Polda Jabar Ungkap Kasus Tindak Pidana Pencucian Uang Produsen Miras Oplosan Maut Cicalengka

oleh
Kapolda Jabar Gelar Konferensi Pers Pengungkapan Kasus Tindak Pencucian Uang Miras Oplosan Cicalengka

BANDUNG,- Ditreskrimsus Polda Jabar berhasil menyita aset tidak bergerak dan sejumlah uang milik produsen miras oplosan maut, Sansudin Simbolon dan Hamcia Manik, yang menewaskan puluhan orang di Kabupaten Bandung beberapa waktu lalu.

Penyitaan aset ini dilakukan oleh pihak kepolisian karena Sansudin Simbolon dan istrinya Hamcia Manik telah dijerat dengan Pasal 3 Undang-undang Nomor 8 Tahun 2010 tentang Pencegahan dan Pemberantasan Tindak Pidana Pencucian Uang (TPPU) oleh Polda Jabar dan Pasal 204 ayat (1) dan (2) KUHP.

Dugaan tindak pidana setiap orang yang menempatkan, mentransfer, mengalihkan, membelanjakan, membayarkan, dan menghibahkan, menitipkan, membawa ke luar negeri, mengubah bentuk, menukarkan dengan mata uang atau surat berharga atau perbuatan lain atas harta kekayaan yang diketahuinya atau patut diduganya merupakan hasil tindak pidana dengan tindak pidana asal, menjual, menawarkan, menyerahkan atau membagi-bagikan barang yang diketahuinya membahayakan nyawa atau kesehatan orang sebagaimana dimaksud dalam pasal-pasal 3 UU No. 8 tahun 2010 tentang TPPUdengan tindak pidana asal pasal 204 ayat (1) dan ayat (2) KUHP.

“Ini terkait dengan perkembangan kasus yang menyebabkan 69 orang meninggal dunia akibat mengkonsumsi miras oplosan yang diproduksi di daerah Cicalengka dengan tersangka inisial S. Kita melihat langsung bunker yang ada dibawah rumah tersangka sebagai tempat penyimpanan miras,” jelas Kapolda Jabar Irjen Pol Drs Agung Budi Maryoto, M.Si., pada kegiatan konferensi pers yang digelar di Jl. Palasari, Kota Bandung. Didampingi Wakapolda Jabar Brigjen Pol Supratman dan Direskrimsus Kombes Pol Samudi dan jajaran, Rabu (5/7/2018).

Ditambahkan oleh Kapolda, “Oleh karena itu penyidikan terus berjalan. Namun hasil koordinasi dengan Criminal Justice System, selain substansi kasus itu sendiri kita kenakan TPPU, yang ancamannya cukup tinggi, hukuman 20 tahun penjara dan maksimal denda Rp 10 milyar rupiah,” ungkap Kapolda.

“Hasil koordinasi dengan kejaksaan dan pengadilan maka penyidik melakukan penyitaan berbagai aset tersangka yang tidak bergerak. Ada 5 bidang tanah dan bangunan. Kemudian ada satu lagi lahan kebun sawit seluas 29 hektar. Ini kita sudah persiapkan langkah-langkah administrasinya. Selain itu ikut disita uang cash sebesar Rp 65 juta,” terang Kapolda. “Penyitaan ini kita lakukan untuk melengkapi alat bukti dalam konteks TPPU,” imbuh Kapolda.

Tindak pidana pencucian uang oleh tersangka Sansudin Simbolon dan Hamcia Manik yang beralamat di Jalan By Pass Kampung Bojong Asih Rt 03 Rw 08, Desa Cikalong Wetan, Kecamatan Cicalengka, Kabupaten Bandung, dilakukan sekitar bulan Desember tahun 2010 sampai bulan Maret 2018. Dengan cara menggunakan uang hasil kejahatan penjualan minunan keras yang membahayakan kesehatan dan mengakibatkan orang meninggal untuk pembanguban rumah mewah, pembelian tanah dan bangunan, pembelian lahan kelapa sawit, pembelian kendaraan roda 2 dan roda 4.

