Pentingkan Kualitas, LPTNU Bersama Direktorat Penjaminan Mutu Dirjen Belmawa Adakan Bimbingan Teknis Sistem Penjaminan Mutu Internal

oleh

SEMARANG – Pengurus Pusat Lembaga Pendidikan Tinggi Nahdlatul Ulama (LPTNU) bekerjasama dengan Direktorat Penjaminan Mutu Direktorat Pembelajaran dan Mahasiswa (Belmawa) Kemenristekdikti mengadakan bimbingan teknis penjaminan mutu internal di Universitas Wahid Hasyim Semarang.

Acara yang menurut rencana hingga besok (21/12/2017) ini, dibuka oleh Direktur Penjaminan Mutu Internal Kemenristekdikti Prof Dr Aris Junaidi, yang dalam sambutan pembukaannya, Prof Aris menyatakan pentingnya menjaga dan meningkatkan kualitas pendidikan di lingkungan Nahdlatul Ulama.

“Dengan mengusung tema kita tingkatkan budaya mutu yang berkelanjutan, menunjukkan bahwa sebenarnya secara kuantitas PTNU semakin dikenal dan diminati. Maka dari itu, konsekuensi logisnya peningkatan mutu harus menjadi sebuah budaya,” terang Prof Aris.

Sambutan Wakil Ketua I PP LPTNU M Afifi berisikan tentang mekanisme akreditasi, “Tahun 2017-2018 adalah tahun akreditasi PTNU. Jika Perguruan Tinggi ditangani oleh BAN PT, maka PTNU ditangani oleh Desk Akreditasi.” Ungkapnya.

SPMI (Sistem Penjaminan Mutu Internal) adalah salah satu cara untuk penguatan akreditasi, yang karena itu fokus pembinaan dari LPTNU salah satunya dalam akreditasi. Dalam kesempatan ini, kami hadirkan ketua DESK Akreditasi Prof Ahmad Mujahidin dan Dr Syamsul Aminullah sebagai narasumber kegiatan ini.”

Wawancara dengan Alfin Mustikawan, fasilitator Wilayah asal UIN Malang dan Retno Susilorini, Fasilitator Pusat asal UNIKA Soegijapranata Semarang di sela-sela kegiatan tersebut diakui bahwa LPTNU harus memiliki reputasi yang baik dan merespon dengan cepat setiap kebijakan yang dikeluarkan oleh pemerintah.
“Pola pembangunan infrastruktur dari sentralisasi berubah menuju desentralisasi merupakan bagian dari cara memajukan daerah. Dengan demikian, peluang memperluas jangkauan pendidikan semakin terbuka. Saat ini jumlah perguruan tinggi NU di Indonesia ada sekitar 254. Tidak menutup kemungkinan akan semakin bertambah. Nah, tugas kita memacu dan memonitor agar kuantitas tersebut bisa diimbangi dengan kualitas.” Kata Alfin
“Standar umum tentang kemahasiswaan dan kualitas dosen harus termonitor dengan baik. Untuk itu, RTL (Rencana Tindak Lanjut) yang disusun oleh para peserta kita jadikan sebagai acuan dalam proses monev (monitoring dan evaluasi). Retno menambahkan. “Penjaminan mutu melalui proses pendidikan dan pembelajaran, peningkatan layanan dan hasil yang terbaik bagi umat adalah tugas kita bersama sebagai khidmat terhadap NU. Pungkasnya. [Rifqi]

Comments

comments