Prajurit TNI AU Tampilkan Atraksi Pencak Silat Di Acara Bulan Dirgantara

oleh
Atraksi pencak silat yang diperagakan oleh prajurit TNI AU pada gelaran Bulan Dirgantara di Lanud Husein Sastranegara
Atraksi pencak silat yang diperagakan oleh prajurit TNI AU pada gelaran Bulan Dirgantara di Lanud Husein Sastranegara, Minggu (25/3/2018). foto by MD.

BANDUNG,- Pencak silat yang merupakan seni beladiri warisan budaya leluhur Bangsa Indonesia, pada gelaran Bulan Dirgantara memperingati HUT TNI AU ke-72, menjadi bagian dalam rangkaian acara tersebut yang diperagakan secara apik oleh prajurit TNI AU di apron Lanud Husein Sastranegara, Minggu (25/3/2018).

“Kami mendorong pencak silat sebagai budaya Indonesia, yang juga akan kita dorong ke UNESCO. Kita tampilkan salasatu dari pencak silat kita bersama Pencak Silat Sunda Institute kita satukan, pertama mungkin TNI AU dulu di Husen Sastranegara, sebagai embrio saja, mungkin ke depan akan ada even lebih besar lagi.,” kata Danlanud Husein Sastranegara, Kolonel (Pnb) Iman Handojo saat wawancaranya dengan wartawan.

Diungkapkan oleh Danlanud bahwa pencak silat ditampilkan di jajarannya dan ikut mendorong ke UNESCO untuk tercatat sebagai salasatu warisan budaya Bangsa Indonesia sudah mendapatkan dukungan dari pimpinan. “Dukungan ini juga datang seperti dari BJB yang concern terhadap pencak silat. Harapannya seluruh rakyat Indonesia juga ikut mendukung,” ungkapnya.

Pada rangkaian acara Bulan Dirgantara tersebut, selain demo pencak silat, juga ada aksi 72 penerjun payung, penampilan drum band dari mahasiswa Universitas Nurtanio, fun run 7.2K, khitanan massal, panggung hiburan, dan acara menarik lainnya.

Jurnalis Bela Negara Siap Dukung Pencak Silat Diakui Oleh UNESCO

Dikesempatan terpisah, Jurnalis Bela Negara (JBN) akan ikut mendukung Pencak Silat agar diakui dan tercatat oleh UNESCO sebagai warisan budaya asli Indonesia.┬áMenurut Ketua JBN Raden Mochamad Gun melalui Sekjend JBN, Seca Berbudhy atau akrab disapa Mas Don, “Kami selain mendukung gerakan anti Hoax dan menangkal Proxy War, Kami juga memandang penting untuk mendukung langkah Silat Sunda Institute pimpinan Aom Roedy Wiranatakusumah, mahaguru, dalam memperjuangkan programnya, yakni agar warisan seni budaya Pencak Silat Indonesia diakui oleh UNESCO,” tegasnya.

“Kami akan mendorong program ini, karena kami merasa ini adalah bagian dari Bela Negara. Budaya adalah salasatu warisan yang perlu dijaga dan dilestarikan. Untuk itu, pengakuan dari UNESCO akan lebih memperkuat dan memberi pengaruh besar bagi generasi mendatang untuk bangga dalam menjaga dan melestarikannya,” jelas Mas Don.

“Dukungan yang kami berikan berupa publikasi mungkin tidak banyak memberi pengaruh terhadap apa yang di cita-citakan dari program ini. Tapi bagi Kami, sekecil apapun bisa kami lakukan untuk kepentingan bangsa itu jauh lebih baik daripada Kami tidak melakukan apa-apa,” tegasnya lagi.

“Kami berharap kedepannya Pencak Silat bisa masuk kurikulum Bela Diri Militer. Diterapkan di tiga matra TNI. Hal ini adalah wujud kecintaan kami terhadap NKRI dan TNI. Kami tentunya bangga menjadi bagian dari sejarah bersama TNI, bersama memperjuangkan silat sebagai warisan budaya tak benda dunia milik Indonesia ke UNESCO,” harap Mas Don. [St]

Comments

comments