PMI Jateng Siapkan Kontingen Untuk Gelaran Temu Karya Relawan Nasional PMI Ke VI Tahun 2018

oleh
Kontingen PMI Jateng berlatih tari Jawa di PMI Center Sambiroto Tembalang, Kota Semarang, dalam persiapannya berpartisipasi di TKRN VI 2018.
Kontingen PMI Jateng berlatih tari Jawa di PMI Center Sambiroto Tembalang, Kota Semarang, dalam persiapannya berpartisipasi di TKRN VI 2018.

SOROTINDONESIA.COM, Semarang,- Palang Merah Indonesia (PMI) akan menggelar Temu Karya Relawan Nasional (TKRN) ke VI di Purwakarta, Jawa Barat, pada tanggal 17-22 September 2018 mendatang. Ini sebuah even 5 tahunan yang menjadi ajang pertemuan para relawan dari seluruh provinsi yang ada di Indonesia untuk saling berbagi pengalaman dan karya dengan harapan meningkatnya pelayanan masyarakat secara mandiri dan profesional. Menyambut itu, PMI Provinsi Jawa Tengah telah mempersiapkan kontingen yang akan diberangkatkan ke gelaran tersebut selama empat hari di PMI Center, Jalan Arumsari, Sambiroto, Tembalang, Kota Semarang.

Pengurus Bidang Relawan PMI Jawa Tengah, Gunawan Permadi mengatakan bahwa kontingen relawan PMI Jateng bisa mengambil pelajaran dari tim nasional sepakbola Kroasia yang kompak dari sisi permainan dan dukungan supporter hingga presidennya, “Belajar dari tim Kroasia, kontingen TKRN PMI Jateng harus fokus dalam penguasaan pengetahuan, teknik, dan kekompakan,” ungkapnya saat menutup pemusatan latihan kontingen TKRN Jateng di Pusdiklat PMI Jateng, Semarang. (27/7/2018).

PMI Jateng telah mempersiapkan anggota kontingen sebanyak 40 relawan dari unsur Korps Sukarela (KSR), Tenaga Sukarela (TSR) dan Donor Darah SUkarela (DDS), “Tim ini merupakan perwakilan dari kabupaten-kota Se-Jateng yang lolos seleksi berdasar kompetensi, ketrampilan dan kapasitas yang dimiliki. Sebagai delegasi Jawa Tengah tunjukkan kemampuan dan bagikan pengalaman, serta selalu Gayeng agar bermanfaat,” pesan Gunawan.

Jateng Gayeng menjadi slogan kontingen dengan ikon burung Podang. Anggota kontingen dibekali penguatan pemahaman Manajemen Relawan, Kepalangmerahan, Sosial-Media, Kewirausahaan, Pengembangan Kapasitas Relawan, Peduli Lingkungan Daerah Aliran Sungai (DAS) dan kegiatan persahabatan berbasis budaya. Bahkan para kontingen dipersiapkan untuk memeriahkan acara dengan menampilkan tari, kesenian tradisional jawa tengah.

Relawan PMI penyandang disabilitas, Sabar Gorki, anggota kontingen asal Surakarta mengungkapkan selama pemusatan ini mendapatkan banyak pengetahuan baru dan detailnya, setelah sharing dan diskusi dengan anggota lain, “Saya awalnya tidak banyak tahu aktifitas PMI meskipun telah bergabung lama sebagai relawan PMI. Belajar, praktik dan mengaplikasikan, dapat menambah wawasan pengetahuan dan meningkatkan ketrampilan kita. Kontingen Jateng Gayeng harus menjadi yang terbaik,” tegasnya.

Untuk menunjang pengetahuan tentang pencegahan banjir, sebagian peserta juga mempelajari tentang Mangrove di kawasan Reduksi Mangrove Wedung, Kabupaten Demak. Mangrove yang dikelola dan dikembangkan oleh tim Siaga Bencana Berbasis Masyarakat (Sibat) Desa Kedungmutih Wedung-Demak yang telah menjadi salah satu destinasi wisata alam di Kabupaten Demak.

PMI Jawa Tengah selama ini menjadi rujukan bagi PMI provinsi lain, pada bidang pelayanan dan pengembangan kapasitas pengurangan risiko bencana di masyarakat, “Berlatih di lokasi konservasi Mangrove ini lebih menjaga fokus anggota kontingen. Disini kami dapat mempelajari secara langsung tentang pembibitan, penanaman dan perawatannya. Juga, bertepatan dengan Hari Mangrove Dunia, 26 Juli kemarin,” tutur Edi Purwanto, Kepala Markas PMI Banjarnegara yang menjadi fasilitator kontingen PMI Jateng. (arh.sorotindonesia)

Kontingen PMI Jateng berfoto bersama usai mengikuti pelatihan bagi kontingen PMI Jateng Belajar tari : kontingen PMI Jateng saat belajar tari jawa di PMI Center Sambiroto Tembalang, Kota Semarang.
Kontingen PMI Jateng berfoto bersama usai mengikuti pelatihan bagi kontingen PMI Jateng ke TKRN VI 2018.

Comments

comments