PRB PMI Kota Semarang Harapkan Mitigasi Dari Hal Paling Sederhana

oleh -
PRB PMI Kota Semarang Harapkan Mitigasi Dari Hal Paling Sederhana

sorotIndonesia.com | Semarang, – Bencana didefinisikan sebagai sebuah peristiwa atau rangkaian peristiwa yang mengancam dan mengganggu kehidupan dan penghidupan masyarakat. Bencana dapat terjadi disebabkan oleh faktor alam, manusia dan sebagainya.

Hal ini diungkapkan Kabid Yanmas PMI (Pelayanan Masyarakat Palang Merah Indonesia) Kota Semarang, Bambang Kristiyono saat memberikan pengantar pada pelatihan risiko bencana (PRB) di Kantor Kecamatan Semarang Barat, Jalan Ronggolawe No.2, Gisikdrono, Kota Semarang, Senin (11/3/2019).

“Bencana alam itu dapat dikatakan sebagai sebuah bencana harus memenuhi kriteria yang sesuai dengan Protap (prosedur tetap) yang telah diatur oleh pemerintah dalam Undang-undang penanggulangan bencana,” katanya, “ada kerusakan yang berakibat adanya korban jiwa atau dampak psikologis, dan mengganggu atau mengakibatkan berhentinya aktifitas ekonomi,” imbuhnya.

Namun demikian, ujarnya, dalam kegiatan kebencanaan hal tersebut tetap mendapatkan respon dan layanan dari pemerintah dan instansi terkait. “Seperti halnya PMI membantu orang yang rumahnya terkena longsor, kebakaran, rumah yang tertimpa pohon tumbang dan sebagainya. Ini memang bukan bencana dalam artian sebagaimana prosedur kebencanaan namun musibah tersebut harus direspon. Masyarakat harus dibantu,” terangnya.

Bambang melanjutkan, dalam sudut pandang manajemen, respon kebencanaan dalam bentuk tindakan pencegahan lebih diutamakan. “Kalau dokter mengatakan mencegah itu lebih baik daripada mengobati, maka dalam kebencanaan juga sama, mencegah atau mitigasi itu lebih baik daripada menanggulangi,” ujarnya.

Sementara, pelatih PMI Kota Semarang, Miun Edi Waluyo memberikan pemahaman tentang potensi bencana yang ada di Kota Semarang. Berdasarkan pemetaan yang ada, Kota Semarang perlu mewaspadai setidaknya dua macam bencana, yakni; banjir dan longsor. Oleh sebab itu, Miun memberikan tugas pada peserta untuk membuat rencana lapangan terkait pencegahan dan upaya meminimalisir dampak yang timbul akibat bencana tersebut.

Mitigasi Sederhana

Sementara, Sekretaris PMI Kota Semarang, H. Surachman, SIP., berharap peserta pelatihan dapat memulai mitigasi di Semarang Barat dari hal-hal yang sederhana. “Semarang Barat secara geografi sama seperti umumnya daerah pantura Semarang,” ujarnya, “Karena itu peserta bisa mempraktikkan dari hal sepele, seperti menjaga kelancaran selokan dan pengelolaan sampah. Sebab hal ini bukan hanya bisa mencegah penyakit, tapi juga banjir,” terangnya.

Surachman menambahkan, adanya pelatihan dan pemahaman tersebut harus diteruskan pada masyarakat luas. “Tentunya kami (PMI) berharap ilmu yang didapat bisa ditularkan kepada masyarakat, karena kesadaran bersama ini sangat dibutuhkan untuk suksesnya pengurangan risiko bencana. Mitigasi itu tidak bisa dilakukan secara sendiri,” pungkasnya. (arh)

Comments

comments