Perjuangan Benny Wenda Hanya Jadi Panggung Gratis Orang Asing

oleh
pewartaindonesia

Benny Wenda, sadarlah bahwa perjuangan saudaraku akhirnya menjadi panggung gratis untuk orang-orang asing oleh Tius Wenda.

SII.Wamena—Tius Jack Wenda, tokoh pemuda Wamena Papua menyatakan sangat prihatin terhadap gerakan bernuansa separatisme  Demonstrasi damai menuntut kemerdekaan yang akan dilakukan serentak katanya di Papua dan di luar Papua, seperti di Jakarta, Surabaya, Makassar, Manado dan Yogyakarta itu hanya demonstrasi kecil saja namun di besar besarkan katanya. Demo yang rencananya diadakan pada tanggal 31 Mei 2016 mendatang sebenarnya hanya segelintir orang orang itu saja namun di medsos terus gembor gemborkan. Merespon fenomena Papua merdeka yang disuarakanoleh KNPB (Komite Nasional Papua Barat) dan ULMWP (The United Liberation Movement for West Papua) saya tegas menolak imbuhnya. Tius Wenda dari awal telah menyatakan posisinya sebagai seorang pemuda Papua yang sangat kritis terhadap setiap perkembangan di Papua, khususnya tentang isu Papua.  Saya sangat kritis terhadap kebijakan pemerintah  dalam menangani  kemiskinan rakyat, ketertiban dan keamanan wilayah Papua yang  terkesan represif dari aparat, serta berbagai program pembangunan yang sangat  lamban, Tius juga mengkritik  terhadap keberadaan KNPB dan ULMWP dengan berbagai gerakan Papua merdeka yang mereka usung selama ini terkait isu Papua merdeka. Saya berbeda pendapat dengan segelintir orang Papua yang saat ini berjuang untuk merdeka. Merdeka dari apa? “ Tidak ada penjajah di wilayah Papua” Pemerintahan semuanya dijalankan oleh orang Papua, sekali lagi oleh Orang Asli Papua. Dari gubernur, bupati, walikota, kepala distrik, hingga ke desa dan kampung-kampung, semuanya dipimpin oleh orang Papua. Tidak ada satu daerahpun di Indonesia yang seperti Papua, semua dipimpin orang asli daerahnya,” kata Tius saat ditanyakan tentang tanggapannya terkait keinginan beberapa warga Papua untuk merdeka. Jadi, lanjut Tius Wenda yang masih satu marga dengan Benny Wenda, pelopor pejuang Papua merdeka di luar negeri itu, amat tidak logis jika teman-teman KNPB maupun ULMWP meminta dan memperjuangkan kemerdekaan. “Merdeka dari siapa? Apakah ada warga dari negara lain yang datang ke Tanah Papua dan memerintah di sini? Semua aparat pemerintahan puncak di Papua adalah warga Papua sendiri. Jadi,  sangat lucu sekali meminta merdeka itu. Kecuali ada orang Jawa jadi gubernur atau bupati di sini, ya itu baru masuk akal minta merdeka dari negara Jawa,” tutur  kembali Tius keheranan. Oleh sebab itu, menurut tokoh Pemuda Papua warga asli daerah Pegunungan Puncak Jaya itu, para mahasiswa harus fokus belajar, menuntut ilmu pengetahuan sebanyak-banyaknya sebagai bekal membangun Papua setamat dari perguruan tinggi. “Dengan ilmu pengetahuan dan ketrampilan kerja yang baik, warga Papua bisa bekerja membangun mensejahterakan masyarakat Papua.” Musuh utama kita saat ini adalah ketertinggalan di bidang pendidikan dan kemiskinan secara ekonomi. Kita harus berjuang memerdekakan Papua dari kebodohan dan kemiskinan. Caranya, ya dengan belajar tekun, fokus, dan cepat selesai, pulang bangun Papua. Jangan terjebak propaganda bohong kelompok KNPB itu,” ujarnya serius.

