Perwanti Jateng Sambangi Ibu-ibu Pasar Bulu Semarang

oleh -
Perwanti Sambangi Ibu-ibu Pedagang Di Pasar Bulu Semarang
Ketua PSMTI Jateng (berbaju merah) dan Ketua Perwanti Jateng (berkaos kuning) saat mengunjungi pedagang di Pasar Bulu Semarang, Sabtu (22/12/2018).

sorotindonesia.com || Semarang,-Puluhan Ibu-ibu yang tergabung dalam Persaudaraan Wanita Tionghoa Indonesia (Perwanti) Jateng menyambangi Pasar Bulu Semarang untuk memperingati Hari Ibu 22 Desember, Sabtu (22/12/2018).

Bertepatan dengan momen tersebut,  Perwanti memperkenalkan diri dengan membagi-bagikan bunga kepada ibu-ibu pedagang pasar. Selain Pasar Bulu, Ibu-ibu Perwanti juga membagikan bunga di beberapa titik strategis di Kota Semarang.

Ketua Perwanti Jateng, Cendana Hariyani menerangkan, kegiatan pemberian bunga dilakukan kepada Ibu-ibu pedagang Pasar Bulu, pengguna jalan yang melintas di seputar Tugu Muda Semarang dan titik strategis lainnya.

Menurutnya, kegiatan ini sebagai apresiasi untuk kaum perempuan, memberikan motivasi sekaligus pengenalan kehadiran Perwanti Jateng sebagai organisasi baru kepada masyarakat luas.

“Perwanti ini merupakan organisasi baru dibawah Paguyuban Sosial Marga Tionghoa Indonesia (PSMTI) Jawa Tengah. Hari ini kita pengenalan dulu, besok tanggal 14 Januari 2019 kita launching sekaligus pelantikan pengurus tingkat Jawa Tengah,” ungkap Cendana disela pembagian bunga.

Lebih lanjut, Cendana menerangkan, usai dilantik, ditargetkan pembentukan organisasi untuk tingkat Kota/Kabupaten se-Jawa Tengah.

Sedangkan dalam rencana kegiatan, Perwanti sudah memiliki berbagai program yang akan dilaksanakan pasca pengukuhan, antara lain kegiatan peduli lingkungan, bakti sosial, bakti pendidikan, pengembangan UMKM.

“Kita kedepan fokus untuk kegiatan-kegiatan sosial, peduli lingkungan. Untuk pengembangan UMKM, kita ingin memiliki koperasi, adapun untuk bakti pendidikan, kita ingin memberikan beasiswa kepada warga yang kurang mampu,” ungkapnya.

Hal senada diungkapkan Ketua PSMTI Jateng, Dewi Susilo Budiharjo, dirinya bersama Ibu-ibu Perwanti Jateng menyapa Ibu-ibu pedagang pasar dengan maksud untuk memberikan apresiasi sekaligus memberikan motivasi kepada mereka. Sebagai seorang ibu dan Ketua PSMTI, dirinya mengaku salut kepada mereka, meski ada yang sudah menapaki usia senja, namun masih tetap bersemangat dalam berusaha, mengais rizki sebagai pedagang di Pasar Bulu Semarang.

“Ini salah satu contohnya, Bu Sakdiyah sudah sepuh masih semangat berjualan tempe di pasar untuk membantu menopang ekonomi keluarga. Ini juga bisa menginspirasi untuk kita-kita yang muda agar bisa tetap bersemangat dalam berkaya,” tuturnya.

Dewi melanjutkan, perempuan merupakan tonggak berdirinya sebuah negara. Perempuan hebat, negara kuat. “Kami (PSMTI Jateng dan Perwanti Jateng, red) berusaha mendorong perempuan di Indonesia, utamanya di Jawa Tengah menjadi perempuan yang sehat, menciptakan keluarga yang sehat. Jika perempuan sehat, tentu menjadi masyarakat hebat¬† dan negara kuat,” tukasnya.

Sakdiyah (67), warga Bulustalan II Semarang Selatan, Kota Semarang, salah satu pedagang pasar Bulu mengaku senang dan menyampaikan rasa terima kasih atas dukungan moril dari Ibu-ibu Perwanti Jateng bersamaan peringatan Hari Ibu. “Kulo sadean ten mriki awet tahun suwidak songo (saya berjualan di sini sejak tahun 1969.red), sak meniko saben dinten angsal tigang ndoso ewu dugi suwidak ewu,” (sekarang ini setiap hari mendapatkan 30 ribu sampai 60.red) tutur Sakdiyah dengan bahasa Jawa yang sopan (kromo inggil) sembari menuturkan dia gigih bekerja untuk menghidupi 4 orang anak dan 2 keponakannya. (arh)

Comments

comments