Polda Jabar Bongkar Sindikat Narkoba Jaringan Aceh Batam

oleh

BANDUNG,- Polda Jabar berhasil mengungkap dan menangkap para pelaku penyalahgunaan nakoba jenis sabu jaringan Aceh Batam, pengembangan dari laporan polisi LP/A/834/IX/2017/Jabar tanggal 12 September 2017.

Kapolda Jabar Irjen Pol Agung Budi Maryoto didampingi Wakapolda Jabar Brigjen Pol Supratman pada rilisnya menyebutkan, pengungkapan penyalahgunaan narkoba jenis sabu jaringan Aceh Batam oleh Subdit 1 yang dipimpin oleh AKBP Zulkarnain Harahap bekerjasama dengan Ditresnarkoba Polda Kepri AKBP Rama Pattra.

Pada kerjasama ini berhasil ditangkap 6 orang, yakni AM (42) warga Sei Bedu Batam (bandar lokal di Batam), Mus (28) warga Samudera Kab. Aceh Utara (kurir antar provinsi), SA bin Ali (35) warga Sei Bedu (transporter dari Malaysia ke Indonesia, partner bandar a.n Firman, importir), DA (36) warga Sekupang Batam (kordinator kurir antar provinsi), AZ (36) warga Lapang Kab. Aceh Utara (kurir antar provinsi), dan SA als YIN (24) warga Sei Bedu (penyimpan sabu/gudang).

Dijelaskan oleh Kapolda, ada 5 (lima) titik lokasi penangkapan, yaitu di Puri Agung II A BLK. E No.29 RT.06 RW.06 Kel. Mangsang Kec. Sei Beduk Kota Batam, Perum Bukit Balerang Blok D1 No.1 Kel. Duriangkang Kec. Sei Beduk Kota Batam, Lottemart Jalan Engku Putri Kota Batam, Perum Bida Ayu Blok N No.89 Kel. Mangsang Kec. Sei Bedu Kota Batam dan lobby Bandara Hang Nadim Kota Batam.

Barang bukti yang berhasil disita, 25,404 Kg narkotika jenis sabu, terdiri dari 24 bungkus paket besar sabu @ 1 Kg, 14 bungkus paket sedang @ 1 ons, 1 bungkus paket kecil @ 4,19 gram, 12 unit handphone, 2 unit timbangan digital, 1 buah tabung gas 12 kg dan 1 drum oli, 1 buah speaker, 1 buah brankas, 2 buah sertifikat, 1 buah paspor, dan 3 buku tabungan.

Menurut Kapolda, kasus ini berdasarkan pengembangan dari laporan polisi LP / A / 834 / IX / 2017 / Jabar tanggal 12 September 2017, dengan tersangka IR dkk yang ditangkap di wilayah Mandalajati dan Lembang dengan barang bukti sekitar 4,2 Kg sabu. Dari situ, Subdit 1 Ditresnarkoba Polda Jabar melakukan pengungkapan jaringan importir dan jaringan pengedar narkoba jenis sabu antar provinsi dengan safe house di wilayah hukum Polda Kepri.

“Hasil penyelidikan dan profiling, diketahui pada hari, Jumat tanggal 26 Januari 2018, transporter atas nama Juli (DPO) melakukan penjemputan sabu sebanyak 30 kg di pulau terluar dengan menggunakan perahu di sekitar Aceh Utara atas perintah dari FR (DPO),” ujarnya.

Pada tanggal 29 januari 2018, pukul 19.30 Wib ditangkap di TKP Puri Agung tersangka SY, dan MUS sedang melakukan transaksi penyerahan sabu seberat 1 kg untuk dikirimkan ke DN, selanjutnya tersangka SAH dibawa ke kontrakannya di TKP Perum Bukit Balerang dan ditemukan 8 paket besar sabu yg tersimpan dalam drum bekas oli, 10 paket besar sabu dalam tabung gas elpiji yang telah di modifikasi serta 6 paket besar sabu di cor-coran dudukan kompor di dapur.

Selanjutnya sekitar jam 20.45 Wib menangkap tersangka DAH di TKP 3, sekitar jam 01.30 Wib dini hari tersangka SA ditangkap di rumahnya di TKP Perum Bida Ayu. Pada hari Rabu tgl 31 januari 2018, sekira pukul 13.00 wib menangkap tersangka AZHARI Als AGAM di Bandara Hang Nadim Kota Batam yang berperan sebagai kurir sabu dan yang mengantarkan sabu ke Bandung.

“Para tersangka tersebut merupakan bagian dari jaringan Bandar an. FR (DPO) berperan dengan tugas yang berbeda-beda,” jelas Kapolda.

Lebih lanjut dijelaskan, narkotika jenis sabu yang di kirim ke beberapa provinsi merupakan kiriman dari Thailand via laut, transit di Malaysia untuk menurunkan sebagian sabu lalu kapal Thailand bersandar di pulau terluar di sekitar Aceh Utara. Jaringan tersebut telah 3 kali menerima dan mendistribusikan sabu ke beberapa provinsi, setiap pengiriman sebanyak 30 kg.

Daerah pemasaran jaringan tersebut adalah, Banjarmasin, Pontianak, Surabaya, Lampung, Pekan Baru, Bandung, Palembang dan Jambi serta Lombok. Setiap pengiriman sabu dilakukan dengan cara menyimpan di sepatu. Setiap kurir membawa sabu sebanyak 1 kg. pengiriman via udara melalui Bandar Hang Nadim Batam.

Polisi sedang melakukan penyidikan dan penyelidikan lanjut terhadap bandar (FR) dan Rahmadana selaku keuangan bandar. [*]

Comments

comments