MODUS OPERANDI

Sansudin Simbolon dalam sehari memproduksi minuman keras (miras) oplosan sebanyak 250 liter atau 416 botol ukuran 600 ml. Dengan perinclan modal dan bahan dasar sekali produksi adalah :

1. Alkohol 97 % = Rp.40.000,X 6,8 Liter = Rp. 272.000,-,

2. Pewarna textlle Rp.4.000,

3. Kuku bima Rp.39.000,

4. Pengharum/essen Rp.4.000,-,

5. Air mineral merk minola Rp. 1.100 X 58 botol = Rp.63.800,

6. Ongkos bongkar Muat Rp.3.000,

7. Upah produksi Rp.39.000,

8. Segel dan Listrik Rp.5.000,

Total modal keseluruhan sekali Produksi Rp.429.800,

Modal Per Botol Rp.6.500 dan dijual dengan harga Rp. 20.000 per botol, Sehigga tersangka memperoleh keuntungan sebesar Rp.13.500 per botol.

Dalam satu hari tersangka memproduksi 416 botol atau 250 liter miras oplosan, Keuntungan per hari sebasar 5.616.000. Dalam sebulan tersangka memperoleh keuntungan sebesar Rp.168.480.000 (Seratus enam puluh delapan juta empat ratus delapan puluh ribu rupiah ).

Tersangka memproduksi miras oplosan sejak awal Tahun 2010 sampai dengan awal Tahun 2018.

Pada kasus ini polisi telah melakukan penyitaan, diantaranya, 5 (lima) lembar print out histori kepemilikan kendaraan pajak progresif atas nama Sansudin Simbolon, Hamcia Manik dan Roy San Guntur Simbolon. Uang tunai Rp. 65.351.000,( Enam puluh lima juta tiga ratus lima puluh satu ribu rupiah ). Kemudian, 1 (satu) lembar kwitansi DP pembelian / panjar lahan sawit senilai Rp.50.000.000 ( Lima Puluh Juta Rupiah ) tertanggal 13 Januari 2018. Selanjutnya, 1 (satu) lembar slip pengiriman uang bank BNI dari Hamcia Manik senilai Rp. 600.000.000 ( Enam Ratus Juta Rupiah ) dengan berita pembelian kebun.

. 1 (satu) bidang tanah dan bangunan dengan sertif’ikat hak milik No. 218, luas 224 M2, Surat Ukur Nomor 00005/2003 Desa Cicalengka wetan Kec. Cicalengka Kab. Bandung Prov Jawa Barat a.n Hj. ENDANG WAHYUNI Dan Sertifikat Hak Milik No.219, Luas 56 M2, Surat Ukur Nomor 00006/2003 Desa Cicalengka wetan Kec. Cicalengka Kab. Bandung Prov Jawa Barat a.n Hj. ENDANG WAHYUNI dan Persil Nomor 87 Blok Kebon Suuk Kohir Nomor 101/573 seluas 336 M2 a.n YAYAN SYOPYAN.

. 1 (satu) bidang tanah clan bangunan berupa Toko luas 210 M2, AJB Nomor 398-2002 terletak di Jalan Raya By Pass RT.05 Rw.08 Desa Cicalengka Wetan Kab. Bandung a.n wajib pajak SONDANG YUNITA MARPAUNG.

. 1 (satu) bidang tanah dan bangunan dengan Sertif’lkat Hak Milik Nomor 00005 luas 292 M2, Surat ukur Nomor 00009/2014 Desa Ganjar Sabar Kec. Nagreg Kab. Bandung Provinsi Jawa Barat a.n. SANSUDIN SIMBOLON Bin (aim) JAINUR SIMBOLON.

. 1 ( satu ) bidang tanah terletak di Blok Jangkung Persil 98 Kelas D V Kohir 2075 ( Kp. Puri Adi Prima RT.004 Rw.005 Desa Ganjar Sabar Kec. Nagreg Kab. Bandung) dengan luas 2184 M2 atas nama H. SAHRONI ( aim)

. 1 ( satu ) bidang tanah terletak di Persil 23 D 111 Kohir No. 1204 ) Desa Bojong Kec. Cicalengka Kab. Bandung ) dengan luas 2285 M2 dengan buku tanah Nomor Sertifikat Hak Milik No,. 117 atas nama AMAS SUNANDAR. [St]

Comments

comments