Meriah, Pertunjukan TOHPATI Himself di TP Jazz Weekend

oleh

SOROTINDONESIA.COM, BANDUNG, – Penampilan lelaki berkacamata yang sangat piawai memainkan dawai gitar, Tohpati, berhasil menyedot perhatian pengunjung TP Jazz Weekend di Mirten Lounge Hotel Papandayan, Jl Gatot Subroto, Kota Bandung, (14/12/2017).

Seluruh kursi yang disiapkan, tampak terisi penuh. Konser Tohpati bertajuk Himself ini memang mempertunjukan musik instrumen gitar klasik yang dibawakan sendiri oleh musisi yang sudah banyak kali memperoleh penghargaan di dunia musik.

Sebelum Tohpati, pengunjung terlebih dahulu dihibur oleh penampilan Agis Kania, Tania dan David Manuhutu yang menyuguhkan beberapa lagu sebagai pembuka.

Agis Kania dan David Manuhutu tampil sebagai pembuka di konser musik Tohpati Himself di TP Jazz Weekend yang digelar di Mirten Lounge Hotel Papandayan, Kota Bandung, (14/12/2017).
Agis Kania dan David Manuhutu tampil sebagai pembuka di konser musik Tohpati Himself di TP Jazz Weekend yang digelar di Mirten Lounge Hotel Papandayan, Kota Bandung, (14/12/2017).

Tidak lama kemudian, Tohpati naik ke atas stage dan langsung menyapa penggemarnya, “Saya kira ga ada yang nonton,” kelakarnya dan disambut tawa pengunjung. “Kalau ramai begini saya jadi semangat mainnya,” ujarnya sambil tersenyum.

Tohpati membuka konsernya itu dengan petikan gitarnya. Mengalunkan kemampuannya bermain gitar, tampak memukau seluruh pengunjung yang hadir, diantaranya dari komunitas Indonesia Jazz n’ Blues Club.

Tentang Tohpati

Setelah memenangkan serangkaian penghargaan, Tohpati memutuskan untuk memulai karir profesionalnya pada tahun 1993, saat ia bergabung dengan sebuah band bernama Simak Dialog dengan Riza Arshad, Arie Ayunir dan Indro.

Indro adalah bassis yang memainkan pertunjukan “Bass Heroes” di Jakarta. Selanjutnya, Indro sering bermain dengan Tohpati di berbagai acara berbeda.

Bersama Dialog Simak, Tohpati telah merilis 3 album, yaitu Lukisan, Baur and Trance / Mission. Pada akhir 1990-an, Tohpati memutuskan untuk memulai karir solo dan merilis album solo pertamanya pada tahun 1998.

Album ini juga mencakup kolaborasinya dengan Shakila dan Glenn Fredly, keduanya penyanyi pop.

Untuk mendapatkan lebih banyak popularitas, ia merilis dua video klip dari salah satu lagunya di album tersebut, lagu berjudul Lukisan Pagi, yang merupakan lagu dengan kolaborasi dengan Shakila.

Video klip itu sukses, dan lagu tersebut sampai ke tangga lagu Indonesia. Album keduanya, Serampang Samba, menawarkan lebih banyak hits instrumental.

Cukup berbeda dengan album terakhir, Tohpati hanya menyertakan satu lagu dengan vokal di album tersebut, berjudul Jejak Langkah Yang Kau Tinggal. Ini juga satu-satunya lagu dengan klip video. Serampang Samba juga terdiri dari musik tradisional Indonesia dengan lebih banyak gitar akustik dan elemen musik Bali.

Bisa dikatakan bahwa album ini lebih idealis dan progresif dibanding album terakhirnya. Sejak 2007, Simak Dialog masuk ke label progressive / fusion Moadyune Records yang berbasis di New York dan merilis tiga album internasional sejauh ini, yaitu Patahan (live), Demi Masa dan The 6th Story.

Tohpati juga merilis dua album di Moonjune sebagai band leader. Tohpati Ethnomission’s Save The Planet adalah eksplorasi fusi jazz eksperimentalnya, sementara trio kekuatannya Tohpati Bertiga bercampur dengan sentuhan logam progresif. [St]

Comments

comments