PKI MANFAATKAN SITUASI NEGARA YANG SEDANG LEMAH

bahaya laten pki

PKI  memanfaatkan situasi NEGARA yang lemah untuk BANGKIT KEMBALI. Mari kita flash back kebelakang mengenai BAGAIMANA PKI MAMPU BANGKIT LAGI DI INDONESIA.

 

bahaya laten pki
bahaya laten pki

Progrev.org, Jakarta – Pada masa sebelum tahun 1945,  PKI tidak mampu bangkit di Indonesia karena pada masa itu Indonesia masih dalam penguasaan pemerintah Hindia  Belanda, dimana Pemerintah Hindia Belanda sempat marah kepada PKI, karena telah memprovokasi para Buruh dan Tani serta Pekerja pabrik untuk melakukan aksi demo secara anarkis dan membuat kerusakan dimana-mana.

Dari kejadian itu, maka kemudian menangkap semua tokoh PKI yang terlibat dalam kerusuhan tersebut termasuk seorang tokoh komunis dari belanda bernama Heng Snevlit  dan saat itu pula dikembalikan ke Negara Asal,  termasuk membuang tokoh PKI dari Indonesia seperti Muso dan alimin ke Rusia. Namun hal tersebut sempat terulang hingga pada akhirnya  pada thn 1927 pemerintah Hindia belanda resmi membubarkan PKI. Semenjak itu PKI tidak berani berkiprah lagi di Indonesia.

PKI bangkit lagi dengan memanfaatkan kelemahan Negara.

Pada saat Negara Indonesia mengalami masa transisi, karena baru saja bebas dari Penjajahan Pemerintahan Hindia Belanda, yaitu paska Kemerdekaan Indonesia 1945, tokoh PKI yang dibuang ke Rusia seperti Muso dan Alimin kembali ke Indonesia. Singkatnya, pada tanggal 21 Oktober 1945, Muso kembali mendeklarasikan diri Partai Komunis Indonesia, dan singkat cerita pada akhirnya terjadilah tragedy yang memilukan yaitu penghianatan G30S/PKI thn 1965 dengan terbunuhnya para Jenderal TNI. Semenjak saat itu PKI kembali lumpuh.

Kemudian,  Bagaimana kondisi saat ini…??

Paska tragedy 1965 sampai dengan 1998, PKI tidak mampu bangkit karena senantiasa diawasi oleh Pemerintah Orde Baru, hingga tahun 1998 kemudian pemerintah Orde baru jatuh, maka manuver dan propaganda PKI kembali bermunculan dengan mendiskreditkan Pemerintah Orde Baru termasuk TNI. Situasi saat itu eksistensi PKI dirasakan masih naik turun karena suatu ketika Negara Indonesia dipegang oleh seorang Presiden yang masih cukup berkomitmen mengawasi dan membatasi kiprah PKI yaitu Presiden SBY, walaupun PKI sudah mulai berani menampakkan batang hidungnya.

Baca:   Indonesia Mengutuk Keras Serangan Teroris di London

Akhir cerita … Bagaimana peluang PKI bangkit saat ini..?

Pemerintahan yang dipimpin Presiden Joko Widodo  dianggap sebagai saat yang tepat untuk kebangkitan kembali Ideologi Komunis di Indonesia, karena janji-janjinya pada masa kampanye, sehingga dengan melakukan cipta opini dan propaganda melalui berbagai macam cara, berusaha menagih janji Pemerintah agar Kader PKI diputihkan dan Pemerintah meminta maaf kepada PKI dan lain sebagainya. Ini sebagai langkah jitu kebangkitan Komunis kerena sudah mampu mempengaruhi pemerintah hingga akhirnya terciptalah suatu acara Simposium Nasional Tragedi 1965.

Sebagai kesimpulan dan analisa…

Bahwa awal konflik horizontal sudah terjadi, Kader PKI akan senantiasa menuntut Pemerintah untuk melakukan pembongkaran kuburan masal tragedy paska thn1965 dan meminta maaf kepada PKI, sementara pihak keluarga korban akibat pembantaian Komunis,  juga akan menuntut PKI atas pembunuhan masal pada tahun 1948 dan 1965.

Maukah Indonesia kembali seperti tahun 1965.??,Tergantung Pemerintah, bagaimana menyikapinya, dan tergantung juga Kader PKI apakah tetap mau menuntut hal yang salah..??

Pada masa lalu PKI melakukan PEMBANTAIAN terhadap RIBUAN UMAT dan PARA JENDERAL TNI,    maka DIBALAS dengan hal yang sama.   Saat ini PKI MULAI MENYALAKAN API PEPERANGAN,    maka TUNGGU PEMBALASAN YANG SAMA. (SatriaNKRI)

Comments

comments

Be the first to comment

Leave a Reply

Alamat email Anda tidak akan dipublikasikan.