PGB Kota Banjar Sosialisasikan Grab Kepada Gokkab

oleh -
PGB Kota Banjar Sosialisasikan Grab Kepada Gokkab

Banjar, (SI) – Gabungan Ojeg Kamtibmas Kota Banjar (Gokkab) mengadakan pertemuan dengan pengurus Persaudaraan Grab Banjar (PGB) Kota Banjar, pertemuan tersebut selain ajang silaturahmi sekaligus juga untuk mensosialisasikan tentang Grab kepada para anggota Gokkab, Senin (04/06/2018), bertempat di aula Dinas Lingkungan Hidup.

“Pertemuan ini sangat di tunggu – tunggu oleh kami sebagai pengurus serta anggota Gokkab terkait penolakan keberadaan Grab di kota Banjar, Gokkab juga butuh pengetahuan tentang Grab, apa kelebihan Grab dan bagaimana keuntungan Grab tersebut, semoga dengan adanya pertemuan ini yang bersipat sosialisasi dari pihak Grab ke pihak ojek konpensional yang ada di Kota Banjar, kami sangat bersyukurr, tinggal sekarang bagaimana memberikan pemahaman yang lebih lanjut kedepannya, karena bagaimanapun terkait perkembangan teknologi kita tidak bisa pungkiri”, tutur Yoyo Suharyono ketua Gokkab Kota Banjar kepada awak media.

Lebih lanjut Yoyo menjelaskan, perlu kita ketahui Kota Banjar ini hanya 4 Kecamatan terdiri dari 16 Desa dan 9 Kelurahan, kebutuhan masalah transportasi belum begitu dibutuhkan secara maksimal, pertama pihak masyarakat itu sendiri dan masyarakat Banjar sendiri sudah mempunyai kendaraan sendiri, kedua tentang perkembangan pertumbahan masyarakat Kota Banjar, karena saat ini apa yang menjadi tujuan orang datang ke Banjar, yang jelas malah warga Banjar, Ciamis maupun Pangandaran yang dibicarakannya tentang Asia Plaza, Untuk sekarang apa yang mau dilihat di Kota Banjar agar orang datang ke Banjar, apalagi sekarang dengan masuknya Grab jelas itu merugikan sekali dan akan menindas ojeg konpensional dengan kecanggihannya aplikasi, jelasnya.

Yoyo menandaskan, kita juga sangat mengerti tidak semutlaknya harus menutp Grab tersebut, hanya mungkin nanti kita berembug kembali dan nanti kalau tetep tidak bisa dicegah, kita perlu tinggal bagimana cara mengoprasionalkannya, tinggal nanti kita perlu duduk bersama lagi dan sharing titik mana yang gak bisa diambil Grab dan titik mana yang bisa diambil Grab, kami akan melaksanakan lagi konsolidasi ke dalam ke anggota Gokkab yang lain agar tidak terjadi gesekan, tandasnya.

Pada kesempatan yang sama staf Grab Tasikmalaya Angga mengatakan, setiap pembukaan Grab disetiap Kota pasti kalau gesekan ada, itu adalah suatu hal tidak bisa dielakan, terkait mengenai perijinan, kita adalah perusahaan berbasis aplikasi bukan perusahaan transportasi, tugas kita adalah mengantar dan menjeput penumpang menggunakan kendaraan milik mitra, ucapnya.

“Kalau meminta menutup itu tidak bisa karena perusahaan kami legal, pihak Grab kedepannya akan mengadakan sosialisasi ke setiap pangkalan ojeg yang ada di Kota Banjar, kita akan mengupayakan hal – hal seperti itu, Grab tetap akan berjalan di Kota Banjar, karena kasihan juga masyarakat yang sudah terbiasa dengan menggunakan Grab, pungkas Angga. (Herman)

Comments

comments