PRB PMI Kota Semarang Siapkan Sejak Dini Kurangi Risiko Bencana

oleh -
PRB PMI Kota Semarang Siapkan Sejak Dini Kurangi Risiko Bencana
Pelatih PMI Kota Semarang, Miun Edi Waluyo.

SEMARANG, sorotindonesia,- Bencana atau musibah dapat terjadi kapan pun dan di mana pun. Namun demikian, dalam menajemen kebencanaan terdapat siklus yang digunakan sebagai pengingat adanya bahaya tersebut. Palang Merah Indonesia (PMI) Kota Semarang mengajarkan hal tersebut dalam pelatihan Pengurangan Risiko Bencana (PRB) yang diadakan di Aula Kecamatan Tugu, Jalan Walisongo KM 10 Tugu, Kota Semarang, Selasa (5/3/2019).

Staff Penanggulangan Bencana PMI Kota Semarang, Sri Djatmiko menerangkan siklus bencana dimulai dari sebelum terjadinya bencana. “Siklus kebencanaan terdiri atas masa pra bencana, tanggap darurat bencana (TDB), dan masa pacsa bencana,” kata Djatmiko

Pra bencana, ujarnya, perlu disikapi dengan berbagai kegiatan mitigasi atau pencegahan. Hal tersebut dimaksudkan bukan untuk mencegah terjadinya bencana saja. Namun, juga diharapkan dapat meminimalisir dampak yang lebih buruk ketika terjadi bencana.

“Mitigasi tidak berlaku mutlak untuk mencegah bencana. Karena bencana itu tidak bisa dicegah, manajemen bencana didesain untuk mencegah, bila itu mungkin, atau mengurangi kondisi yang lebih parah,” paparnya.

Melanjutkan paparan Djatmiko, pelatih PMI Kota Semarang, Miun Edi Waluyo menjelaskan detail kegiatan yang dilakukan assesment atau proses pendataan terhadap potensi terjadinya bencana.

Dia menerangkan, Vulnerabilty and Capacity Assesment (VCA) sebagai teknik pengumpulan data yang dapat digunakan oleh pihak internal maupun eskternal dalam pengambilan keputusan untuk perencanaan kegiatan penanganan bencana. Proses penilaian yang digunakan untuk melakukan identifikasi terhadap kapasitas (kekuatan) dan kerentanan (kelemahan) suatu rumah tangga, masyarakat maupun institusi dan semua pihak yang terlibat dalam penanggulangan bencana.

“VCA sebagai upaya pengurangan resiko dampak dari adanya bencana dilakukan bersama sama masyarakat yang mencakup seluruh sektor (lingkungan, ekonomi, psiko-sosial dan lain sebagainya, atau secara ringkas bisa kita sebut pengurangan risiko bencana terpadu berbasis masyarakat” tandasnya.

Kepada peserta, dia mengingatkan pentingnya VCA. Sebab proses pengumpulan datanya untuk perencanaan kegiatan yang berkelanjutan (long term development), simple, aplikatif juga komprehensif yang memberikan perhatian secara mendalam terhadap prediksi, pencegahan, kesiapsiagaan adanya suatu bencana. (arh)

Peserta pelatihan tengah berdiskusi dalam melakukan pendataan potensi bencana.

Comments

comments