Perbankan Jawa Barat Deklarasikan Tolak Hoax

oleh
Deklarasi Tolak Hoax BMPD Jabar dan Polda Jabar

BANDUNG,- Gerakan menolak hoax terus bergulir dan dideklarasikan oleh elemen masyarakat di Jawa Barat, karena informasi palsu tersebut dianggap membawa keresahan di masyarakat dan berpotensi menularkan benih berbahaya terhadap perpecahan kesatuan dan persatuan bangsa. Dan kali ini masyarakat perbankan yang tergabung dalam Badan Musyawarah Perbankan Daerah (BMPD) bersama dengan Polda Jawa Barat mendeklarasikan tolak hoax yang dilaksanakan di aula Bale Pasundan Lt.2 Bank Indonesia, Jalan Braga No. 108, Kota Bandung.

Acara tersebut dihadiri oleh Kapolda Jabar Irjen Pol. Drs Agung Budi Maryoto, M.Si., Waka Polda Jabar Brigjen Pol. Drs Supratman, MH., para Pejabat Utama Polda Jabar, Kasat Binmas Polrestabes Bandung AKBP Suherman, Kapolsek Sumur bandung Kompol Abdul Kholik, para pimpinan cabang bank dan warga perbankan Jawa Barat, Kepala OJK Jabar, Sekjen BMPD Jabar Ismet Widodo serta para tamu undangan.

Dalam acara tersebut, tampak spanduk warga perbankan menolak hoax dan memberikan dukungan kepada Polda Jabar untuk menindak pelaku. Selain itu diputar video terkait hoax dan dampak yang bisa timbul akibat hoax.

Kapolda Jabar pada kesempatan deklarasi itu menyampaikan ucapan terimakasihnya dan apresiasi kepada perbankan untuk turut andil mensukseskan gelaran Pilkada Serentak di Jabar.

“Saat ini masih kondusif, dan Polda Jabar juga sudah ada tindakan kepada pelaku hoax,” ujar Kapolda. “Pentahapan pemilu yang ditetapkan oleh KPU berjalan lancar sesuai penjadwalan,” tambahnya.

Kapolda Jabar Irjen Pol Drs. Agung Budi Maryoto, M.Si.
Kapolda Jabar Irjen Pol Drs. Agung Budi Maryoto, M.Si., di acara deklarasi tolak hoax masyarakat perbankan Jawa Barat (BMPD), Rabu (4/4/2018).

Diinformasikan juga oleh Kapolda, menjelang bulan Ramadhan ini pihaknya akan membentuk Satgas Pangan. Satgas ini untuk memantau harga pangan menjelang dan selama Ramadhan 2018. Tim Satgas tersebut siap menindak dan menghalau spekulan yang mencoba memanfaatkan momen hari besar keagamaan yang bisa mengganggu stabilitas daerah. [*]

Comments

comments