesehatan yang dapat dilakukan oleh Prodia secara mandiri.[St|Rl]

Comments

comments