Polisi Bekuk Admin Akun Facebook Gay Bandung Indonesia

oleh
Polisi Bekuk Admin Akun Facebook Gay Bandung Indonesia
[Foto: Dok. Istimewa]

Bandung, sorotindonesia.com,- Ditreskrimsus Polda Jabar tetapkan dua orang pada kasus grup “Gay Bandung Indonesia” di akun media sosial Facebook sebagai tersangka. Kedua orang tersebut adalah Ikhsan Syamsudin (admin grup) dan pasangan prianya, Iwan Hermawan.

Keberhasilan polisi membongkar kasus ini diungkapkan kepada awak media oleh Wadir Reskrimsus Polda Jabar AKBP Hari Brata pada konferensi pers di Mapolda Jabar, Jl. Soekarno Hatta, Kota Bandung, Jumat (19/10/2018).

“Pada hari Kamis tanggal 18 Oktober 2018, sekira pukul 02.00 Wib, Unit Cyber Polda Jabar telah mengamankan seseorang bernama Ikhsan Syamsudin (admin grup Gay Bandung Indonesia) di sebuah rumah kosan di wilayah Jl. Jatimulya, Kelurahan Gumuruh, Kecamatan Batununggal, Kota Bandung. Adapun yang bersangkutan diamankan bersama dengan pasangan prianya bernama Iwan Hermawan,” jelas Hari Brata.

Selanjutnya, kata Hari Brata, dilakukan penggeledahan di rumah kosan yang ditempati pelaku dan didapati alat komunikasi sebanyak 5 unit handphone yang digunakan oleh pelaku mengelola grup Facebook Gay Bandung Indonesia. “Pelaku mengganti deskripsi nama grup menjadi “Peduli Gay Bandung” sekira tanggal 15 Oktober 2018, ungkapnya.

Pada hasil penggeledahan, didapati pula alat kontrasepsi sebanyak kurang lebih 25 (dua puluh lima) buah dan
alat bantu lainnya yang biasa digunakan oleh tersangka melakukan hubungan badan antara kedua pelaku dan diduga dengan teman pria lainnya.

Dijelaskan pada konferensi pers tersebut, modus operandinya pelaku menggunakan akun Facebook dengan nama “Syamsudin Ikhsan”, lalu pelaku membuat grup Facebook dengan nama “Gay Bandung Indonesia” dengan tujuan membuat wadah komunitas kaum sesuka sesama jenis (Homoseksual) dan memposting hal-hal yang berorientasi penyimpangan seksual di grup Facebook.

Keberadaan akun yang sudah tahunan ini di media sosial sempat menjadi perbincangan hangat ditengah masyarakat.

Atas perbuatannya, polisi menjerat dengan Pasal 45 Ayat (1) Jo Pasal 27 Ayat (1) UU RI no. 19 Tahun 2016
tentang perubahan terhadap UU No. 11 Tahun 2008 tentang ITE.

“Ancaman hukuman penjara maksimal 6 tahun dengan denda 1 miliyar,” tegas Hari Brata. [*]

Comments

comments