Peringatan Hari Guru Nasional (HGN) Jangan Hanya Seremonial Atau Simbol

oleh

Banjar, ( SI ) – Peringatan Hari Guru Nasional ( HGN ) ke-72, tidak sekedar seremonial atau simbol, tapi harus mengandung makna.

Hal tersebut diungkapkan oleh Drs. Nana Suryana Wakil Ketua DPRD Kota Banjar saat ditemui usai upacara memperingati HGN, Sabtu ( 25/11/2017 ), bertempat dilapangan Bhakti Taman Kota Banjar, Peringatan HGN ini jangan hanya simbol tapi harus betul – betul diperingati oleh kita semua, ungkapnya.

Betapa pentingnya seorang guru dalam mendidik kader – kader atau generasi muda bangsa ini yang ada dipundak para guru, terang Nana.

Seiring dengan kemajuan di era digital, tentunya dunia pendidikan pun akan mengikuti arus perkembangan kemajuan teknologi, disini perlunya para guru memberikan pemahaman tentang IT, itu juga harus dibarengi dengan kemampuan sehingga kita tidak salah dalam mempergunakan media ilmu teknologi atau IT ini, imbuh Nana.

Lebih lanjut Nana ikut menyinggung perkembangan media sosial saat ini, “media sosial jangan salah dalam mempergunakannya, kalau kita menggunakan media sosial dengan secara positif tentu hasilnya pun akan positif, tapi kalau kita mempergunakannya ke arah yang negatif tentu hasilnya pun akan negatif, jelasnya.

Sekarang ini tidak hanya orang dewasa yang menggunakan media sosial, anak kecil pun sudah menggunakannya, makanya disini menjadi tugas juga bagi para guru untuk memberikan edukasi dan pemahaman terhadap anak didiknya dalam mengunakan media sosial atau IT, tambahnya.

Kalau kita tidak memahaminya, kita akan terbawa dan tergiring kepada sebuah arah tujuan status yang dibuat oleh orang yang berkepentingan untuk membuat kegaduhan, itu sangat berbahaya, ucap Nana.

Disini perlunya peran seorang guru dan orang tua tentunya dalam membimbing anak-anak, selain menciptakan sumber daya manusia yang hebat, tambahnya.

Harapan kami, guru ini harus diakui, bahwa terciptanya generasi yang hebat tidak luput dari peran seorang guru, ideologi Pancasila atau empat pilar juga selayaknya disampaikan melalui guru, karena mereka intens dalam mendidik dari mulai PAUD sampai perguruan tinggi, harapnya. ( Herman )

Comments

comments