PMI dan BPBD Sinergi Dirikan Posko Penaggulangan Bencana

oleh

Brebes, – Palang Merah Indonesia (PMI) bersama pemerintah, BPBD, TNI, Polri, Basarnas dan komunitas relawan lain, membantu masyarakat yang terdampak banjir.

Dengan terampil dan profesional, para sukarelawan bersinergi dalam Posko Penanggulangan Bencana yang secara sukarela melakukan evakuasi, memberikan layanan kesehatan, air bersih, DU (Dapur Umum), dan sebagainya.

“Sinergitas pemerintah bersama lembaga lain dalam penanganan dampak banjir sangat membantu warga yang terdampak bencana,” Kata Sarwa Pramana, “Sesuai arahan Gubernur Jateng, kepedulian dan kesiapan terhadap situasi di sekitar kita yang rawan bencana dapat meningkatkan kesiapsiagaan saat darurat, sehingga lebih banyak masyarakat yang kita tolong ” lanjut pria yang menjabat Ketua Bidang Penanggulangan Bencana PMI Jawa Tengah saat kunjungan di Brebes (14/02/2018), “Pemerintah provinsi bersama PMI dan lembaga lain, hingga hari ini masih memberikan pelayanan kepada warga berupa penyediaan makanan (beras, mie instan, telur, roti), air mineral, selimut, terpal, karung dan juga tempat mengungsi bagi yang membutuhkan,” Ungkap pria yang bertugas sebagai Kalakhar BPBD (Badan Penanggulangan bencana Daerah) Jateng.

Dapur umum yang dikelola pemerintah, PMI dan TNI secara rutin menyediakan nasi dan lauk-pauk serta air mineral, sejak senin (12/2) lalu. “Dapur umum menyiapkan kebutuhan makan 3 (tiga) kali sehari, dan telah mendistribusikan lebih dari 21.000 paket nasi bungkus di GOR yang menjadi lokasi pengungsian dan beberapa perkampungan warga yang masih bertahan di rumahnya,” jelas Sarwa saat menerima kunjungan Bupati Idza Priyanti dan Wakil Bupati Brebes Narjo di Kwarcab Pramuka Brebes yang menjadi lokasi posko dan dapur umum.

PMI juga memobilisasi 3 (tiga) unit truk tangki air bersih untuk memasok kebutuhan air bersih di Brebes dan Tegal. “Truk tangki air berkapasitas 5.000 liter tiap unit diharapkan dapat memenuhi kebutuhan warga akan air bersih, minimal 45.000 liter tiap harinya,” Ungkap Sarwa saat di Desa Sidakaton, Kecamatan Dukuhturi Kabupaten Tegal. Lokasi ini masih terendam banjir antara 40 cm hingga 1 meter (13/1).

Selain truk tangki, PMI Kabupaten Tegal juga menyiagakan 2 (dua) unit Ambulans beserta kru medis dan 1 (satu) unit mobil evakuasi beserta tim evakuasi yang dilengkapi rompi pelampung. “Tim PMI, Dinkes dan Basarnas siaga di sini, untuk mengantisipasi warga bila memerlukan pengobatan dan evakuasi, seperti kemarin ibu dan anaknya yang masih berusia 7 hari mengalami gangguan kesehatan sehingga harus dirujuk,” terangnya.

Pelayanan berlangsung sejak minggu (11/2) lalu, di Kota Tegal mencakup 1 (satu) kecamatan, Kabupaten Brebes yang mencakup 3 (tiga) kecamatan dan Kabupaten Tegal mencakup 5 (lima) kecamatan. Menurut rencana layanan hingga masa tanggap darurat dinyatakan selesai atau kondisi perkampungan warga sudah normal kembali. (AR Hidayat,Ed,Humas)

Comments

comments