Penganiayaan Oknum Guru Terhadap Guru

oleh
Penganiayaan Oknum Guru Terhadap Guru

Murung Raya, Kalimantan Tengah – Parahnya perilaku oknum tenaga pendidik /guru menjadi contoh yang tidak patut ditiru. Telah mencuat berita penganiayaan yang dilakukan oleh oknum guru terhadap guru. Kejadian ini dialami oleh ibu guru  berinisial E (33), ia adalah seorang guru / tenaga pendidik SDN Beratu 1 Desa Baratu Kecamatan Permata Intan Kabupaten Murung Raya Provinsi Kalimantan Tengah. Guru SDN ini mendapatkan pemukulan / penganiayaan dari salah seorang oknum ibu guru berinisial M (38), dia juga adalah seorang guru yang mengajar pada SDN / tempat kerja yang sama pada Desa tersebut.

Kejadian bermula Rabu,(17/8) saat warga Desa Beratu mengadakan kegiatan dalam rangka memeriahkan HUT RI ke – 71 tahun 2016 yang diisi dengan kegiatan upacara Bendera, pawai keliling kampung dan dilanjutkan dengan acara makan bersama dengan seluruh warga desa yang hadir pada siang itu. Setelah acara makan bersama tersebut ibu guru berinisial M (38), mengeluh sakit perut kepada salah seorang ibu guru berinisial I (30) yang ikut makan bersama pada waktu itu. Ibu guru berinisial M (38) itu mengatakan “ bahwa dia merasa curiga ada sesuatu yang di tambahkan pada masakan yang mereka santap pada siang hari itu “. Lalu ibu guru berinisial I (30) yang juga rekan ibu guru berinisial M (38) itu menjawab “ bahwa ia tidak merasa ada keluhan pada masakan yang di masak oleh ibu guru berinisial E (33) karena dia mengatakan bahwa saat itu ia juga memakan masakan tersebut “. Ucapnya.

Pada malam tanggal (17/8), ibu guru berinisial I (30) menanyakan kepada ibu guru berinisial E (33) “ apakah ada memasukan / menambahkan ramuan lain pada saat mengolah masakan yang di makan pada siang itu “, karena ibu guru berinisial M (38) mengeluh sakit perut, lalu ibu guru berinisial E (33) menjawab “ tidak ada “, Jawabnya. Karena pada saat memasak masakan tersebut dilakukan bersama-sama dan saya juga ikut makan bersama pada siang itu.

Dengan rasa penasaran, keesokan harinya Kamis, (18/8) ibu guru berinisial E (33) menanyakan kepada petugas kesehatan, warga yang hadir pada waktu itu “ apakah ada keluhan setelah menyantap makanan pada siang hari itu “, mereka menjawab tidak ada. Disaat sebelum melanjutkan kegiatan lomba memeriahkan HUT RI ke – 71 Kamis, (18/8) ibu guru berinisial E (33)/korban pemukulan mengumpulkan seluruh murid-murid SDN Beratu 1 untuk menanyakan kembali apakah ada keluhan dengan kesehatan mereka setelah menyantap makanan pada acara makan bersama siang Rabu, (17/8) dengan bersama-sama, mereka menjawab tidak ada, dan pada saat itu juga ibu guru berinisial M (38)/pelaku penganiayaan tidak hadir. Kemudian ibu guru berinisial I (30) yang juga guru pada SDN Beratu 1 pada Kamis (18/8) berinisiatif memanggil ibu guru berinisial M (38) melalui anak murid pada SDN tersebut untuk hadir/datang ke sekolah jam 09.00 wib karena ada kegiatan rapat membahas mengenai anggaran untuk pembelian hadiah lomba memperingati HUT RI ke – 71 tahun 2016, datanglah ibu guru berinisial M (38) menghadiri undangan rapat pada waktu itu dengan keadaan masih merasa sakit perut katanya karena disebabkan masakan ibu guru berinisial E (33). Pada saat itu juga dimulai dari perkataan ibu guru berinisial M (38) terhadap ibu guru berinisial E (33) dengan nada mulai meninggi sebelum ibu guru berinisial M (38) mulai melakukan penganiayaan terhadap ibu guru berinisial E (33) pelaku memukul meja sembari menarik rambut korban dan memukul pada bagian wajah dan kepala korban. Merasa tidak puas pelaku menyeret korban kembali ketengah ruangan dan sekali lagi menarik rambut korban seraya melakukan pemukulan berkali- kali yang akibatnya mencederai korban. Melihat keadaan tidak terkendali dua orang rekan guru yang ada pada tempat kejadian segera melerai perkelahian tersebut.

Pada hari itu juga korban melaporkan kejadian tersebut kepada Pihak Polsek Permata Intan dibantu oleh warga dan telah melakukan Visum Et Repertum dengan nomor 441.6/202/Yankes/2016 tanggal 18 Agustus 2016 yang hasilnya korban mengalami luka robek diatas alis kiri, luka robek di bibir, luka gores dileher, luka gores pada dada kiri, luka gores pada punggung kiri.

Pada saat dikonfirmasi oleh Tim SII Kalteng ibu guru berinisial E (33) mengatakan “ telah melaporkan kepihak Kepolisian Sektor Permata Intan pada hari kamis, (18/8) “ dan ia mengatakan “ tetap melanjutkan proses ini dengan melaporkan ke pihak Propam Polres Mura agar mempercepat penanganan kasus penganiayaan yang dilakukan oleh oknum ibu guru berinisial M (38) terhadap dirinya “ senin, (5/9). “ Korban menginginkan agar pelaku tetap di proses secara hukum sesuai dengan peraturan dan perundang – undangan yang berlaku, yang dengan adanya laporan ini agar pelaku dikenakan sanksi hukum dan menjadi pelajaran agar tidak terulang kembali kejadian serupa “. Ucapnya. (yud/fss/SII)

Comments

comments