Perlu kamu tahu !!! ” Tidak Ada Makan Siang Gratis”

Menanggapi adanya berbagai dukungan dari kalangan luar negeri, seperti parlemen Inggris, Austalia, dan negara-negara di Pasifik Selatan, Tius justru tertawa. Menurut dia, warga Papua yang cerdas tidaklah mudah percaya terhadap ucapan dari orang-orang asing itu. “Dimana-mana tempat, apalagi di negara maju yang kapitalis itu, berlaku ungkapan ‘Tidak Ada Makan Siang Gratis’. Anggota parlemen Inggris itu telah berlaku kurang ajar, menangguk keuntungan luar biasa dari isu Papua merdeka ini. Nama mereka mencuat terkenal hingga ke sudut-sudut Papua karena membonceng, pura-pura memberikan dukungan kepada perjuangan saudara saya Benny Wenda atas isu Papua merdeka. Omong kosong itu semua itu,” kata Tius. Ia kemudian mengingatkan bahwa semua ada harga yang harus dibayar. Dan yang pasti, orang-orang asing yang berpura-pura mendukung kemerdekaan Papua telah dengan pasti mendapatkan keuntungan, “nama mereka menjadi terkenal seantero dunia” dengan menumpang isu perjuangan segelintir warga Papua. “Kita masyarakat Papua menuntut agar semua pihak asing menghentikan cara-cara kotor mereka, menumpang tenar dengan memanfaatkan isu Papua merdeka. Kepada saudara saya Benny Wenda, sadarlah bahwa perjuangan saudaraku itu akhirnya menjadi panggung gratis untuk orang-orang asing itu menjadi terkenal, mereka menjadi mudah jual buku karena namanya sudah terkenal, dielu-elukan di mana-mana sebagai orang terkenal, bahkan mudah terpilih dalam berbagai pemilihan parlemen atau walikota gara-gara namanya terkenal. Orang Papua dapat apa? Tidak dapat apa-apa,” tutur Tius dengan sedikit nada kesal. KNPB menurut Tius sesungguhnya dapat menjadi organisasi perjuangan masyarakat Papua yang baik dan bermanfaat. Sepanjang program yang mereka perjuangkan masuk akal, berorientasi kepada pengembangan SDM dan kesejahteraan orang Papua, maka tentu hal itu sangat diperlukan. “KNPB itu semestinya menjadi organisasi yang berguna bagi pemberdayaan warga Papua. Kemerdekaan itu sesungguhnya ada di dalam hati. Sepanjang hati manusia dapat hidup dengan tenang, nyaman, sejahtera, damai, dan penuh kasih, maka kemerdekaan hakiki sudah didapatkan. Jadi kemerdekaan itu bukan bebas sekedar bebas dari perintah penjajah dari bangsa lain, tetapi hati yang merdeka,” kata Tius. Di bagian akhir, Tius Wenda mengajak setiap komponen masyarakat Papua dan Papua Barat, baik yang ada di dalam wilayah Papua maupun yang sedang menuntut ilmu dan bekerja di luar Papua, untuk bersama-sama pemerintahan Presiden Jokowi saat ini membangun Papua yang sejahtera, maju di bidang ekonomi, pendidikan, kebudayaan, dan lain-lain. “Mari bangun Papua agar maju di segala bidang. Presiden Jokowi sudah berkali-kali datang ke Papua, banyak program pembangunan, termasuk jalan darat lintas Papua, bandara udara, pelabuhan, dan jaringan kereta api dilakukan dalam 2 tahun ini. Mari bersatu sukseskan program pembangunan itu menuju Papua yang lebih sejahtera dan maju,” pungkasTius.

Sumber: Pewarta Indonesia.

Comments

comments

Tentang Penulis: baihaqi

"katakan yang benar meskipun pahit akibatnya.."