Peringati HUT FSPMI, Massa Buruh Akan Datangi Istana

oleh

JAKARTA,- Massa buruh menuntut pencabutan aturan upah murah, menolak impor beras, dan instruksi pilih pemimpin pro buruh.

Menurut informasi yang diperoleh, akan ada sekitar 20 ribu massa buruh yang tergabung dalam Konfederasi Serikat Pekerja Indonesia (KSPI)‎ yang rencananya akan menggelar aksi unjuk rasa di depan Istana Negara pada, Selasa (6/2/2018) besok.

“Aksi ini diikuti sekitar 20 ribu massa buruh dari DKI Jakarta, Banten, dan Jawa Barat. Kami akan menyuarakan tiga isu utama yang kami sebut Tritura, yakni tiga tuntutan buruh dan rakyat,” tegas Deputi Presiden KSPI, Muhammad Rusdi saat Konferensi Pers di kantor LBH Jakarta, Minggu (4/2/2018).

Sekretaris Jenderal DPP FSPMI, Riden Hatam Aziz dalam kesempatan yang sama menambahkan, ‎aksi unjuk rasa ini bertepatan dengan Hari Ulang Tahun FSPMI ke-19 yang jatuh pada 6 Februari.

Demo nantinya akan dipusatkan di Istana Negara untuk wilayah Jakarta, Banten, dan Jawa Barat. “‎Sudah dipastikan tidak kurang dari 20 ribu buruh akan menggelar aksi ini. Kami sudah mendata untuk keperluan bus, seragam dan kami sudah siapkan,” ujarnya.

Sementara untuk di luar daerah, aksi akan digelar serentak di kantor Gubernur masing-masing wilayah. “‎Kami sudah lakukan kunjungan kerja, buruh di 17-18 provinsi juga akan bergerak di tanggal 6 Februari 2018. Aksi serentak menuntut hal yang sama,” ujar Riden.

TRITURA (Tiga Tuntutan Buruh & Rakyat)

Ada tiga tuntutan yang akan disuarakan buruh, ungkap Riden, pertama, cabut Peraturan Pemerintah (PP) Nomor 78 Tahun 2015 tentang Pengupahan. “Kami akan menggelar aksi sampai Pak Jokowi mencabut PP itu,” tegasnya. Kedua, tuntutan kepada pemerintah untuk mewujudkan kedaulatan pangan dan energi sesuai dengan janji kampanye, “Harga beras naik tinggi, anggota kami menjerit, listrik dicabut, alhasil ada kenaikan sampai lebih dari 100 persen, padahal upah murah tapi kebutuhan pokok harganya tidak terkendali. Belum lagi impor beras, katanya surplus tapi faktanya impor, kasihan petani,” ucapnya.

Terakhir, Riden menginstruksikan kepada seluruh buruh jajaran anggota KSPI ‎untuk memilih pemimpin yang pro rakyat dan pro buruh pada pemilihan kepala daerah maupun presiden di periode tahun politik 2018-2019.

Riden memastikan bahwa 20 ribu buruh siap berdemo di depan Istana Negara pada Selasa depan. Massa akan berkumpul pukul 10.00 di Patung Kuda, Jalan Medan Merdeka dan akan bergerak ke depan Istana Negara.

“Massa sudah didata. Per hari ini sudah dua atau tiga ribu buruh dari Banten. Kemudian dari Jabar, seperti Bandung, Purwakarta, Karawang, Bekasi, Subang, Cianjur, dan lainnya akan berbondong-bondong datang ke Jakarta sejak subuh,” tukas Riden. [Co/Bhq]

Comments

comments