Masih Ada Perusahaan Buang Limbah Ke Sungai? Ini Kata Pangdam Siliwangi…

oleh
Pangdam III Siliwangi Mayjen TNI Besar Harto Karyawan, SH, M.Tr (Han), diacara Coffee Morning bersama dengan insan media

SOROTINDONESIA.COM, Bandung,- Sebagian dari ribuan perusahaan dan industri besar maupun kecil disekitaran DAS Citarum ditengarai telah membuang limbahnya ke aliran sungai. Akibatnya, ekosistem disekitaran sungai menjadi rusak. Dahulu, aliran Sungai Citarum bisa digunakan sebagai tempat bermain dan berenang, kegiatan memancing ataupun aktifitas sehari-hari. Namun, melihat kondisi Sungai Citarum terkini, siapa yang berani?

Sungai Citarum sempat viral karena masuk dalam daftar sungai terkotor didunia pada akhir tahun 2017 lalu, dan ini tidak mengherankan. Data yang disodorkan oleh Kodam Siliwangi kala pertama kali mencanangkan program Citarum Harum menyebutkan bahwa setiap harinya ribuan ton sampah, kotoran ternak, limbah kotoran manusia, serta limbah industri masuk mencemari Sungai Citarum yang melintasi sedikitnya 10 kota dan kabupaten di Jawa Barat.

Tercemarnya aliran sungai ini mengakibatkan turunnya kadar oksigen didalam air sehingga biota sulit untuk hidup dan rusaknya ekosistem. Ditambah lagi kondisi hulu DAS Citarum yang sudah berubah dari hutan menjadi kebun sayuran, sehingga memperparah sedimentasi di aliran Sungai Citarum.

Berangkat dari situ, pemerintah melalui Satgas Citarum mulai bergerak cepat untuk merevitalisasi sungai terpanjang di Jawa Barat tersebut. Melalui Perpres No.15 tahun 2018 tentang percepatan pengendalian pencemaran dan kerusakan DAS Citarum, Pangdam III Siliwangi menjadi Wakil Satgas di bidang Penataan Ekosistem. Langkah pasukan maung siliwangi inipun cukup fenomenal. Dalam jangka waktu kurang lebih 3 bulan, sampah permukaan Sungai Citarum yang awalnya padat, kini sudah berkurang banyak. Begitu juga aliran limbah industri yang sering disebut sebagai “the silent killer”, karena wujudnya yang acap tak terlihat tetapi bisa membunuh seluruh ekosistem sungai.

“Sungai itu adalah sumber kehidupan, tetapi ada limbah yang mengalir di aliran Sungai Citarum, sungai yang menghidupi jutaan warga masyarakat Jabar dan DKI Jakarta. Ini yang kita akan selamatkan bersama adalah generasi anak bangsa,” kata pangdam III Siliwangi Mayjen TNI Besar Harto Karyawan, SH, M.Tr(Han), dihadapan seratusan insan media di acara silaturahmi dan coffee morning yang digelar di aula Siliwangi, Makodam III Siliwangi, Jl. Aceh, Kota Bandung, Rabu (25/7/2018).

“Saat ini TNI mendapat kepercayaan mendapatkan hibah dari Pemprov Jabar sebesar Rp 40 milyar. Kita pertanggungjawabkan. Kurun waktu 3 bulan, sebanyak 90 persen tumpukan sampah permukaan berhasil kita bersihkan,” ungkap Pangdam dan mendapat aplaus dari insan media.

“Harus dapat, harus dapat, harus dapat aku melakukan!” pekik Pangdam di acara itu, “Itulah tekad yang saya tanamkan kepada prajurit-prajurit maung Siliwangi. Kita bisa kalau kita mau,” tegas Pangdam memotivasi.

