PMI Dan ICRC Gelar Operasi Katarak Gratis Di Buru Selatan

oleh

[ Sorot Indonesia ] – Palang Merah Indonesia (PMI) dan Komite Internasional Palang Merah (ICRC) menyelenggarakan operasi katarak gratis di Namrole, Kabupaten Buru Selatan, Provinsi Maluku. Menurut rencana, kegiatan tersebut dilaksanakan selama 3 hari yang dilaksanakan mulai tanggal 15 hingga 17 Maret 2018 dengan target 100 orang yang mendapatkan tindakan operasi katarak dan 200 orang menerima kacamata secara gratis.

Kegiatan tersebut dimaksudkan untuk membantu masyarakat rentan dan membantu pemerintah dalam upayanya mengurangi jumlah populasi penderita katarak di Indonesia. Hal tersebut sebagaimana siaran pers yang dikirim kepada Sorot Indonesia, (16/03/2018).

Operasi katarak dan pemberian kacamata gratis kali ini adalah yang ke 5 kalinya dilakukan di Maluku. Sebelumnya, PMI dan ICRC telah menggelar kegiatan serupa di Kabupaten Buru pada tahun 2015, di Kabupaten Buru Selatan di tahun 2016, selanjutnya pada tahun 2017 dilaksanakan di Kota Tual dan Kabupaten Seram Bagian Barat. Di Namrole, operasi katarak dan pemberian kacamata gratis ini dilakukan di Rumah Sakit Umum Daerah (RSUD) Namrole dengan melibatkan 2 Ahli spesialis mata dari RSUD Ambon dan dari NTT.

Dijelaskan Plt. Kepala Divisi Kesehatan dan Sosial Markas Pusat PMI, Eka Wulan Cahyasari, kegiatan di Maluku ini merupakan bagian dari kerjasama antara PMI dan Pemerintah Provinsi Maluku sejak tahun 2015 sampai 2017, yaitu tentang pelaksanaan operasi katarak dan pemberian kacamata secara gratis, “Selama periode 2015-2017 di Maluku, sebanyak 3.594 penerima manfaat telah mengikuti pemeriksaan mata gratis. Sementara 444 orang mendapatkan operasi katarak dan 1.763 orang mendapatkan kacamata gratis,” kata Eka mengungkapkan.

Eka berharap kegiatan tersebut dapat terlaksana sebagaimana yang telah ditargetkan, “Kami berharap operasi katarak dan pemberian kacamata gratis kali ini bisa mencapai target. Pemerintah Buru Selatan juga telah membantu PMI dengan menyebarluaskan informasi adanya kegiatan ini di masyarakat,” terangnya.

Diterangkan lagi bahwa berdasarkan Riset Kesehatan Dasar 2013, Indonesia menempati peringkat pertama dengan kasus kebutaan akibat katarak di Asia Tenggara. Berdasarkan data dari Kementerian Kesehatan, sekitar 2,5 juta penduduk Indonesia menderita buta katarak dengan penambahan kasus baru sekitar 240.000 orang per tahunnya. Sementara itu, jumlah populasi penderita katarak di Maluku mencapai 2,2%. Dalam keterangan riset yang ada, penyakit katarak disebabkan oleh faktor yang bervariasi. Yakni mulai dari persoalan usia, gizi, gaya hidup, riwayat penyakit yang diderita, hingga ketidaktahuan akan katarak itu sendiri. (sorotindonesia.com/ARH/hms)

Comments

comments