Polda Jabar Bongkar Sindikat Peredaran Benih Lobster

oleh

BANDUNG – Ditreskrimsus Polda Jabar dan Badan Karantina Ikan, Pengendalian Mutu dan Keamanan Hasil Perikanan Kementerian Perikanan dan Kelautan RI (BKIPM) Bandung, berhasil membongkar sindikat peredaran benih lobster di wilayah Cianjur.

Pada ekspose yang digelar di halaman Mapolda Jabar, Jl Soekarno Hatta, Kota Bandung, Senin (26/12/2017), yang diantaranya dihadiri oleh Kapolda Jabar Irjen Pol. Agung Budi Maryoto, Wakapolda Jabar Brigjen Pol. Supratman, Direskrimsus Polda Jabar, dan Kepala BKIPM Bandung Dedy Arief Hendriyanto, sinergitas ini berhasil mengamankan seorang pelaku berinisial DY beserta barang bukti benih lobster sebanyak kurang lebih 2.000 ekor yang dikemas dalam 10 kantong.

“Ini merupakan tindak lanjut Polda Jabar dalam supporting pelaksanaan Peraturan Menteri KP No. 56 tahun 2016,” jelas Kapolda.

Pengungkapan kasus ini sendiri berawal dari komunikasi intensif antara tim Polda Jabar dan BKIPM Bandung beberapa waktu lalu. Saat itu dilaksanakan operasi di daerah Kampung Cipakis Cianjur Selatan, dan dilakukan penguntitan terhadap pelaku yang sedang membawa benih lobster.

Kemudian tersangka diamankan di jalan Kampung Cikole Desa Sukapura yang akan membawa benih lobster tersebut ke daerah Cianjur.

Selanjutnya tersangka beserta barang bukti dibawa dan diproses di Polda Jabar untuk dilakukan pengembangan. Termasuk satu unit mobil yang kala itu digunakan oleh tersangka.

Barang bukti bibit lobster yang berhasil diamankan rencananya akan dilepasliarkan kembali di perairan Pelabuhan Ratu. Sedangkan tersangka saat ini masih dilakukan penahanan di Mapolda Jabar.

Pada keterangannya kepada wartawan, Kepala BKIPM Bandung Dedy Arief yang ikut dalam konferensi pers itu menjelaskan, Pencegahan peredaran benih lobster di wilayah Jawa Barat menjadi konsentrasi Polda dan BKIPM untuk menjaga kedaulatan sumber daya kelautan dan perikanan, di samping untuk tujuan keberlanjutan dan kesejahteraan nelayan, jelasnya.

Dilanjutkan oleh Dedy, “Dalam kasus tersebut disita 2.000 ekor benih lobster, yang saat ini telah disisihkan untuk keperluan barang bukti sebanyak 50 ekor dan sisanya dilepas di perairan selatan Jawa Barat,” ujarnya.

Pengungkapan pada kasus ini, menurut Dedy, nilai yang diselamatkan nominalnya sekitar Rp 300 juta, dan jika ditunda penangkapannya hingga 6 bulan ke depan, nilainya bisa menjadi 3 kali lipat dengan asumsi hidup 30%.

“Terhadap tersangka DY akan dikenakan sanksi sesuai UU 31 tahun 2004 sebagaima diubah UU 45 tahun 2009 dengan ancaman kurungan maksimal 3 tahun dan denda maksimal 1.2 milyar,” pungkasnya.[*]

Comments

comments