Dilanjutkan oleh Pangdam di acara yang juga dihadiri oleh para pejabat utama Kodam Siliwangi dan jajaran Komandan Sektor Satgas Citarum ini, “Dukungan pemerintah masih dalam proses lanjutan. 1800 prajurit saat ini sudah kita terjunkan disepanjang Sungai Citarum, di 12 sektor plus 1 sektor pembibitan,” terang Pangdam.

“Kita menjunjung tinggi marwah Sungai Citarum sebagai sumber kehidupan dan menghidupkan kembali biota air,” ucap Pangdam lagi untuk menanamkan semangat kepada seluruh prajurit dan warga masyarakat untuk mensukseskan Citarum Harum.

Dijelaskan oleh Pangdam, “Saat ini Sungai Citarum sudah mulai menggeliat kehidupannya, semakin baik, dibuktikan dengan mulai munculnya kembali hewan-hewan disekitaran sungai. Saya selaku Wadan Satgas, bekerja menjadikan Sungai Citarum menjadi serambi depan rumah kita.” jelasnya.

Pangdam Siliwangi Bertanggungjawab Terhadap Pengecoran Lubang Pembuangan Limbah

Untuk mempercepat pengendalian pencemaran dan kerusakan ekosistem di DAS Citarum, sejak bulan April 2018 lalu, seturut pantauan sorotindonesia.com, jajaran Kodam Siliwangi melalui Komandan Sektor hingga bulan Juli 2018 ini telah melakukan lokalisir sumber pencemaran aliran sungai dengan cara mengecor lubang pembuangan limbah dari sekitar 46 perusahaan. Penutupan ini terpaksa dilakukan karena perusahaan kepergok membuang limbah ke aliran sungai oleh jajaran Satgas. Namun dari sejumlah perusahaan yang dicor saluran pembuangan limbahnya tersebut, 21 telah dibuka kembali karena telah memperbaiki proses pengolahan limbahnya dan berkomitmen untuk tidak membuang lagi limbah kotor ke aliran sungai.

“Pelaksanaan cor akan tetap berlanjut,” ujar Pangdam. “Saya bertanggungjawab sebagai Wadan Satgas penataan ekosistem,” kata Pangdam menegaskan kepada insan media.

Ditekankan oleh Pangdam, “Saya minta kepada para pengusaha pabrik atau industri untuk tidak membuang limbah ke sungai, apapun alasannya,” kata Pangdam mengingatkan. “Saya hanya akan mengisolasi, menyekat, agar tidak ada limbah beracun yang dibuang ke sungai. Itu yang saya lakukan. Karena limbah bisa merusak generasi bangsa kita.”

“Selama pengusaha sudah memperbaiki IPAL-nya (Instalasi Pengolahan Air Limbah) dengan baik, penutupan cor itu tentu akan kita izinkan dibuka,” tambah Pangdam.

“Saya tidak mau tau, tidak ada limbah yang masuk ke sungai. Itu saja. Ketahuan perusahaan membuang limbah, kita undang, kita cor!” tegas Pangdam lagi. “Saya hanya menjalankan tugas saya sebagai Wadan Satgas bidang penataan ekosistem” terangnya.

Dipesankan lebih lanjut oleh Pangdam, “Kita bermain kata, menutup saluran adalah tidak benar, tapi di kala yang ditutup itu adalah saluran limbah, itu menjadi benar. Begitupun membuang limbah sembarangan itu tidak benar, tapi di kala dia membuang limbah di tempat yang tepat, itu menjadi benar,” ucapnya.

“Yang namanya industri, sudah menjadi kewajiban dia untuk mengelola IPAL-nya sesuai dengan kemampuan industrinya saat mengajukan perizinan. Meski sudah ada IPAL, permasalahannya apakah IPAL itu digunakan dengan benar atau tidak,” tutup Pangdam. [St]

Jajaran Satgas Citarum saat menutup lubang pembuangan limbah pabrik yang diketahui membuang limbahnya ke aliran sungai.
Jajaran Satgas Citarum saat akan menutup lubang pembuangan limbah pabrik yang diketahui membuang limbahnya ke aliran sungai.

Comments

comments