Pemkot Cimahi Dukung Satgas Citarum Harum Bertindak Tegas Pada Pabrik Pencemar Lingkungan

oleh

CIMAHI,- Penutupan aliran limbah pabrik yang mencemari lingkungan aliran sungai yang dilakukan oleh jajaran Sektor 21 Satgas Citarum Harum mendapat dukungan dari Pemerintah Kota Cimahi. Hal ini dikatakan oleh Kepala Kesbang Kota Cimahi Totong Solehudin, kepada wartawan, saat ikut menghadiri dan menyaksikan pengecoran pembuangan limbah pabrik PT Mewah Niaga Jaya, salasatu dari empat pabrik yang pembuangan limbahnya ditutup dan di cor oleh jajaran Satgas Citarum Harum, Selasa (5/6/2018).

“Saya tugasnya seperti hasil yang kemarin untuk ikut pada kegiatan hari ini (Pengecoran saluran pembuangan limbah pabrik) sesuai dengan audiensi dengan LSM PMPRI. Sedapat mungkin kami mencoba untuk aspiratif, dan dari pimpinan, kami termasuk sekarang yang ikut memantau,” kata Totong dihadapan awak media.

Dijelaskan, “Kami memberikan apresiasi yang dilakukan oleh Satgas Citarum Harum khususnya Sektor 21, yang salasatu wilayah tugasnya adalah Kota Cimahi. Juga kepedulian masyarakat dari LSM PMPRI. Kami mengapresiasi semua dan saya kira sekarang saatnya kita butuh ini. Bentuk kepeduliannya harus bisa menyentuh mereka yang memiliki perusahaan,” jelas Totong.

Dikatakan oleh Totong, pihaknya mendukung langkah tegas yang diambil oleh jajaran Satgas Citarum, “Citarum Harum ini sudah program nasional, Pak Presiden juga sudah mencanangkannya 7 tahun harus selesai. Jadi bagian tahapan-tahapannya harus ditempuh. Dan ini yang dilakukan oleh Satgas. Jadi kami turut mendukung, dan kami dari Kesbang akan ikut memantau, kita doakan saja mereka-mereka yang terindikasi belum berpihak sama-sama kita berintrospeksi untuk kebaikan bersama,” ucapnya. “Saya yakin pabrikpun berpikir demikian, kita tinggal lihat dan buktikan saja,” pungkas Kepala Badan Kesbang Kota Cimahi yang murah senyum ini.

Kegiatan penutupan saluran limbah pabrik yang dilakukan oleh Satgas Citarum Harum pada hari, Selasa (5/6/2018) ini, adalah PT Mewah Niaga Jaya, PT Matahari Sentosa Jaya 1 dan 2, serta PT Ayoetex. Semuanya berada di Kecamatan Cimahi Selatan, Kota Cimahi yang turut dihadiri oleh Camat Cimahi Selatan, Tuti Hestiantina. Sebelumnya, Dansektor 21 Kolonel Inf Yusep Sudrajat juga telah menutup lubang pembuangan limbah milik PT Sinar Pangjaya Mulia. Termasuk pembuangan limbah yang diduga ilegal milik PT Jerdytex di Lagadar.

Camat Cimahi Selatan, Tuti Hestiantina, saat meninjau langsung kualitas limbah yang dikeluarkan oleh PT Matahari Sentosa Jaya 2 yang dialirkan ke sungai, Selasa (5/6/2018).
Camat Cimahi Selatan, Tuti Hestiantina, saat meninjau langsung kualitas limbah yang dikeluarkan oleh PT Matahari Sentosa Jaya 2 ke aliran sungai, Selasa (5/6/2018).
Gerakan Hejo Apresiasi Tindakan Tegas Satgas Citarum Harum Dan Dorong Penegakan Hukum

Gerakan Hejo yang konsisten bergerak dalam bidang pengembangan dan pelestarian lingkungan binaan sesepuh Jawa Barat, Solihin GP, yang dikomando oleh Eka Santosa, memberikan apresiasinya atas tindakan jajaran Sektor 21 Satgas Citarum dalam menutup pembuangan limbah milik pabrik yang tidak ramah lingkungan.

Eka Santosa saat dihubungi via sambungan telepon mengatakan,”Sungai Citarum itu sudah lama menjadi septic tank raksasa, ada pembiaran lingkungan oleh pemerintah sedikitnya satu dekade lebih,” kata Eka, Selasa (5/6/2018).

Ditambahkan oleh Eka, “Sebetulnya kita harus malu dengan tindakan pengecoran pembuangan limbah pabrik itu oleh jajaran TNI, karena tidak ada mekanisme hukumnya. Jika penegakan aturan berjalan dengan semestinya, tindakan extra ordinary itu mungkin tidak harus terjadi,” kata Eka Santosa.

Undang-undang dan peraturan kita terkait industri dan lingkungan hidup itu sudah jelas, sebut Eka, harusnya kita dorong pada kepastian hukum. “Kita harus tegas dalam penegakan hukumnya pada para penjahat lingkungan,” pungkasnya. [St]

Comments

comments