PMI Jateng Sigap Atasi Krisis Air Bersih

oleh
PMI Jateng Sigap Atasi Krisis Air Bersih

SOROTINDONESIA.COM, Semarang – Musim kemarau saat ini mengakibatkan beberapa wilayah di Jawa Tengah dilanda kekeringan. Hal ini mengakibatkan warga mengalami krisis air bersih untuk kebutuhan hidupnya. Menyikapi hal tersebut, Palang Merah Indonesia (PMI) Provinsi Jawa Tengah secara sigap melakukan distribusi air bersih kepada warga di 10 (sepuluh) kabupaten, yaitu Wonogiri, Klaten, Kabupaten Tegal, Pati, Grobogan, Boyolali, Sragen, Purbalingga, Purworejo dan Kabupaten Pekalongan

Ketua PMI Jawa Tengah H. Imam Triyanto mengungkapkan, kekeringan yang terjadi sejak awal Juli lalu, berdampak pada kurangnya stok air bersih di pemukiman warga, “Sejak awal Juli lalu, PMI di beberapa kabupaten telah melakukan distribusi air sesuai permintaan warga, ” kata Imam di Markas PMI Jateng Jalan Arumsari Sambiroto Tembalang Kota Semarang. Siang ini, (5/8/2018).

Berdasarkan laporan Posko PMI Jateng tercatat sebanyak 1.075.000 liter air telah terdistribusi di 10 kabupaten yang menjangkau lebih dari 52.037 jiwa. Kapasitas truk tanki air PMI mencapai 4.000 – 6000 liter sekali angkut, dan dalam satu hari bisa melakukan 2-3 kali distribusi, “Setiap tangki air dapat melayani dua sampai tiga RT. Setiap warga rata-rata bisa memperoleh air sebanyak empat ember dan dua jeriken berkapasitas sekitar 40 liter,” ucap Imam menerangkan.

Imam menegaskan komitmen PMI untuk membantu pemerintah dalam menyediakan kebutuhan air bersih, baik dari permintaan warga maupun koordinasi dengan pemerintah daerah setempat, “PMI di kabupaten-kota juga melakukan kerjasama dengan berbagai instansi seperti BPBD, PDAM dan swasta lain, untuk distribusi air ke pemukiman warga,” ungkapnya.

Yatno (43) warga Desa Balerante, Kabupaten Klaten mengatakan bak penampungan air bersih di desanya telah kering karena hujan yang menjadi sumber air sudah tidak lagi turun. Ia mengungkapkan rasa syukur atas peran PMI dalam mencermati hal tersebut, “Terima kasih kami telah didroping air bersih sehingga bak air kami bisa terisi untuk disalurkan di rumah warga,” katanya.

Ungkapan senada dikatakan oleh Riyan (40), warga Desa Kesesi, Kecamatan Kesesi Kabupaten Pekalongan. Dalam kurun waktu sekitar 2 minggu ini sumur airnya mengering, sehingga untuk mencukupi kebutuhan harian membutuhkan bantuan air bersih, “Air ini untuk kebutuhan masak, mandi dan mencuci,” kata dia sambil menunjukkan jerigen berisi air, “Terima kasih PMI, dan semoga bisa rutin mengirimkan air untuk warga disini,” harapnya. (arh.sorotindonesia)

Comments

comments