PPP Akan Deklarasikan Pasangan Ridwan Kamil dan Uu Ruzhanul Ulum sebagai Cagub dan Cawagub Jabar

oleh

BANDUNG – Langkah dinamis masih mewarnai pergerakan politik untuk menentukan calon gubernur (cagub) dan wakil gubernur (cawagub) Provinsi Jawa Barat yang nanti akan bertarung di Pilgub tahun 2018 mendatang, tidak terkecuali dengan Partai Persatuan Pembangunan (PPP) yang telah mengusung Ridwan Kamil dan Uu Ruzhanul Ulum. 

PPP merupakan partai yang telah melengkapi dukungan tiket bagi Ridwan Kamil untuk bisa maju sebagai cagub pertama yang bisa melenggang menuju pertarungan kursi Jabar 1. 

Tapi sebagai tindak lanjut kesepakatan yang telah dibuat di kantor DPP PPP di Tebet-Jakarta, yang lebih dikenal dengan sebutan Kesepakatan Tebet, Ridwan Kamil untuk melangkah ke Jabar 1 sudah dipasangkan dengan kader PPP yang kini menjabat Bupati Tasikmalaya, Uu Ruzhanul Ulum untuk posisi cawagub.

“Rencananya deklarasi akan dilaksanakan antara tanggal 20 sampai 25 November 2017,” ungkap Dayat Hidayat, salaseorang pengurus DPP PPP bidang Pemenangan Jawa Barat saat ditemui sorotindonesia seusai acara pengumuman hasil survei Indo Barometer di Aston Braga, Kota Bandung, beberapa waktu yang lalu. 

Dijelaskan oleh Dayat, walaupun kini Ridwan Kamil mendapat desakan untuk berpasangan dengan cawagub dari partai yang lain, pihaknya tetap berpegang pada kesepakatan Tebet. “Kesepakatan Tebet itu tetap memajukan Uu, jadi tidak akan berubah, karena itu sudah final. Sebuah surat yang telah disepakati dan ditandatangani bersama, itu menjadi sebuah dukungan yang harus dihormati,” terang Dayat. 

“Jadi kalau misalnya Ridwan Kamil mendeklarasikan dengan yang lain, ya kita tetap pada komitmen awal bahwa kita menghormati kesepakatan yang telah dibuat,” tegasnya. 

Diterangkan lagi oleh Dayat, jika Ridwan Kamil mendeklarasikan pasangan cagub dan cawagub dari kader partai yang lain, menurutnya adalah mencari pasangan yang ideal oleh RK (Ridwan Kamil). “Tetapi walau bagaimanapun tetap akan dikomunikasikan kembali, mungkin saja komunikasinya itu dalam bentuk konvensi cawagub,” terangnya. 

Lebih jauh Dayat menjelaskan lagi, dinamika politik masih berproses, walau saat ini muncul nama lain selain Uu Ruzhanul Ulum sebagai cawagub bagi Ridwan Kamil, “Kami tidak akan keluar dari koalisi sepanjang partai tidak memutuskan untuk itu, jadi kami tidak mau gegabah. Ketika ada perubahan mendadak, tentunya kita di PPP akan melakukan rapat dan pertemuan. Kesepakatan Tebet adalah kesepakatan hukum yang tertuang antara pimpinan partai dan calon, itu tidak boleh diabaikan begitu saja. Artinya, sampai detik ini PPP tidak mundur dan tetap memajukan Uu Ruzhanul Ulum sebagai Cawagub Jabar dari PPP, ” tegas Dayat mengingatkan. 

Dikesempatan terpisah, Ketua DPC PPP Kota Bandung, Zaini Sophari, mengatakan, pihaknya masih ikut melakukan komunikasi intensif dengan siapapun terlebih dengan parpol yang lain terkait dengan RK pun Uu melakukan hal yang sama. Karena menurutnya ini menyangkut persoalan kedepannya sebagai Cawagub.

“Kita dan teman-teman di Bandung terus melakukan giat sosialisasi bagaimana Uu bisa berdampingan dengan RK, survei dari Indo Barometer hari ini menunjukan Uu tertinggi untuk Cawagub, begitupun di LSI dan JA,” ucap Zaini. 

Zaini mengungkapkan rasa optimisnya dikesempatan wawancara dengan wartawan, “Kami di PPP punya semangat baru, kita punya SK Ridwan Kamil dan Uu Ruzhanul Ulum untuk dimenangkan. Dan kini kami sudah bekerja semakin kompak,” ucap Zaini kepada sorotindonesia. [St]

Foto (Ki-ka) : Ketua DPC PPP Kota Bandung Zaini S, Uu Ruzhanul Ulum, Pemenangan Jawa Barat DPP PPP Dayat Hidayat.

Comments

comments